content detail

Sebuah Rapor Tanpa Angka

Post by: 03/04/2015 0 comments 1329 views
sumber: http://www.couriermail.com.au/
sumber: http://www.couriermail.com.au/

Setelah anak-anak belajar  dan bersenang-senang di sekolah selama selama periode tertentu, pasti orangtua akan menunggu-nunggu umpan balik mengenai bagaimana performa anak di sekolah. Saya akan akan menceritakan yang saya lihat dari rapor anak saya (SD dan SMP). Fokusnya adalah cara pelaporan hasil asesmen di rapor untuk mengilustrasikan bagaimana hasil dan proses belajar siswa di sekolah disampaikan oleh guru kepada orangtua.

Sebagai pengantar perlu saya sebutkan bahwa di Australia, kegiatan belajar dilaksanakan dalam empat periode yang disebut term. Masing-masing term berjalan sekitar 9-11 minggu. Siswa mendapat rapor dua kali dalam setahun, yakni di akhir term kedua dan keempat. Jadi rapor ini merupakan hasil asesmen guru selama dua term atau satu semester.

Di samping rapor dua kali setahun, saat siswa duduk di kelas 3, 5, dan 7 mereka juga mengikuti tes National Assessment Program on Literacy and Numeracy (NAPLAN) di sekolah. Tes NAPLAN ini adalah program nasional asesmen kemampuan peserta didik dalam hal kemampuan baca-tulis dan kemampuan berhitung.

Seperti apa rapor Australia?

Apa saja yang termuat di dalam rapor? Pertama, sampul depan tentu berisi informasi mengenai identitas anak seperti nama, kelas, Year level (Grade), dan nama guru kelas. Kemudian badan rapor terdiri atas satu halaman profil performa anak dalam semua mata pelajaran, diikuti deskripsi atau paparan kualitatif mengenai performa anak secara umum, yang ditulis oleh guru/wali kelas. Setelah itu beberapa halaman berikutnya menguraikan performa anak di beberapa mata pelajaran, ditulis oleh guru masing-masing bidang studi.

Profil Performa Siswa

Profil ini tidak memakai angka sebagai indikasi pencapaian siswa, namun menggunakan huruf A, B, C, D, E yang disertai diagram yang menunjukkan posisi kemampuan siswa relatif dibandingkan standar yang diharapkan untuk dikuasai di year level tertentu. Sebagai ilustrasi, Gambar 1 adalah contoh profil performa anak di Year 7. Dalam gambar tersebut kolom Year 7 diarsir pada separo bagian yang di belakang, menandakan bahwa ini adalah rapor untuk Semester 2 Year 7. Noktah-noktah hitam menandai posisi kemampuan anak.

raport

Rating A-E ini tentunya juga ada keterangannya. Jika performa anak sesuai dengan standar capaian yang diharapkan untuk Year level tersebut, maka anak mendapat C. B artinya di atas standar, A artinya jauh di atas standar. D artinya di bawah standar, dan E jauh di bawah standar. Jadi harap dibedakan dengan nilai kuliah kita di Indonesia, di mana C itu secara umum artinya di bawah standar.

Di samping profil performa akademik, lembar ini juga memuat informasi mengenai kebiasaan bekerja (work habit) anak di sekolah. Kebiasaan bekerja ini meliputi usaha (effort) dan perilaku di kelas (class behaviour), yang penilaiannya berkisar dari 1 yaitu need attention (butuh perhatian) hingga 5 yaitu excellent (istimewa).

Deskripsi Kualitatif

Profil di atas kemudian diikuti deskripsi kualitatif mengenai performa anak. Secara umum saya lihat guru berusaha menampilkan deskripsi ini dengan gaya yang interaktif, tidak terlalu formal, namun tanpa mengurangi bobot deskripsinya. Berikut ini cuplikan laporan guru kelas anak saya yang mendeskripsikan pencapaian:

Kemandirian Putri dalam mengerjakan tugas-tugasnya pantas mendapat pujian. Putri selalu fokus dan menggunakan potensinya secara penuh dalam mengerjakan tugas di kelas. Tugas-tugas diselesaikannya dengan standar kualitas yang tinggi dan tepat waktu. Putri membuat kemajuan yang menggembirakan dalam Matematika. Dia sudah mampu mengenali, merepresentasikan dalam huruf dan angka, serta mengurutkan bilangan sampai 10.000. Dia sudah mampu mengenali bilangan genap dan ganjil…….(dan seterusnya)

Uraian di atas kemudian diikuti deskripsi performa siswa. Bagian berikutnya memaparkan “area for improvement” atau area yang memerlukan perbaikan. Berikut ini contoh deskripsi dalam bagian di mata pelajaran Bahasa Inggris.

Ruli perlu didorong untuk mempunyai dan menepati jadwal belajar rutin dan mengisi buku hariannya, agar dapat mengumpulkan pekerjaan rumah tepat waktu. Dia sebaiknya berkonsultasi kepada guru saat berproses mengerjakan PR, untuk memastikan bahwa dia mengerjakan dengan benar…. (dan seterusnya)

Setelah menjelaskan bagian yang perlu perbaikan, guru kelas juga menuliskan saran untuk orangtua dalam membantu anak belajar di rumah. Berikut ini contohnya.

Di rumah, Putri dapat didorong untuk mempraktekkan latihan menulis tegak bersambung secara konsisten ukuran dan bentuknya. Minat Putri dalam menulis perlu didukung terus, misalnya dengan mengajak Putri untuk mengumpulkan informasi tentang suatu hal dari berbagai sumber kemudian membuat summary dalam bentuk poster atau power point……. (dan seterusnya)

Tidak ada informasi mengenai peringkat anak, baik tertulis maupun lisan. Lebih tepatnya memang tidak ada pemeringkatan berdasarkan performa akademik anak. Namun demikian, di sekolah tertentu, ada penghargaan yang disebut “Principal Award” yang diberikan kepada lima anak di setiap kelas. Award ini berupa sticker yang ditempel di rapor. Berdasarkan informasi guru, award ini diberikan kepada lima anak di kelas tersebut yang memberi pengaruh positif kepada teman-temannya baik mealui capaiannya, usahanya, maupun perilakunya. Jadi tidak melulu berdasarkan prestasi akademik.

Komunikasi Lisan Capaian Siswa

Di akhir term kedua, disediakan kesempatan khusus untuk bertemu bertiga antara guru, orangtua, dan murid. Acara ini disebut three-way conference. Biasanya untuk masing-masing pasangan anak dan orangtua dialokasikan waktu 10 menit untuk duduk bersama dengan guru dan membicarakan. Dalam pertemuan itu, guru akan memberi orangtua saling memberi dan menerima informasi tentang anak, dan anak juga diberi kesempatan untuk mendengar pendapat guru tentang dirinya serta mengekspresikan pikiran dan perasaannya mengenai sekolah dan proses belajar. Jika orangtua masih menginginkan untuk berbicara lebih banyak dengan guru, guru selalu siap menerima sebelum atau sesudah jam sekolah setiap harinya.

Rapor NAPLAN

Sebagaimana rapor per semester, laporan hasil tes NAPLAN ini juga tidak mengandung angka sama sekali. Tidak juga mengandung kategorisasi verbal seperti Baik, Rata-rata, Kurang. Hanya ada balok vertikal yang dibagi menjadi 6 bagian yang disebut bands. Posisi rerata nasional untuk Grade tertentu ditandai dengan sebuah segitiga kecil hitam di suatu titik di balok tersebut, sedangkan posisi skor individual siswa ditandai dengan sebuah bulatan hitam.

Capaian Akademik Bukan Satu-satunya Indikasi Pintar

Saat melihat rapor anak, apa yang biasanya menjadi fokus perhatian kita? Capaian akademiknya? Mungkin ya bagi sebagian kita. Namun demikian saya melihat bahwa di Australia, capaian akademik tidaklah digunakan sebagai satu-satunya indikasi keberhasilan belajar siswa. Dari komunikasi lisan dengan guru, maupun berdasarkan yang tertulis di rapor, saya mendapat kesan bahwa capaian akademik bukanlah capaian yang diagung-agungkan.

Saya tersentuh sekali dengan sebuah kutipan yang dimuat di surat Kepala Sekolah sebagai pengantar rapor NAPLAN. Kutipan itu katanya beliau kutip dari postingan seseorang di Facebook. Berikut ini terjemahannya:

“Siswa-siswa tersayang,”

Kami berharap kamu mengerti bahwa tes ini tidak selalu menguji semua hal yang membuat kalian spesial dan unik. Orang-orang yang menciptakan tes ini serta menentukan skor kalian tidak tahu tentang diri kalian seperti halnya guru-gurumu tahu tentang kalian; apalagi seperti halnya keluargamu mengerti tentang kalian. Mereka tidak tahu bahwa banyak di antara kalian yang bisa berbicara dua bahasa. Mereka tidak tahu bahwa kalian bisa memainkan alat music atau bahwa kalian bisa menari atau melukis. Mereka tidak tahu bahwa teman-temanmu dapat mengandalkanmu saat mereka memerlukan bantuanmu, dan bahwa candaanmu bisa mencerahkan hari yang paling suram.

Mereka tidak tahu bahwa kamu bisa menulis puisi atau lagu, bermain sports, berfikir tentang masa depan, atau bahwa kadangkala kamu membantu orangtua menjaga adik-adikmu. Mereka tidak tahu bahwa kamu sudah pernah berkunjung ke tempat lain dan kamu bisa menceritakan sebuah kisah hebat, atau bahwa kamu sangat senang berkumpul dengan keluarga dan teman-temanmu. Mereka tidak tahu bahwa kamu orang yang bisa dipercaya, baik hati, berhati-hati dalam bertindak, dan bahwa kamu selalu berusaha untuk menjadi  dirimu yang terbaik setiap harinya. Skor-mu dalam rapor ini memberitahu sesuatu tentang dirimu, tetapi tidak memberitahu segalanya tentangmu. Ada banyak cara untuk menjadi pintar.

Benar. Ada banyak cara untuk menjadi pintar. Performa akademik boleh menjadi satu indikasi pintar, namun tidak segalanya. Oleh karena itu, rapor seyogyanya bukan hanya menyajikan informasi kuantitatif yang kaku mengenai sisi akademik siswa. Penghargaan atas karakter, serta  sentuhan yang memotivasi, terasa indah dan menyentuh saat diintegrasikan ke dalam rapor tanpa angka ini.

 

Tulisan merupakan rangkuman dari tulisan Sutarimah Ampuni (Kandidat PhD di School of Psychology, La Trobe University, Melbourne) yang dimuat dalam buku Sekolah itu Asik (2014). Tulisan lengkap dapat dibaca dalam buku tersebut.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...