content detail

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 4)

Post by: 29/06/2015 0 comments 1040 views

Sebelumnya:

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 1, Positive Learning Environment)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 1)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 2)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 3)

Workshop bertajuk Membangun “Dynamic and Positive Learning Environment” di Sekolah sebagai Wujud Implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan diselenggarakan selama tiga hari, yaitu tanggal 9 – 11 Juni 2015 (Baca: Guru Australia Isi Workshop Sekolah Menyenangkan). Pada hari kedua workshop, ketiga pembicara, Brad, Josie, dan Joanne, mengisi materi tentang student engagement dan student centered learning. Untuk itu, ada empat hal yang ditekankan oleh pembicara, yaitu project based learning, open ended mathematics task, go public, serta critical thinking and student questioning.

20150610_134352

Pada pembahasan hari ke dua sebelumnya, telah dijelaskan mengenai critical thinking dan bagaimana langkah awal guru mengembangkan critical thinking siswa. Mengapa hal tersebut penting? Critical thinking adalah hal yang digunakan setiap hari. Biarkan murid bertanya tentang apapun yang ia inginkan.  Di mana semakin dalam pertanyaan yang tercipta, semakin dalam pula pemahaman yang akan ia peroleh. Pertanyaan-pertanyaan itu pula yang akan membuat rasa ingin tahunya berkembang.

Selain menciptakan pertanyaan, cara lain yang dapat digunakan oleh guru untuk mengembangkan critical thinking adalah membandingkan dua hal atau benda. Minta siswa untuk mengenali ciri-ciri benda atau suatu isu, minta mereka mencari persamaannya, lalu cari apa yang membuat mereka berlawanan.

Kemampuan critical thinking bukanlah kemampuan tunggal yang akan dikembangkan. Oleh sebab itu, dalam memberikan tugas, guru perlu merangkai kegiatan yang dapat mengintegrasikan beberapa aktivitas seperti kolaborasi, perencanaan, penyelesaian masalah, dan sebagainya. Salah satu kegiatan yang dicontohkan oleh pembicara adalah membuat menara dari spaghetti. Peserta dibagi beberapa kelompok, satu kelompok berisi 5-6 orang. Mereka dibekali beberapa batang spaghetti, kapas, dan lakban. Tugasnya adalah membuat menara spaghetti setinggi-tingginya, lalu meletakkan kapas di puncaknya, tanpa jatuh.

20150610_135322

Aktivitas tersebut terlihat sederhana, namun ternyata, ada berbagai proses yang terjadi mulai dari pembentukan kelompok sampai dengan menara bisa berdiri. Ada kelompok yang dapat menyelesaikan menara yang kuat dengan cepat, ada yang lambat. Ada juga yang menaranya tidak kokoh meskipun sangat tinggi. Fungsi kegiatan tersebut sebenarnya adalah melatih kerjasama antar anggota tim. Bagaimana mereka melakukan perencanaan, berpikir kritis, penyelesaian masalah, dan sebagainya. Kegiatan semacam ini lah yang lerlu direncanakan oleh guru, dengan mengolaborasikan kurikulum yang diminta ke dalam aktivitas sederhana yang mengasah berbagai hal.

Aktivitas pembelajaran tidak hanya berhenti sampai pada kegiatan. Setelah selesai, maka peserta akan ditanya, bagaimana proses pengerjaan tugas tersebut. Rencana apa yang mereka buat, mengapa sukses atau mengapa gagal, serta evaluasi apa yang akan mereka lakukan jika menghadapi tugas semacam itu lagi. Itu adalah salah satu cara untuk membuat anak belajar menganalisis atas proses yang telah ia jalani. DI CNPS, terkadang diadakan kesempatan bagi siswa untuk mempresentasikan apa yang mereka kerjakan kepada orang di lain kelas, atau bahkan orang tua, dengan alat peraga yang bebas.

Brad, Josie, dan Joanne menerangkan, dalam merangkai pembelajaran yang menyenangkan, syarat utamanya adalah membangun lingkungan belajar yang positif. Dengan rasa nyaman dan aman, anak dapat belajar dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Bekal penting bagi guru yang utama adalah enjoy. Jika guru mengajar dengan senang, maka energi tersebut ditangkap oleh siswa dengan menyenangkan juga. Mengertilah kebutuhan tiap anak dan jadikan rasa senang anak sebagai motivasi dalam mengajar.

Tulisan ini disarikan dari Workshop Sekolah Menyenangkan 10 Juni 2015

About author

Shiane Anita Syarif

Kontributor Gerakan Sekolah Menyenangkan

Website:

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...