content detail

Workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan (Day 4)

Post by: 06/06/2016 1 comments 712 views

*Fair dalam Penilaian*

_Oleh: Fauzan, Zuqi, & Qoni_

 

Ternyata menjalani workshop seperti ini cukup melelahkan teman2. Berangkat pagi, pulang sore, malam nulis, pagi posting. Lelah juga teman2. Tapi kami heran, kenapa Joanne, Jesie dan Ken tidak pernah terlihat ya. Padahal mereka setelah mengisi workshop selalu saja diajak untuk berkunjung ke sekolah-sekolah lain yang notabene tidak dijadikan tempat workshop. Guru-guru Clayton North keren pokoknya. Kita tidak boleh kalah dong.

workshop day 4 di SD Kalam Kudus
workshop day 4 di SD Kalam Kudus

Sebelum memasuki materi, Pak Yudi kepala sekolah SD M Noyokerten terlebih dahulu memberikan refleksi tentang pembelajaran kemarin. Beliau mengatakan bahwa, “ada 2 hal yang ditekankan dalam pembelajaran menyenangkan, *yaitu pembelajaran berbasis nilai dan pembelajaran berbasis proses*”. Hasil yang diperoleh tidak akan kita petik sekarang, tapi dimasa yang akan datang. Sehingga kita tidak perlu risau anak kita sekarang tidak bisa, Insya Allah kita bisa. Seperti salah prinsip Nabi Muhammad SAW., bahwa kalau mereka tidak mau beriman, Insya Allah anaknya akan beriman, kalau tidak anaknya ya cucunya, kalau tidak cicitnya, dan seterusnya tidak pernah ada kata putus asa. Makanya dalam ajaran agama kita ada anjuran, *”gembirakanlah jangan kau takut-takuti dan mudahkanlah jangan kau persulit”*. Lama-lama kita malah ngomongin Pak Yudi ya. Udah kita masuk ke materi aja yuks.

student will dan kolom Know-want to know
student will dan kolom Know-want to know

Pada kesempatan ini kami mengupas tentang tema pembelajaran. Kami diberi 75 menit untuk mengulas learning tema.  Ada 3 hal penting yg akan kita capai:
1. Student Will *learnt key facts* about Australia (kami akan belajar fakta2 ttg Australia),
2. Student will *practise mapping* skills (memetakan /membuat map terkait fakta yg didapat)
3. Student will *practise classification* (belajar mengelompokkan fakta)
Untuk membantu kita menemukan fakta2 tersebut  Ken membuat rubrik yang berisi “*Know*/apa yang kita ketahui? , *Want to know*/apa yang ingin kita ketahui? , *Learnt* /apa yang sudah kita pelajari (KWL).

Pertama-tama kita diminta mengisi terlebih dahulu kolom Know dan Want to know sesuai selera masing2. Yang penting tentang Australia. Paling tidak 3 isian. Misalnya yang Know, _saya sudah tahu PM Australia bernama Malcom Turnbull, saya sudah tahu Australia satu-satunya negara yang berbentuk benua, dan lain sebagainya_. Yang Want to know juga harus kita isi. Waktu itu kami isinya seperti ini, _kami ingin tahu hubungan manusia dengan manusia di Australia_ . Maksudnya pola interaksi di Australia tu gimana. Yang jelas kami juga menuliskan, _bagaimana pendidikan SD, SMP, SMA sampai dengan kuliah disana.
Dan terakhir kami juga menulis tempat wisata yang rekomended untuk dikunjungi. Eh lagi2 yang jawab Pak Rizal, _”Paris, Denhag, Yunani, semua bagus, tapi Melbourne is the best”_. Wah, oke Pak Rizal. Kita berusaha ya, kalau ndak study kesana ya modus study banding ndak papa ya.

Setelah kami menuliskan Know dan Want to know, kami diminta mencari fakta-fakta tentang Australia yang sudah ditulis dalam post-it yang ditempel diberbagai sudut gedung SDK Kalam Kudus, tempat  kami workshop.

Fakta tentang Australia
Fakta tentang Australia

Kami mendapat fakta, ada _Australia negara kedua yang memberi hak suara pada perempuan tahun 1902, Australia terdiri dari 6 negara bagian dan 2 wilayah teritorial_, dan lain sebagainya.

Semuanya ada 12 fakta, tetapi kelompok kami hanya dapat 7 teman2. Kata Ken, ndak papa dapat berapapun akan dihargai. Setelah kami dapat beberapa fakta, kami diminta berdiskusi untuk mengklasifikasikan fakta-fakta tersebut. Tapi uniknya kami tidak diberi petunjuk klasifikasi berdasarkan apa. Terserah pokoknya. Wah, ini kalau di sekolah kita bisa rame ya. Asyik tuh. Hehehe. Fakta _memberi hak suara pada perempuan_, kami klasifikasikan dalam bidang politik. Sedangkan _Australia terdiri dari 6 negara bagian_, kami klasifikasikan ke dalam bidang geografi.

Kegiatan diksusi dalam workshop
Kegiatan diksusi dalam workshop

Dari beberapa kelompok yang telah berdiskusi, semua maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Dan hasilnya sangat beragam jenis klasifikasinya. Namun semua diapresiasi oleh Ken. Ken bukan melihat jenis klasifikasi itu benar atau salah, namun *Ken melihat cara berpikir anak-anaknya yang nantinya sebagai bahan pertimbangan Ken dalam menyusun tema pembelajaran selanjutnya.* Ternyata cara berpikir Ken sangat berbeda dari kita yang terlalu fokus pada benar-salah ya. Ayo sadar teman2.

Baru setelah kami presentasi, Ken mempersilakan untuk menilai diri sendiri dengan rubrik yang telah disediakan Ken di depan. Ada *partisipasi dalam kelompok, ada pemahaman terhadap fakta-fakta, dan kemampuan dalam mapping*.

rubrik penilaian
rubrik penilaian dari Ken (narasumber)

Perlu kita pahami bersama bahwa *rubrik penilaian sudah harus kita beritahu ke anak di awal pembelajaran. Agar anak terpacu untuk mencapai the best. Juga untuk menjunjung fairplay. Atau keadilan dalam penilaian *. Wah, ini yang sering kita lupakan. Kita terlalu sering menutup kriteria penilaian.

 

#WorkshopGSM4

Comments (1)

I Like it Mr/Mrs Admin. Terima kasih telah memuat tulisan kami.

Balas

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...