Loading...
Kabar Gembira

[Kabar Menyenangkan] SD Muh Mantaran Gelar “Sinau Bareng” Pembelajaran ala GSM

Tak hanya terlibat aktif menerapkan pola pembelajaran ala Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), SD Muhammadiyah Mantaran juga turut menebarkan benih GSM atas inisiatifnya sendiri. Hal ini dinilai sebagai dampak positif dari sekolah model yang memandang perubahan sistem pendidikan harus dilaksanakan segera mungkin.

SD Muhammadiyah Mantaran sebagai sekolah model mengundang enam sekolah lain untuk turut belajar penerapan GSM di lingkungan sekolah, Sabtu (3/8) lalu. SD yang diundang terdiri dari SD Muhammadiyah Kedungbanteng 2, SD Muhammadiyah Sangonan 1, SD Muhammadiyah Ngabean 1, SD Muhammadiyah Domban 3, MI Almuttaqin, dan SD Negeri Banyuripan Bantul.

Acara dimulai sekitar pukul 11 siang dengan melibatkan guru dari berbagai sekolah tersebut untuk mengikuti sesi pelatihan dan tanya jawab di aula sekolah. Dhian Yulia Krishantari selaku kepala sekolah SD Muhammadiyah Mantaran menjelaskan penerapan GSM yang ada di sekolahnya. Sementara itu, beberapa sekolah juga mengajak wali murid untuk merasakan perbedaan sekolah konvensional dan sekolah model GSM. Guru-guru dari SD Muhammadiyah Mantaran mengajak wali murid untuk berkeliling di kelas-kelas dan memberi penjelasan bagaimana kegiatan belajar-mengajar dalam kerangka GSM. Selain itu, para wali murid dari SD Muhammadiyah Mantaran juga menemani wali murid dari sekolah lain dalam rangka menambah pemahaman tentang penerapan GSM.

“(SD Muhammadiyah) Mantaran sangat terbuka dengan kunjungan sekolah-sekolah yang ingin belajar. Selain itu, karena dari latar belakang yang sama (yayasan Muhammadiyah), akan menambah jejaring bagi kami sendiri karena kami akan mendapatkan feedback dari apa yang telah dilakukan selama ini,” ujar Bu Dhian.

Dengan adanya sinau bareng ini, otomatis akan terbentuk school connectedness dalam rangka pendidikan yang kolaboratif. SD Muhammadiyah Mantaran akan mendorong dan membantu upaya-upaya yang dilakukan sekolah-sekolah lain. Namun demikian, bukan berarti SD Muhammadiyah Mantaran menjadi patron yang posisinya tidak sejajar, karena pada titik ini terjadi fasilitasi pertukaran pengetahuan antarsekolah. Selain itu, fungsi GSM sebagai Gerakan akar rumput juga berjalan karena inisiatif tidak melulu dari atas ke bawah, melainkan terjadi timbal balik yang setara.

Guru dan wali murid dari beberapa sekolah memandang implementasi GSM akan berdampak baik, meski mengalami hambatan tersendiri. Orientasi nilai akademik masih jadi soal bagi sebagian besar orang tua. Paradigma ini yang berusaha diubah secara perlahan oleh GSM, bahwa nilai akademik yang bagus hanyalah dari dampak proses belajar yang menyenangkan.

“Acara sinau bareng ini sangat bagus karena SD Muhammadiyah Mantaran mau terbuka dan tidak takut mendapatkan saingan,” ujar Pak Wahyu Handoko dari SD Muhammadiyah Domban 3. “Sebagai guru saya sangat tertarik dengan GSM karena sebenarnya 70% prestasi anak itu bukan dari guru saja tapi bagaimana andil orang tua dalam pendidikan anak. Saya juga setuju dengan perubahan terjadi dari sisi non akademik karena artinya siswa paham lebih utama dari hapalan dengan suasana hati yang senang,” tambahnya.

Sementara itu, hadirnya para wali murid ke acara ini sekaligus memberikan bayangan akan proses belajar yang akan dilalui di masing-masing sekolah. “Yang jelas saya sangat sepakat dengan sekolah yang seperti ini, yang out of the box. Yang lebih menekankan kepekaan sosial dan kecerdasan emosional daripada kecerdasan intelektual semata,” ujar salah satu wali murid dari SD Muhammadiyah Sangonan 1.

[Yesa Utomo]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: