content detail

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 1, Part 1)

Post by: 16/06/2015 0 comments 1197 views

Workshop bertajuk Membangun “Dynamic and Positive Learning Environment” di Sekolah sebagai Wujud Implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan diselenggarakan selama tiga hari, yaitu tanggal 9 – 11 Juni 2015 (Baca: Guru Australia Isi Workshop Sekolah Menyenangkan). Pada hari pertama workshop, ketiga pembicara, Brad, Josie, dan Joanne, mengisi materi tentang lingkungan pembelajaran yang positif.

Menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif pada intinya adalah membuat anak merasa nyaman dan aman untuk belajar, sehingga anak mau belajar secara sukarela. Sebab, rasa takut, ketidaknyamanan dan kecemasan adalah dasar yang buruk untuk proses belajar, dan membuat pembelajaran makin sulit. Untuk membentuk komunitas sekolah yang positif, dibutuhkan juga kondisi sosial dan emosional baik para siswa, kerjasama dengan orang tua, serta membantu anak yang mungkin memiliki kebutuhan berbeda atau mengalami kesulitan.

Ada beberapa kata kunci yang bisa dilihat dalam membangun lingkungan belajar positif, yaitu student engagement, student inclusion, student ownership, student voice, serta parent partnerships. Student engagement, yaitu adalah bagaimana siswa dapat terlibat dan menjadi bagian dari perjanjian dan kegiatan yang ada di sekolah.

Ada awal pembelajaran, mungkin akan dibutuhkan sedikit ice breaking, misalnya permainan sederhana agar anak lebih cair dan kondisi hatinya lebih senang. Biarkan anak-anak tahu apa yang akan mereka pelajari. Jika perlu, tempel lah target pembelajaran yang akan dilakukan, baik yang sifatnya mata pelajaran, maupun kemampuan lain, seperti kemampuan interpersonal. Misalnya, dalam kemampuan bahasa, yang akan menjadi target belajar dapat dituliskan, “Saya bisa menulis cerita sendiri.”. Lalu untuk kemampuan interpersonal, target pembelajaran dapat ditulis, ”Saya bisa bekerjasama dalam kelompok.”. Biarkan juga anak tahu apa yang seharusnya ia mampu lakukan setelah pembelajaran.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembelajaran adalah, berikan instruksi dengan posisi siswa sebagai satu kesatuan. Lalu dalam mengerjakan, siswa bisa dibagi dan membiarkan mereka bekerja di kelompok kecil, ataupun berkompetisi. Namun di akhirnya, dalam membuat kesimpulan akhir, anak harus tetap ditegaskan sebagai satu kesatuan besar, bukan kelompok kecil.

Selain itu, di awal pembelajaran, guru bisa memulai kelas dengan melakukan pemeriksaan sederhana untuk mengetahui kondisi siswa-siswanya di sekolah saat pembelajaran dimulai. Misalnya dengan melakukan permainan berikut: Anak – anak diminta untuk mengukur dirinya dalam suatu kontinum. Misalnya mengukur perasaan anak hari ini. Angka 1 untuk tidak percaya diri, 2 untuk agak sedih, 3 untuk senang, dan 4 untuk sangat senang. Anak yang memilih masing-masing angka dikelompokkan. Dengan demikian, guru akan mengetahui mana anak yang sedang dalam keadaan tidak senang dan mana yang baik-baik saja, sehingga guru dapat memberikan perlakukan yang tepat bagi anak. Hal yang diukur dapat berubah sesuai dengan kebutuhan guru.

Student inclusion adalah bagaimana membuat kelas yang aman, nyaman, dan dapat menjadi tempat belajar bagi berbagai macam siswa. Hal yang diinginkan dalam hal ini adalah bagaimana membuat anak bekerjasama, input yang sama, anak berpartisipasi dalam kelas, dan merayakan semua anak. Hal ini dilakukan misalnya dengan membuat identitas tiap anak di ruang kelas berupa nama, tanggal ulang tahun, dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar anak merasa menjadi bagian dari kelasnya dan ulang tahunnya termasuk menjadi bagian dari kelas. Bisa juga diganti dengan hal lain, misalnya cap tangan anak-anak, foto, atau identitas lain yang berhubungan dengan kepribadian mereka, seperti apa yang disukai dan apa yang tidak disukai, sehingga anak merasa terlibat dalam komunitasnya.

Selanjutnya:

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 1, Part 2)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 1, Part 3)

Workshop Sekolah Menyenangkan (Day 1, Part 4)

Tulisan ini disarikan dari Workshop Sekolah Menyenangkan 9 Juni 2015

About author

Shiane Anita Syarif

Kontributor Gerakan Sekolah Menyenangkan

Website:

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...