Loading...
Ensiklopedia GSM

Mendorong Pembelajaran Sambil Bermain ala HBL di SD Negeri Keceme 1

Metode pembelajaran Home Based Learning yang diterapkan di SD Negeri Keceme 1 berjalan secara kreatif. Bu Harni, salah satu guru di SD tersebut, harus memutar otak untuk menyiapkan pembelajaran yang menyenangkan serta tidak memberatkan untuk anak muridnya. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketahanan mental anak selama pembelajaran di masa pandemi, agar anak tidak stress dan mau mengikuti pembelajaran dengan hati yang senang.

Proses Bu Harni brainstorming ini berhasil menghasilkan beberapa proyek pembelajaran, salah satunya adalah permainan soccer game. Permainan ini merupakan inovasi kreatif untuk menggabungkan beberapa mata pelajaran, yaitu IPA tentang magnet, matematika tentang bilangan bulat, Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) tentang reklame, serta Bahasa Indonesia tentang formulir. Anak-anak diminta untuk membuat miniatur lapangan, gawang, pemain, beserta bolanya dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapatkan di lingkungan sekitar seperti kardus. Setelah menemukan magnet yang saling tarik-menarik, satu magnet ditempelkan pada kardus berbentuk silinder yang berperan sebagai pemain, dan magnet lainnya ditempelkan pada kardus berbentuk persegi panjang yang berperan sebagai stick controller. Meskipun sederhana, target utamanya adalah agar anak mengerti konsep dasar masing-masing mata pelajaran beserta penerapannya.

Selain konsep dasar mengenai sifat magnet, anak-anak dapat memahami konsep dasar tentang bilangan bulat melalui penghitungan skor permainan ini. Menurut Bu Harni, materi ini cukup sulit dipahami dengan cara yang konvensional melalui buku teks saja. Sehingga, dengan adanya penerapan dalam penghitungan skor, cara ini lebih mudah dipahami anak. Selain itu, anak juga dapat berperan sebagai event organizer lomba untuk mengiklankan acara ini dengan  praktik membuat reklame dan membuat formulir. Selama masa pembelajaran ini, anak diminta memainkannya bersama orang tua. Tidak jarang justru anak memanfaatkan kesempatan ini untuk family time dengan orang tua, adik dan kakak.

Menurut bu Susanti, Kepala Sekolah SD Negeri Keceme 1, upaya pembelajaran dengan cara menyenangkan ini perlu dilakukan agar anak-anak tidak terlepas dari nalurinya untuk bermain. Dengan cara ini, anak lebih mengesan dan mau mengikuti pelajaran. Terkadang, anak yang hanya diberi soal akan merasa bosan dan tidak jarang mendapat keluhan dari orang tua. Namun, apabila diiringi dengan perintah untuk bermain dan berkreasi, anak-anak akan jauh lebih semangat. Pemikiran ini selalu bu Susanti tanamkan dan dorong pada guru-guru di SD Negeri Keceme 1.

Niatan baik ini ternyata berhasil ditangkap oleh anak sampai-sampai membuat guru menjadi bangga dengan perubahan anak. Ketika Bu Harni meminta anak untuk mengamati tentang tumbuhan xerofit, hidrofit, dan higrofit, salah satu anak dengan inisiasinya sendiri berusaha untuk mencari tahu tanaman apa saja yang tergolong dalam masing-masing kelompok tersebut bahkan sebelum diperintahkan untuk mencari. “Bu, saya tak nyari ya! Saya tak ke kolam mau nyari enceng gondok,” pernyataan sederhana anak ini membuat Bu Harni kaget, terenyuh sekaligus bangga.

Bu Harni dan Bu Susanti merasakan betul perubahan melalui metode pembelajaran Home Based Learning ini. Bahkan, perubahan tersebut terasa dalam diri Bu Harni, sebagai guru yang terjun ke lapangan untuk mengajar. Bu Harni merasa dengan metode ini, beliau bisa berinovasi dan mengajar dengan menjadi diri sendiri. “Saya merasakan sendiri, kok saya penyampaian materinya lebih mudah, ya?” ungkap bu Harni. Selain itu, beliau menyadari perubahan tersebut pada anak muridnya. Rasa ingin tahu anak meningkat dan naluri problem solving anak dapat tumbuh dengan metode pembelajaran yang menyenangkan ini.

Develop and Design by Deep Red
%d bloggers like this: