content detail

Rumah Pohon di Halaman Belakang Sekolah

Post by: 02/03/2016 0 comments 669 views

Kunjungan Yuna Puteri Kadarisman ke Clayton North Primary School (CNPS) dalam rangka Program Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yaitu School Visit bagi mahasiswa Master Indonesia di Melbourne. Dengan tujuan untuk belajar tentang suasana belajar yang menyenangkan di Australia.

Beliau bertemu dengan Shaun (Student Well-Being Officer) dan berdiskusi tentang rumah pohon. Rumah pohon ini adalah sarana untuk menyalurkan emosi  (channel down emotion) para siswa ketika mereka merasa bosan atau memiliki masalah perilaku di kelas.

 

Ketika pertama kali melihat halaman belakang Clayton North Primary School (CNPS), saya berpikir saya datang ke tempat pembuangan sampah besar. Kayu berserakan, bekas-bekas galian disana sini, rumah burung yang setengah di cat, tempat penyimpanan alat-alat (tool shed) yang berwarna-warni namun sebagian belum sempurna dikerjakan, dan sebuah rumah pohon yang melingkari sebuah pohon besar. Rumah pohon ini tampak baru dan sangat rapi dibandingkan dengan keadaan disekitarnya.

Pak Shaun, Social Worker @ CNPS
Pak Shaun, Social Worker @ CNPS

Pak Shaun, Student Well-Being Officer, bercerita kalau dia dan siswa-siswa kelas 4,5, dan 6 membangun rumah pohon ini bersama-sama. Rumah pohon ini adalah sarana untuk menyalurkan emosi (channel down emotion). Saat ada siswa yang merasa bosan dikelas, mereka akan diminta untuk membantu membangun rumah pohon ini. Saat ada siswa yang memiliki masalah perilaku dikelas, mereka juga akan dikirim kemari untuk melepaskan emosi mereka sambil membantu memasang bilah-bilah kayu yang menyusun rumah pohon ini. Bahkan, saat jam istirahat sekolah, beberapa dari siswa-siswa CNPS juga memilih untuk kemari dan mengerjakan rumah pohon mereka.

tree house
tree house

Saya bisa membayangkan, perasaan marah berubah menjadi semangat karena merasa menghasilkan sesuatu. Atau rasa bosan yang berubah menjadi ingin tahu ketika harus memastikan kayu dengan ukuran yang sesuai ditempatkan ditempat yang sesuai. Dan saat semua sudah selesai, saya juga bisa membayangkan rasa bangga dan ‘sense of accomplishment’ yang muncul terutama saat melihat banyak teman-teman lain menikmati hasil karya saya, rumah pohon.

Mungkin disekolah kita tidak ada pohon yang cukup besar, atau membuat rumah pohon akan memakan biaya yang tidak sedikit. Namun, kita masih bisa melakukan project lainnya yang serupa, seperti membuat taman, mempercantik sekolah, atau memperindah perpustakaan. Sebuah catatan yang harus diperhatikan adalah tentang masalah keselamatan. Pastikan kegiatan ini tidak melibatkan hal-hal yang membahayakan dan pastikan ada guru atau petugas khusus yang senantiasa membantu mengawasi siswa saat mereka berkegiatan.

 

*Tulisan ini adalah pendapat pribadi. Yuna Puteri Kadarisman , MAN Insan Cendekia Serpong

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...