content detail

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 2)

Post by: 24/06/2015 0 comments 790 views

Sebelumnya:

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 1)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 1)

Workshop bertajuk Membangun “Dynamic and Positive Learning Environment” di Sekolah sebagai Wujud Implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan diselenggarakan selama tiga hari, yaitu tanggal 9 – 11 Juni 2015 (Baca: Guru Australia Isi Workshop Sekolah Menyenangkan). Pada hari kedua workshop, ketiga pembicara, Brad, Josie, dan Joanne, mengisi materi tentang student engagement dan student centered learning. Untuk itu, ada empat hal yang ditekankan oleh pembicara, yaitu project based learning, open ended mathematics task, go public, serta critical thinking and student questioning.

Open ended task adalah bagaimana guru dapat memberikan pertanyaan yang dapat memancing siswa untuk melakukan diskusi mendalam tentang penyelesaikan masalah. Poinnya adalah, bagaimana pertanyaan tersebut memantik diskusi dan siswa dapat berbagi ide mereka masing-masing. Hal ini dilakukan agar anak tidak hanya melihat adanya pertanyaan dan jawaban, tetapi juga tahu bagaimana proses menuju jawaban itu.

Apakah pertanyaan yang baik itu? Brad, Josie, dan Joanne menerangkan tujuh ciri pertanyaan yang baik, yaitu: (1) membantu siswa memahami topic, (2) pertanyaan adalah jenis pertanyaan terbuka, sehingga memungkinkan jawaban yang lebih dari satu, (3) membiarkan siswa menemukan jawabannya, (4) pertanyaan mengarah ke topic yang spesifik, tetapi mendorong rasa ingin tahu siswa kepada topik lain, (5) pertanyaan dapat dipahami oleh semua anak yang memiliki latar belakang dan tingkat pemahaman yang berbeda, (6) pertanyaan dapat membuat guru tahu sampai mana pemahaman dan pengalaman anak, sehingga mempermudahnya untuk tahu apa yang perlu diajarkan selanjutnya, (7) pertanyaan mendorong siswa untuk berpikir bagaimana cara mengaplikasikan suatu jawaban ke situasi lain.

Pertanyaan yang baik biasanya menggunakan pengetahuan aplikatif sebagai stimulus, lalu pahami apa yang siswa belum mengerti. Selain itu, guru juga perlu menghubungkan pertanyaan terbuka dengan pengetahuan yang sudah didapat oleh siswa sebelumnya. Jawaban yang didapat anak dari pertanyaan ini dapat membuat anak memikirkan pertanyaan lain, sehingga mereka tertarik untuk mencari tahu sendiri.

Pertanyaan terbuka dibuat untuk mengembangkan cara berpikir anak. Sementara itu, pertanyaan tertutup biasanya digunakan untuk logika. Dalam mengajar pelajaran yang membutuhkan logika, guru perlu mengajarkan dasarnya terlebih dahulu. Misalnya dalam matematika. Guru perlu mengajarkan anak dasar penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan sebagainya, sebelum memberi mereka pertanyaan terbuka. Pertanyaan terbuka dalam matematika misalnya: dari mana mendapatkan angka 10? Anak bisa menjawabnya dengan variasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, maupun pembagian.

Setelah open ended task, ada juga go public. Go public yang dimaksud adalah sharing, yaitu memberi ruang bagi anak untuk menunjukkan hasil karya dan keativitas yang ia lakukan di sekolah kepada orang lain, seperti orang tua. Hal ini dapat membuat anak merasa terapresiasi dan bersemangat untuk melakukan hal lain yang kreatif.

 

Tulisan ini disarikan dari Workshop Sekolah Menyenangkan 10 Juni 2015

About author

Shiane Anita Syarif

Kontributor Gerakan Sekolah Menyenangkan

Website:

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...