Loading...
Kabar Gembira

GSM Ajak Guru dan Orang Tua Pahami Emosi Anak Ketika Di Rumah

Kamis (16/04) Gerakan Sekolah Menyenangkan mengadakan Kuliah Whatsapp (Kulwap) bertajuk Membangun Ketahanan Mental Keluarga Lewat Pembelajaran. Berangkat dari situasi pandemi Covid-19, Sekolah “terpaksa” meliburkan semua murid beserta gurunya serta mengganti metode pembelajaran dengan metode daring. Pada kondisi yang tidak biasa seperti ini guru dituntut untuk tetap memberikan materi pelajaran namun tidak hanya melulu tekstual melainkan juga kontekstualnya.

Tidak sedikit guru yang salah mengartikan bahwa metode pembelajaran daring adalah memindahkan waktu serta beban belajar ke rumah peserta didik sehingga membuat kesibukan dan memisahkan dari keseharian keluarga. Padahal sudah seharusnya kondisi physical distancing adalah waktu yang tepat untuk membangun kelekatan antara anak dan orang tua. Kulwap ini dilakukan dalam rangka membuka paradigma guru tentang penanaman life skill dan juga konsep pembelajaran kolaboratif antara anak dan orang tua sehingga anak menjadi Tangguh Bersama Keluarga dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Kulwap ini berlangsung serentak di lima regional GSM. Dalam kulwap tersebut, pembicara dan moderator diisi oleh guru sekolah model GSM sehingga para peserta dapat melihat langsung studi kasus yang terjadi dan mempraktekkannya di rumah masing-masing. Pada kulwap ini, pembicara menjelaskan bagaimana pentingnya Social Emotional Learning (SEL) untuk meningkatkan motivasi anak. Tentunya dalam kondisi pandemi seperti ini emosi anak akan sangat terganggu. Mereka yang biasanya berangkat ke sekolah dengan berbagai motivasi harus terkendala dengan adanya physical distancing. Rasa bosan akibat harus tinggal di rumah dalam jangka waktu yang tidak sebentar tentu menimbulkan masalah tersendiri sehingga mengharuskan guru dan orang tua peka terhadap emosi anak. Salah satu metode pembelajaran yang bisa dipakai adalah Social Emotional Learning (SEL).

Social Emotional Learning/ Pembelajaran Sosial Emosional adalah proses pembelajaran dimana anak-anak dan orang dewasa memahami dan mengelola emosinya, menetapkan dan meraih tujuan yang positif, merasakan dan menunjukkan empati ke orang lain, dan menjaga hubungan yang positif, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Ada lima kompetisi dalam SEL : kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, kemampuan berelasi, dan pengambilan keputusan. Lalu bagaimana menumbuhkan kelima kompetensi tersebut? Pertama, siswa harus dibangkitkan semangatnya melalui berbagai media untuk menimbulkan berbagai pertanyaan (Provocation).

Kemudian siswa dapat diajak berdiskusi untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut (Discussion and Modeling). Selanjutnya siswa dapat diajak bermain peran atas berbagai kasus dan pertanyaan untuk memperdalam penyelesaian masalah (Role Play). Kemudian di akhir, siswa diajak untuk berefleksi atas masalah yang telah diselesaikan (Reflection).

Model pembelajaran tersebut dapat membuat anak lebih mengenal dirinya, lebih mampu mengelola emosinya, lebih mampu menetapkan tujuan yang lebih terarah, lebih mampu berempati  terhadap sesama, dan juga lebih bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Metode pembelajaran SEL ini dapat diterapkan dengan mudah dan juga dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pada kulwap kali ini, para peserta diajak berpartisipasi langsung dengan “menjawab” challenge yang diberikan dan juga tanya jawab. Challenge tersebut mengajak para orang tua dan murid untuk menuliskan harapan keluarga dalam kondisi seperti ini (#TantanganKeluarga), Jurnal harian (#7HariBercerita), ataupun rencana sepekan (#RencanaPekanIni). Semua itu bertujuan untuk mendukung kampanye #TangguhBersamaKeluarga. Jadi, yuk ambil bagian dalam mewujudkan #TangguhBersamaKeluarga.

(Dafa Dhia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: