content detail

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 3, Part 1)

Post by: 30/06/2015 0 comments 1098 views

Sebelumnya:

Workshop Sekolah Menyenangkan Day 1, Positive Learning Environment

Workshop Sekolah Menyenangkan Day 2, Student Engagement

Workshop bertajuk Membangun “Dynamic and Positive Learning Environment” di Sekolah sebagai Wujud Implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan diselenggarakan selama tiga hari, yaitu tanggal 9 – 11 Juni 2015 (Baca: Guru Australia Isi Workshop Sekolah Menyenangkan). Pada Hari ke tiga workshop, Josie, Brad, dan Joanne menerangkan tentang bagaimana mereka biasanya merencanakan pembelajaran untuk siswa.

Workshop dibuka dengan sebuah permainan kecil yang biasanya digunakan untuk anak-anak ketika mereka belajar perhitungan aritmatika sederhana. Caranya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil berisi 5-6 orang. Tiap kelompok akan diberi satu pak kartu bridge. Peserta lalu membuka beberapa kartu di atas meja. Tugas mereka sederhana, mencari kombinasi penjumlahan yang akan menghasilkan angka 10, secara bergantian. Semakin banyak kartu yang mereka kumpulkan, dialah yang akan jadi pemenang. Misalnya, jika peserta melakukan kombinasi dengan kartu 2+3+4+1, akan menang dibandingkan dengan anak yang hanya melakukan kombinasi 5+5, karena kartu yang digunakan untuk menjumlahkan angka 10 semakin banyak.

Permainan tersebut tidak hanya dapat dilakukan untuk penjumlahan, tetapi juga dapat digunakan untuk pengurangan, perkalian, dan pembagian. Untuk anak-anak yang lebih dewasa, operasi hitung bisa dibuat untuk angka yang lebih besar dan kompleks, tidak hanya menjumlah sampai dengan 10. Cara itu adalah salah satu cara pembelajaran matematika yang sederhana, namun tidak membosankan.

20150611_135404

 

Untuk sampai ke permainan semacam itu, tentu dibutuhkan perencanaan sebelumnya. Rencana besar pembelajaran, biasanya berasal dari sekolah. Perencanaan tersebut lalu dibagian kepada guru-guru untuk diturunkan dalam pembelajaran praktis di kelas, serta menyesuaikan tingkat kesulitannya dengan kelas.

Dalam merencanakan pembelajaran, mulailah dengan kurikulum, baik dari sekolah maupun kurikulum nasional. Biasanya, perencanaan semacam ini dilakukan bersama-sama oleh guru yang tingkatan kelasnya sama, sehingga tidak menjadi beban pribadi tiap guru. Petakan apa yang sudah dipahami anak, serta apa yang menjadi kebutuhan anak. Misalnya, dari kompetensi yang ada di kurikulum, guru perlu melihat, yang mana yang anak sudah bisa, mana yang belum, serta apa yang ingin dipelajari oleh anak. Memperhitungkan apa yang ingin dipelajari anak juga penting untuk membuat anak terikat dengan pembelajaran. Tidak perlu terlalu memaksakan anak harus menguasai semuanya.

Informasi tentang apa yang telah diketahui, apa yang ingin diketahui dan perlu diajarkan akan membantu ketika membuat cara pembelajaran. Biasanya, guru akan mendaftar apa saja yang perlu dipelajari, lalu merancang bagaimana cara belajar dan cara mengevaluasi apakah anak sudah paham atau belum.

Dalam melakukan pemeriksaan kemampuan siswa, tes baiknya dibuat oleh sekolah sendiri, sehingga dapat menjadi evaluasi sekolah juga, sejauh mana mereka bisa memahamkan siswa. Selain itu, untuk melihat kemampuan siswa dapat menggunakan observasi, guru dapat melakukan tanya jawab interaktif di kelas.

 

Tulisan ini disarikan dari Workshop Sekolah Menyenangkan 11 Juni 2015

About author

Shiane Anita Syarif

Kontributor Gerakan Sekolah Menyenangkan

Website:

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...