content detail

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 3, Part 2, Selesai)

Post by: 01/07/2015 0 comments 758 views

Sebelumnya:

Workshop Sekolah Menyenangkan Day 1, Positive Learning Environment

Workshop Sekolah Menyenangkan Day 2, Student Engagement

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 3, Part 1)

Workshop bertajuk Membangun “Dynamic and Positive Learning Environment” di Sekolah sebagai Wujud Implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan diselenggarakan selama tiga hari, yaitu tanggal 9 – 11 Juni 2015 (Baca: Guru Australia Isi Workshop Sekolah Menyenangkan). Pada Hari ke tiga workshop, Josie, Brad, dan Joanne menerangkan tentang bagaimana mereka biasanya merencanakan pembelajaran untuk siswa.

Berkumpulnya beberapa guru untuk membahas perencanaan adalah hal yang cukup penting. Merancang indikator pembelajaran melalui beberapa tahap, yang pertama adalah mengetahui indicator yang diinginkan. Misalnya anak bisa menghitung angka 1 sampai 10. Hal kedua, mengetahui indicator yang bisa dinilai dari anak. Misalnya, anak bisa menuliskan angka 1-10, atau anak bisa menyebutkan angka 1-10. Ketiga, adalah merencanakan kegiatan yang dilakukan untuk belajar. Misalnya menyanyikan lagu soal angka, atau cara lainnya.

20150611_135521

Selain melakukan perencanaan sesama guru, dalam pembelajaran, guru di Australia juga menekankan soal pengelompokan. Pengelompokan ini didasarkan pada kemampuan pemahaman tiap siswa. Jika anak memang memiliki pemahaman yang cepat, maka tantangan yang diberikan memang harus berbeda dibandingkan dengan anak yang membutuhkan waktu yang lebih lama. Tuntutan yang diberikan pun berbeda.

Kelompok itu pun berbeda untuk setiap mata pelajaran, sebab mungkin ada anak yang pandai di bidang matematika, tapi lambat dalam pelajaran bahasa. Itulah fungsinya pergantian kelompok. Anak diberi kesempatan belajar sesuai dengan kemampuan mengikuti laju pembelajaran  masing-masing. Selain itu, guru akan lebih mudah untuk tahu dan dapat mengukur pemahaman apa yang masih perlu diajarkan oleh tiap anak.

Sempat ada pertanyaan dari peserta, sebab pembagian kelompok dikhawatirkan malah memancing bullying karena siswa dikotakkan. Akan sangat mungkin jika ada saling ejek antara mereka. Namun menurut pembicara, hal tersebut sangat bisa ditekan ketika sekolah sudah memiliki lingkungan belajar yang positif, seperti yang disampaikan di workshop hari pertama (Baca: Workshop Sekolah Menyenangkan Hari 1, Positive Learning Environment), dimana anak bisa saling menerima satu sama lain.

 

Tulisan ini disarikan dari Workshop Sekolah Menyenangkan 11 Juni 2015

About author

Shiane Anita Syarif

Kontributor Gerakan Sekolah Menyenangkan

Website:

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...