content detail

Persiapan Sekolah untuk Anak dan Orang Tua

Post by: 04/03/2015 0 comments 2135 views

C1

Masa orientasi merupakan salah satu hal yang diadakan sekolah untuk memperkenalkan sekolah kepada siswa barunya. Hal itu juga dilakukan oleh Footscray North Primary School, Australia, yang mencoba untuk membentuk pembelajaran terintegrasi.

“Mempersiapkan generasi sehat, cerdas, dan berkarakter adalah tanggung jawab bersama.”

Demikian kalimat dari kepala sekolah saat sesi orientasi orang tua dan anak sebelum memasuki kelas persiapan. Kelas persiapan adalah setingkat nol besar di Indonesia, tetapi sudah bergabung di SD. Sebulan sebelum sekolah dimulai, orang tua dan anak wajib mengikuti masa orientasi atau masa pengenalan sebanyak empat pertemuan. Hal menarik dari masa orientasi ini adalah bagaimana pihak sekolah melibatkan semua pihak baik guru, orang tua dan pihak lainnya untuk membantu perkembangan pendidikan para siswa.

Materi yang diberikan antara lain pemaparan tentang kurikulum sekolah, cara menjaga kesehatan anak, program-program yang ada di perpustakaan, serta program-program luar kelas yang menarik untuk diikuti seperti kelas berenang, kelas musik, gymnastic group, dan lain-lain. Mengenai kurikulum, orang tua diberikan penjelasan tujuan pembelajaran di kelas persiapan selama setahun dan hasil yang diharapkan setelah mengikuti kelas persiapan. Orang tua juga diajarkan cara mengajarkan pelajaran kepada anak dengan cara yang menyenangkan.

Selain soal kurikulum, sekolah juga memberi pemaparan soal kesehatan anak. Misalnya tentang menyiapkan bekal sehat, kesehatan gigi, mata dan pelayanan khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus, misalnya anak-anak yang lambat dalam bicara atau yang memiliki kebiasaan tantrum. Sekolah juga memperkenalkan program untuk meningkatkan kreatifitas anak-anak seperti lego club, art class, drama, story telling dan kelas komputer. Semua gratis, tetapi orang tua diwajibkan mengisi kartu anggota untuk bisa terlibat di dalam program-program tersebut. Ada juga beberapa program social gathering untuk menambah keakraban orang tua dan guru di sekolah, misalnya pancake day yaitu sarapan pagi bersama di sekolah, evening party, perfomances day.

Persiapan Siswa

Lalu, apa yang diberikan kepada siswa selama empat minggu orientasi di kelas persiapan? Minggu pertama, anak diperkenalkan dengan guru dan nama teman-temannya. Kemudian melakukan aktifitas menggunting gambar, mencocokkan dan menempel kembali gambar tersebut sesuai urutannya. Gambar-gambar tersebut adalah aktifitas yang anak harus lakukan di pagi hari sebelum kesekolah. Guru mengajarkan siswa untuk belajar mandiri sejak dini. Siswa di kelas persiapan diajarkan untuk memakai pakaian seragam sendiri, sarapan, sikat gigi dan menyiapkan tas sekolah dengan mandiri.

Minggu kedua, siswa diajarkan tentang rutinitas di dalam kelas. Cara menaruh tas di gantungan, menaruh barang di keranjang, serta cara merapikan kembali kelas ke bentuk semua. Dengan demikian, siswa belajar bertanggung jawab dengan barang-barang milik pribadinya serta belajar merapikan kembali ruang publik tempatnya beraktifitas.

Minggu ketiga, siswa di ajak berkeliling untuk mengenalkan tempat-tempat penting di sekolah. Siswa dikenalkan dimana lokasi dan fungsi dari perpustakaan, toilet, tempat bermain, aula, dan kantor. Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan aturan-aturan di sekolah. Sementara itu, materi minggu keempat adalah pengulangan dari hal-hal yang sudah di berikan serta pengarahan tentang perpustakaan sekolah.

Berbagai fasilitas tersedia untuk menunjang aktivitas yang ada di dalam sekolah. Salah satu yang menarik bagi anak-anak adalah play ground yang besar dan luas. Playground adalah tempat anak-anak mendapatkan teman-teman baru di luar teman dalam kelasnya. Ruang mengembangkan kemampuan afektif dan psikomotorik siswa secara bersamaan, dimana secara fisik mereka berlari, melompat, berayun, dan juga psikis belajar berinteraksi, menghargai teman lain, dan menaati aturan-aturan yang ditetapkan disekolah.

Ada program yang bertujuan untuk mengajari anak belajar bertanya, menjawab  dan berdiskusi dalam kelas dengan cara yang mengasyikkan bagi anak, yaitu Show and Tell. Setiap anak wajib membawa mainan kesukaan untuk ditunjukkan dan diceritakan pada teman-teman di kelas. Aktifitas ini sangat penting untuk melatih anak berani berbicara di depan orang banyak serta melatih anak untuk berargumentasi mengemukakan alasan mengapa mainan itu menjadi favorit.  Biasanya akan ada lanjutan diskusi ringan antara siswa satu dengan yang lainnya mengenai mainan tersebut.

Selain itu, ada juga acara pancake day di areal depan aula sekolah. Hari dimana guru-guru menyediakan sarapan bersama di sekolah untuk menjalin keakraban antara siswa, orang tua dan guru. Yang menarik adalah bagaimana anak membaur dengan teman-teman baru yang belum dikenal sebelumnya. Makan bersama tanpa canggung dan menambah makanan tanpa malu-malu. Sementara itu, guru dan orang tua murid berbincang dalam suasana santai mengenai perkembangan anak-anaknya di sekolah.

Dalam masa orientasi itu, sekolah melibatkan semua pihak untuk aktif membantu perkembangan pendidikan anak-anak. Tanggung jawab pendidikan anak bukan hanya di tangan guru, tapi juga memerlukan dukungan orang tua, pemerintah, dan lingkungan yang sehat. Siswa kelas persiapan belajar kemandirian, taat pada aturan, bertanggung jawab pada diri sendiri dan publik. Mereka juga belajar presentasi, bertanya, berdiskusi. Belajar membangun network dalam lingkungan baru dan beradaptasi. Bukankah kedua hal tersebut kita idamkan untuk generasi muda Indonesia yang sukses secara karier maupun rukun bermasyarakat?

 

Tulisan dan gambar merupakan rangkuman dari tulisan Putu Indah Rahmawati (mahasiswa PhD Victoria University, Melbourne, Australia) yang dimuat dalam buku Sekolah itu Asik (2014). Tulisan lengkap dapat dibaca dalam buku tersebut.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...