content detail

Tips Cegah DBD di Sekolah Saat Musim Hujan

Post by: 27/01/2016 0 comments 1088 views

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang selalu ada di setiap tahun, terutama pada saat musim hujan tiba. Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Oleh karena itu, penyakit demam berdarah sering disebut dengan DBD (Demam Berdarah Dengue).

            Penyakit demam berdarah dengue dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa.  Terutama anak-anak yang masih rentan dengan virus dan penyakit, termasuk anak sekolah yang merupakan kelompok yang paling rentan tertular penyakit demam berdarah.

thumb(34)

Karena nyamuk Aedes aegypti lebih aktif di pagi hingga siang hari. Saat pagi hingga siang hari itulah anak-anak sedang belajar di sekolah. Selain itu, juga karena keadaan lingkungan sekolah yang kurang menjaga kebersihan, ditambah lagi apabila keadaan kelas yang gelap dan lembab karena musim hujan. Nyamuk sangat suka dengan tempat yang lembab dan pada genangan air. Oleh karena itu kebersihan lingkungan sekolah harus tetap dijaga agar tidak mudah terserang penyakit DBD.

            Berikut tips cara mencegah penyakit demam berdarah dengue di sekolah:

  DB

            Pertama-tama, kita harus memahami bahwa 3M adalah sebuah ide program sederhana yang diluncurkan Pemerintah beberapa tahun yang lalu. 3M sendiri merupakan akronim dari Menguras, Menutup, dan Mengubur. Definisi dan penjelasan lengkapnya adalah sebagai berikut:

Menguras

            Yaitu menguras tempat penampungan air di sekolah secara rutin, minimal jika air sudah mulai keruh, seperti bak mandi dan kolam. Upaya ini dimaksudkan untuk mengurangi perkembangbiakan dari nyamuk yang membawa potensi demam berdarah. Air yang keruh dan jarang dikuras tempatnya merupakan tempat yang bagus bagi nyamuk untuk bertelur dan menempatkan jentik-jentiknya untuk berkembang biak.

Menutup

            Yaitu menutup tempat-tempat penampungan air di sekolah, khususnya yang menjadi konsumsi tiap hari seperti air di kantin sekolah. Umumnya, untuk sekolah daerah perdesaan, tampungan air jarang sekali dikuras karena kondisi tidak memungkinkan. Jangankan dikuras, air berkurang saja harus segera diisi kembali karena memang merupakan tempat cadangan air untuk keperluan sehari-hari. Tempat-tempat seperti ini harus ditutup agar nyamuk tidak bisa meletakan telurnya kedalamnya mengingat nyamuk pembawa penyakit demam berdarah sangat menyukai air yang bening.

Mengubur.

            Yaitu mengubur barang – barang yang tidak terpakai yang dapat memungkinkan terjadinya genangan air. Barang-barang tersebut dapat meliputi botol bekas jajanan anak, kaleng bekas, plastik jajanan, dan barang-barang yang memungkinkan nyamuk bertelur di dalamnya. Jika tidak dikubur, bisa dibikin kreativitas dari barang bekas, atau bisa juga dijual ke tukang barang bekas.

            Selain 3M di atas, ada tambahan (PLUS) untuk melengkapi cara mencegah penyakit demam berdarah dengue di sekolah yaitu hindari gigitan nyamuk, hindari bermain di tempat yang kotor, selalu menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah, mengganti seragam sekolah secara berkala, tidur memakai kelambu dan memakai obat nyamuk.

Semoga bermanfaat

sumber di sini

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...