Loading...
Ensiklopedia GSM

[Kabar Menyenangkan] Tahun Ajaran Baru dan Seekor Ikan Cupang

Masa penerimaan siswa baru sedang berlangsung. Ini bisa menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memberikan kesan pertama yang menyenangkan bagi calon siswa-siswanya. Kesan pertama yang baik dan menyenangkan akan membuat anak-anak mengasosiasikan perasaan positif itu dengan ekosistem sekolah tempat mereka belajar. Selain itu, bagi sekolah yang menjalankan program Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), acara penerimaan siswa baru bisa digunakan sebagai momen untuk mensosialisasikan mengenai GSM itu sendiri kepada orangtua agar terjalin kolaborasi yang sinergis antar semua pihak.

Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Terlepas dari keributan sistem zonasi yang terjadi, di mana pun anak-anak pada akhirnya bersekolah, memasuki lingkungan yang baru dan asing akan selalu menjadi sesuatu yang tidak mudah untuk dihadapi. Karenanya sekolah harus berusaha untuk membuat siswa baru merasa diterima di lingkungan baru tersebut. Hal ini akan memudahkan proses adaptasi karena pada dasarnya sudah ada perasaan “kerasan” dalam diri mereka terhadap sekolah baru tempat mereka belajar.

Salah satu sekolah model GSM yaitu SDN Jetisharjo melakukan sesuatu yang menarik dalam rangka menyambut siswa baru. Mereka melakukan pembagian ikan cupang pada kurang lebih 40 siswa barunya. Ketika dilakukan wawancara dengan salah satu guru SDN Jetisharjo yaitu Ibu Yuliarsi, diketahui bahwa pembagian ikan cupang tersebut pertama kalinya dilakukan di SD Jetisharjo.

“Harapan kami dengan pembagian ikan cupang ini anak-anak bisa mulai untuk berlatih tanggung jawab, anak-anak juga bisa merasa senang karena dapat kenang-kenangan dari sekolah. Jadinya anak-anak akan memiliki kesan petama yang baik pada sekolahnya sendiri” ujar Bu Yuliarsi.

Ternyata pembagian ikan cupang tersebut bukan sekedar untuk seru-seruan saja. Lebih dari itu, ikan cupang yang dibagikan pada siswa baru memiliki makna simbolis yang menganalogikan bahwa kini, anak-anak tersebut memiliki tanggung jawab yang baru sebagai siswa sekolah dasar yang tentunya memiliki tanggung jawab dan proses belajar yang berbeda dengan taman kanak-kanak. Anak-anak harus memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk bisa memberi makan, mengganti air akuarium dan juga merawat agar ikan cupang itu tidak mati. Begitupun dengan sekolah baru, mereka harus memiliki tanggung jawab dan juga komitmen sehingga semua proses pembelajaran yang terjadi di sekolah bisa diikuti dengan baik.

“Ada yang langsung ambil, juga ada yang perlu waktu lama milih ikan,” tambah Bu Yuliarsi, menunjukkan adanya antusiasme dari para siswa baru ketika acara penerimaan siswa baru di SDN Jetisharjo tersebut. Ketika ditanya, salah satu anak bernama Aurel juga menunjukkan perasaan positifnya ketika menerima ikan cupang berwarna merah dan biru. Hal ini menunjukkan bahwa SDN Jetisharjo telah memberikan kesan pertama yang baik dan menyenangkan bagi siswa baru yang diterima di sana. Kesan baik ini membantu untuk memunculkan perasaan diterima dan kerasan pada anak-anak sehingga nanti ketika kegiatan belajar dan mengajar sudah dimulai, anak-anak menjadi lebih bersemangat dan ketagihan berangkat sekolah.

Selain acara pembagian ikan cupang, penerimaan siswa baru di SDN Jetisharjo juga diisi dengan sosialisasi program GSM pada orang tua. Ini tidak kalah penting karena dengan sosialisasi tersebut orang tua bisa turut berkolaborasi dalam menciptakan transformasi pendidikan yang dilakukan oleh GSM. Sosialisasi yang dilakukan sejak awal pada orangtua ini juga berguna untuk menjaga konsistensi program GSM baik di sekolah maupun di rumah karena tidak ada lagi anggapan bahwa tanggung jawab pendidikan adalah tanggung jawab institusi sekolah saja.

Pada akhirnya, memberikan kesan pertama yang baik dan menyenangkan pada sekolah tidak harus dengan membuat acara yang semarak dan meriah. Dengan melakukan hal sederhana seperti membagikan ikan cupang ternyata juga bisa mencuri hati mereka karena anak-anak mudah sekali dibuat takjub dengan hal-hal menggemaskan. SDN Jetisharjo sudah berhasil dalam memberikan kesan positif, tantangan selanjutnya bagi guru SDN Jetisharjo dan SD lainnya di seluruh Indonesia adalah untuk menjaga semangat anak-anak untuk berangkat sekolah setiap hari.

(Beberapa tips untuk membuat anak-anak selalu semangat berangkat ke sekolah bisa dilihat dalam tautan ini : https://www.sekolahmenyenangkan.org/5-cara-agar-anak-semangat-sekolah/)

[Putri Nabhan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: