Loading...
Kabar Gembira

[Kabar Menyenangkan] Kini GSM Juga Dirasakan oleh SMA

Setelah sukses menularkan semangat revolusi pendidikan yang memanusiakan pada ribuan SD dan SMP di Indonesia, kini giliran SMA yang merasakan semangat perubahan tersebut bersama Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM).

Ketika biasanya menjadi pengajar di kelas, pada hari selasa lalu (09/07), guru dan kepala sekolah dari tiga SMA di Kabupaten Sleman mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman menjadi siswa SMA. Pengalaman tersebut adalah bagian dari rangkaian program workshop GSM yang dilakukan selama dua hari sejak hari senin (08/07) dan diikuti oleh SMA 1 Sleman, SMA 1 Tempel dan SMA Kolombo. Ketiga SMA di Kabupaten Sleman ini menjadi sekolah pertama dan diharapkan menjadi sekolah model GSM pilot project bagi sekolah tingkat SMA.

Dalam sesi simulasi tersebut, guru dan kepala sekolah peserta workshop diajak untuk merasakan perbedaan nyata dari kelas konvensional yang teacher centered dan kelas GSM dengan melakukan research based learning (RBL) yang student centered. Setelah sebelumnya diperkenalkan pada pembentukan lingkungan positif dan pembentukan karakter yang menjadi kekuatan GSM, adanya simulasi itu menjadi penting untuk membantu guru dan kepala sekolah mengubah mindset mereka dengan cara mengalami secara empiris dan memposisikan diri mereka masing-masing sebagai siswa. Dalam sesi refleksi, pada akhirnya para guru dan kepala sekolah peserta workshop menyadari bahwa kelas dengan layout dan cara mengajar yang konvensional sangat membosankan, kelas yang seperti itu tidak menggugah rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu pengetahuan. Sebaliknya, kelas GSM sangat hidup karena siswa diberikan keleluasaan dalam kreatifitas sehingga memfasilitasi mereka untuk berkembang.

Rangkaian workshop yang bertempat di SMA 1 Sleman itu diakhiri dengan diskusi bersama Muhammad Nur Rizal sebagai penggagas GSM. Banyak pertanyaan menarik yang muncul dari para peserta. Salah satunya bertanya mengenai garis merah yang menjadi filosofi dari gerakan sekolah menyenangkan ini.

“GSM sebenarnya adalah platform perubahan bagi revolusi pendidikan itu sendiri, jadi bukan sekedar metodologi pendidikan,” jawab Nur Rizal.

Nur Rizal juga menambahkan bahwa dari sana garis merah yang akan muncul adalah adanya student engagement yang menjadikan siswa menjadi ketagihan belajar tanpa harus dipaksa, melakukan disiplin tanpa ditakut-takuti, peduli dengan penuh empati dan juga berprestasi tanpa harus tertekan.

Sebelum mengakhiri diskusi tersebut Nur Rizal bercerita bahwa berdasarkan studi PISA (Programme for International Student Assessment) pada 5000 anak Indonesia menunjukan bahwa pada umumnya kemampuan siswa di Indonesia sangat rendah. PISA adalah studi yang dilakukan untuk mengevaluasi kebijakan pendidikan, bukan mengukur kemampuan hapalan siswa. Kebijakan pendidikan tersebut akan tercermin dalam  beberapa indikator yaitu daya kritis siwa, metodologi dalam pemecahan masalah dan nilai kebaikan universal. Skor PISA ini akan semakin buruk ketika terjadi gap yang besar antara sekolah yang ada di Indonesia.

Hal ini menunjukkan masih banyak yang harus dievaluasi dan dibenahi dari kebijakan pendidikan di Indonesia.Sambil terus berusaha untuk menciptakan perubahan pada sistem, adanya workshop GSM membantu untuk menciptakan perubahan dari akar rumput. Karena pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak, Dan kali ini, giliran guru dan kepala sekolah SMA untuk memulai perubahan itu.

Pada akhir acara, seorang peserta workshop yaitu Pak Tio, guru Biologi dari SMA 1 Sleman memberikan kesannya terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan selama dua hari tersebut. “Adanya workshop ini memberikan energi baru dan kebersamaan bersama GSM, setelah ini saya berencana untuk melakukan pembelajaran kolaboratif dengan mengkolaborasikan pelajaran biologi, kimia dan fisika,” ujar Pak Tio dalam kesempatan wawancara sore itu.

Semangat kolaboratif inilah yang diharapkan dimiliki semua guru dan kepala sekolah peserta workshop. Jika semua pihak memiliki semangat yang sama, maka perubahan pendidikan yang menyenangkan dan memanusiakan akan semakin mudah untuk dicapai.

[Putri Nabhan]

One comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: