content detail

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 1)

Post by: 23/06/2015 0 comments 909 views

Workshop bertajuk Membangun “Dynamic and Positive Learning Environment” di Sekolah sebagai Wujud Implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan diselenggarakan selama tiga hari, yaitu tanggal 9 – 11 Juni 2015 (Baca: Guru Australia Isi Workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan). Pada hari kedua workshop, ketiga pembicara, Brad, Josie, dan Joanne, mengisi materi tentang student engagement dan student centered learning.

Student engagement adalah keterlibatan siswa dalam pembelajaran.  Penting bagi guru untuk membuat murid merasa terlibat dengan pembelajaran, agar mereka nyaman dan aman di kelas. Membuat anak berani terlibat atau bertanya bukanlah hal yang mudah, sehingga peran lingkungan belajar yang positif merupakan hal penting (Baca: Workshop Sekolah Menyenangkan Day 1, Positive Learning Environment), agar anak dapat menumbuhkan keberanian mereka. Student engagement terjadi ketika siswa terlibat secara psikologis dalam belajar. Siswa berusaha keras untuk mempelajari apa yang ditawarkan sekolah, mereka bangga tidak hanya ketika mendapatkan indikator formal (nilai yang tinggi), tetapi bangga karena memahami materi dan dapat mengintegrasi atau internalisasi ke dalam kehidupan mereka (Newman, 1992).

Pusat dari pembelajaran bukan lagi guru, melainkan siswa. Sederhananya, jika siswa tidak bisa memahami materi dengan cara guru mengajar, maka guru harus mengajar dengan cara siswa belajar (Estrada). Lalu bagaimana guru dapat membantu pembelajaran siswa sebagai seorang guru yang bersahabat? Jadikanlah belajar menjadi menyenangkan. Ada empat hal yang ditekankan oleh Brad, Josie, dan Joanne, yaitu project based learning, open ended mathematics task, go public, serta critical thinking and student questioning.

Project based learning adalah guru memberikan proyek yang mengitegrasikan kurikulum dan membuat pembelajaran terkait dan menarik bagi siswa, yaitu dengan memancing kreativitasnya. Sebab siswa itu sebenarnya memiliki kreativitas, tetapi terkadang cara guru mengajar justru membuat kreativitas siswa berkurang. Josie, Brad, dan Joanne menerangkan bahwa metode pembelajaran ini perlu dihubungkan dengan ketertarikan siswa, sehingga siswa dapat dilihat dari apa yang mereka hasilkan. Selain itu, proyek juga digabungkan dengan berbagai mata pelajaran,dan diusahakan untuk memunculkan kreatifitas dan keterlibatan.

Ada tiga tahap dalam merencanakan project based learning. Pertama, pilih salah satu kompetensi yang ada di kurikulum. Pastikan bahwa guru memahami kurikulum. Bahasa kurikulum biasanya sangat kompleks. Tugas guru adalah menginterpretasikan isi kurikulum tersebut ke dalam bahasa yang sederhana, lalu memastikan bahwa siswa juga memahami apa yang diinginkan oleh kurikulum.

Tahap kedua, adalah merencanakan bagaimana cara guru akan menilai bahwa siswa telah memahami konsep dari pembelajaran. Misalnya ketika kurikulum yang dipilih adalah soal desain, kreativitas dan teknologi, maka di tahap kedua, rangcanglah bagaimana guru dapat melihat kemampuan desain, kreativitas, dan teknologi siswa, misalnya siswa perlu menghasilkan produk tertentu.

Sementara itu, tahap ke tiga adalah merancang aktivitas nyata yang lebih detail untuk membimbing siswa memproduksi produk yang diinginkan di tahap ke dua. Misalnya menyiapkan alat dan bahan, dan sebagainya. Dalam pembelajaran ini, biasanya guru tidak langsung memberikan tugas, tetapi diawali dengan aktivitas yang akan merangsang pemahaman dan kreativitas siswa untuk memproduksi sendiri karyanya. Misalnya dengan mengajak anak berkunjung ke tempat yang memiliki desain dan teknologi yang baik, memberi referensi buku, dan sebagainya. Proyek besar biasanya membutuhkan waktu satu semester untuk menyelesaikannya.

Tulisan ini disarikan dari Workshop Sekolah Menyenangkan 10 Juni 2015

Selanjutnya:

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 2)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 3)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 2, Part 4)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 3), Merencanakan Pembelajaran

 

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...