content detail

Workshop Mewujudkan Sekolah Nir Kekerasan

Post by: 27/11/2015 0 comments 2013 views

Maraknya perilaku bullying yang terjadi di sekolah-sekolah Indonesia telah menimbulkan kerisauan berbagai pihak. Hal ini yang mendorong Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) menggelar workshop bertajuk How do school prevent violence or bullying at school. Acara yang telah diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 November 2015 ini berhasil menggaet peserta dari beberapa kalangan. Mulai dari siswa sekolah, mahasiswa, orang tua murid bahkan profesional pendidikan Australia berpartisipasi dalam workshop yang bertempat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne ini.

DSC_0129
Peserta yang terdiri dari diaspora Indonesia dan pegiat pendidikan di Australia sedang registrasi sebelum workshop dimulai

 

 

DSC_0145
Ibu Ita (Bagian Pensosbud KJRI Melbourne) membuka workshop

Acara dibuka dengan sambutan pihak KJRI yang diwakili oleh Ibu Ita Mapajarungi, konsul pendidikan sosial dan budaya dari KJRI melbourne Dalam sambutannya beliau menyampaikan acara ini digelar dengan harapan agar dapat memberi pemahaman yang lebih jelas mengenai perilaku bullying dan bagaimana pencegahannya. Workshop dimulai  dengan tampilan video kasus bullying yang terjadi di salah satu sekolah Indonesia. Workshop yang berlangsung selama 2 jam ini dipandu oleh Novi Candra sebagai faslitator utama. Novi, yang merupakan salah satu inisiator GSM dan baru saja menyelesaikan studi doktoral nya di University of Melbourne Australia menyampaikan beberapa fakta mengejutkan tentang perilaku bullying di Indonesia yang kemudian didiskusikan oleh peserta dalam kelompok-kelompok kecil yang dipandu oleh beberapa relawan dari GSM.

Dari hasil diskusi para peserta workshop sepakat bahwa perlu diciptakannya budaya positif di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan perilaku bullying. Dalam workshop ini juga menghadirkan sharing session dari Clayton North Primary School (CNPS) yang diwakili oleh salah satu pengajar mereka yaitu Josie Burt. Pada workshop ini, Josie berbagi tentang beberapa metode yang digunakan CNPS untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif.

DSC_0210
Workshop juga diikuti oleh peserta didik asal Indonesia di Australia yang berbagi pengalaman seputar bullying dan pencegahan ala sekolah Australia

 

Pada akhir workshop ini beberapa peserta -yang terdiri dari Diaspora Indonesia, professional pendidikan Australia- menyampaikan harapannya. Sebagaimana disampaikan Sastra Wijaya dari ABC Australiaplus, bahwa semua kalangan hendaknya memberikan dukungan terhadap adanya gerakan seperti GSM dengan memanfaatkan media sosial. Sri Dean dari SBS Radio Australia, juga berharap bahwa kegiatan serupa ini hendaknya berkelanjutan. Kanti, seorang mahasiswi doktorat dari University of Melbourne berharap bahwa untuk ke depannya akan terjalin kerjasama dengan pemerintah agar upaya kepedulian terhadap pendidikan yang dimotori oleh GSM ini dapat berdampak pada kebijakan dan peraturan.

 

 

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...