Loading...
Ensiklopedia GSM

[Tips Pendidikan] Saling Menghargai di Kelas Berbagi

Circle Time

Soft skill adalah kemampuan yang wajib dimiliki oleh semua orang sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dan persaingan di zaman sekarang ini. Salah satu bentuk soft skill tersebut adalah kemampuan komunikasi, berbahasa, berbicara dan juga kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik.

Selalu menjadi perdebatan panjang ketika membicarakan mengenai lebih penting mana antara soft skill atau hard skill dalam kehidupan terutama dalam dunia kerja. Soft skill merujuk pada kecerdasan emosional, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, optimisme dan juga kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Sedangkan hard skill adalah kemampuan yang teachable dan lebih teknikal.

Keduanya tentu merupakan kemapuan yang penting untuk dimiliki, meskipun nyatanya, survey Global Talent Trends 2019 menunjukkan bahwa 92% para profesional lebih memilih orang-orang yang memiliki soft skill yang baik dibandingkan dengan hard skill. Hal ini disebabkan karena soft skill cenderung menetap sebagai karakter seseorang dan akan menentukan bagaimana etos dan kemampuannya dalam menghadapi tekanan. Lalu apakah pendidikan kita sudah mampu untuk memfasilitasi seseorang untuk membiasakan dan mempelajari mengenai soft skill?

Soft skill adalah kemampuan yang berkembang sepanjang rentang kehidupan karena ditentukan dari bagaimana pembiasaan dan stimulus yang diterima dari lingkungan. Karenanya, soft skill harus dimulai dan dibiasakan sejak dini. Gerakan Sekolah Menyenangkan memiliki yang disebut dengan Kelas Berbagi yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk berbicara membagikan apa saja yang ada di pikiran dan perasaannya. Dalam Kelas Berbagi anak-anak secara bergiliran menceritakan pengalamannya kepada teman-teman lain di kelas. Lalu setiap kali selesai bercerita teman-teman kelasnya bisa menanggapi cerita tersebut dengan berkomentar dan juga bertanya.

Dalam kelas berbagi anak-anak berlatih untuk menumbuhkan kepercayaan diri berbicara di depan umum, berlatih menyampaikan informasi secara runtun dan juga membiasakan anak untuk mengungkapkan pendapatnya. Pembiasaan-pembiasaan ini meliputi soft skill anak dalam berbahasa dan berkomunikasi secara efektif. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana kelas berbagi ini juga mampu untuk melatih anak dalam keterampilan sosialnya.

 

Keterampilan sosial ini berkembang karena dengan melakukan kelas berbagi, anak-anak akan berlatih untuk saling menghargai orang lain dengan cara melakukan active listening ketika giliran temannya yang bercerita dan berbagi. Active listening membutuhkan kemampuan untuk memahami, menafsirkan dan mengevaluasi apa yang diungkapkan orang lain sehingga nantinya empati pun akan tumbuh dalam diri anak.

Empati dan kemampuan untuk menghargai orang lain ini menjadi soft skill yang penting yang ingin ditekankan GSM, karena selain akan membantu anak-anak untuk menghadapi berbagai tantangan jaman, kemampuan itu juga akan membentuk mereka menjadi manusia yang saling menghargai satu sama lain.

Dalam sebuah wawancara dengan Bu Rosi guru dari SDN Rejodani, menunjukkan bahwa anak-anakpun sangat menyukai adanya kelas berbagi. “Yang paling disenangi dan ditunggu-tunggu oleh anak ya itu kelas berbagi di pagi hari,” ujar Bu Rosi dalam kesempatan tersebut. Wawancara lengkapnya bisa disimak dalam video berikut ini :

 

https://www.instagram.com/p/BykVFuRFfdL/

Anak-anak menyukai kelas berbagi karena mereka di sana diberi kesempatan untuk bercerita mengenai apapun, lalu bergantian mendengarkan teman-temannya bercerita dengan penuh empati. Suatu kesempatan yang mungkin jarang didapat oleh mereka, suatu kesempatan yang sebenarnya melatih anak-anak terbiasa berbahasa dan berbicara untuk menghadapi masa depan yang menantang juga menyenangkan.

[Putri Nabhan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: