content detail

Taman Kanak-Kanak di Australia

Post by: 08/03/2015 0 comments 1418 views

TK (Kindergaten) dan TPA (Child care) memilki peran sangat penting dalam membantu perkembangan anak usia dini. Selain berfungsi sebagai taman bermain dan bersosialisasi, TK dan TPA juga menjadi tempat bagi anak untuk mulai membentuk identitas atau jati diri, mengeksplorasi potensi, dan tentu saja menjadi fase mengenali dasar-dasar ilmu pengetahuan.

sumber: http://www.abc.net.au/
sumber: http://www.abc.net.au/

TK dan TPA dikelola dalam kerangka yang disebut EYLF (Early Years Learning Framework) dan SNQ (Standard National Quality), yang isi pokoknya mengajarkan kemandirian dan respek, berpikir kreatif dan positif, mengenali identitas diri dan membangun kepercayaan diri, serta sikap inklusif (menerima dan menghargai perbedaan). Selain itu, sekolah juga mengembangkan kemampuan untuk mengekpresikan diri, sopan santun (moralitas) terhadap guru, orang tua dan teman.

TK biasanya di akhir tahun pelajaran mengadakan pameran karya seni anak-anak (art show) secara rutin, yang menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari lukisan, ketrampilan (imajinasi wajah, merangkai bunga, boneka tangan, meronce sedotan), kerajinan seni (membuat kerajinan dari tanah liat, kayu, maupun barang bekas). Bagian dari pameran itu, pihak sekolah akan menampilkan ikon dari karya kelompok anak (umur 3 tahun dan 4 tahun). Disamping itu, dalam waktu yang sama ada semacam family gathering, untuk sekedar saling berbagi makanan dan bertukar cerita, serta saling mengenal satu sama lain. Kepercayaan, keterbukaan, saling mendukung, dan tidak formal, itulah gambaran hubungan orang tua – guru yang terbentuk.

Dari pengalaman, ada beberapa catatan menarik tentang bagaimana proses pengajaran di TK di Australia.

Petama, aspek hubungan guru dan anak. Fungsi guru sebagai perangsang pembelajaran sangat terasa dibandingkan dengan fungsi guru untuk memberikan instruksi. Sejauh yang bisa kami perhatikan, anak-anak diberikan kebebasan untuk berekspresi apapun sesuai dengan imajinasi sosial dan budayanya. Fungsi guru adalah lebih mengarahkan, mendampingi, dan menunjukkan cara untuk mengekspresikan imajinasi.

Kedua, tata ruang kelas dan lingkungan yang mendukung anak untuk berekspresi dan melakukan eksplorasi seoptimal mungkin. Kelas, bagi anak-anak TK adalah ruang bermain. Namun, kami memahami dengan dengan bermain itulah mereka belajar berbagai dasar ilmu dan pengetahuan. Di TK anak kami misalnya, dalam satu ruangan cukup luas, terdapat area untuk melukis dan kreasi, semacam perpustakaan anak, dapur, area untuk membacakan cerita bersama, bermain lego, puzzle, berhitung, menulis, menggambar, menyanyi, area untuk drama, dan beberapa area lainnya yang merangsang rasa ingin tahu dan membantu mengasah talenta anak. Di luar ruangan kelas, taman dengan berbagai alat permainan luar ruang yang bervariasi menjadikan anak memiliki tempat yang luas untuk mengekspresikan dirinya.

Ketiga, hubungan guru dan orang tua. Perkembangan anak adalah tanggung jawab bersama, karena itu kebersamaan orang tua dan guru sangat dibutuhkan. Sebagai bagian dari komunikasi, masing-masing akan akan memiliki semacam jurnal aktivitas dan perkembangan, dimana guru akan mencatat semua aktivitas yang dilakukan anak baik secara berkelompok maupun perseorangan, kemudian diobservasi dan memberikan semacam penilaian. Apabila observasi ini mengalami peningkatan, maka aktivitas anak akan lebih ditingkatnya di atas level sebelumnya. Lembaran observasi itulah yang menjadi alat komunikasi dengan orang tua, yang disampaikan dalam periode tertentu. Sebaliknya, orang tua biasanya juga akan selalu mendapatkan kesempatan untuk setiap saat menyampaikan pertanyaan dan pikirannya terkait dengan perkembangan anaknya.

Selain tiga hal di atas, kami mendapati bahwa peran pemerintah sangatlah penting. Petugas dari kantor pendidikan akan selalu rutin mengadakan kunjungan, untuk mengecek kurikulum dan melihat proses pembelajaran, apakah sudah dijalankan sesuai dengan standard yang dirumuskan oleh pemerintah (Australian standard).

Dengan adanya fondasi yang kuat dalam pendidikan di TK, anak dapat memiliki kepercayaan diri, bisa berteman dengan banyak anak, berani menyampaikan pendapat, dan menunjukkan respek pada aturan yang ada. Fondasi yang terbangun karena lingkungan dan sistem pendidikan, yaitu guru, framework dan detil aktivitas, serta tata lingkungan belajar TK yang memberinya kesempatan untuk secara luas melakukan eksplorasi dan ekspresi atas talenta yang dimiliki dan identitas dirinya.

 

Tulisan merupakan rangkuman dari tulisan Dini Hariyani Sandi (Asisten Pendidikan Usia Dini di Dobson Kindergaten, Maidsone, Melbourne, Victoria) yang dimuat dalam buku Sekolah itu Asik (2014). Tulisan lengkap dapat dibaca dalam buku tersebut.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...