content detail

Musik Pagi Hari dan Kegembiraan di Sekolah

Post by: 13/03/2015 0 comments 1240 views

Untitled

Dari berbagai penelitian yang saya baca di literatur, tidak dapat dipungkiri bahwa kebahagiaan berada di sekolah sangat penting bagi perkembangan kepribadian dan kesehatan mental anak-anak. Betapa tidak, mereka berada di sekolah tujuh jam setiap harinya. Bahkan di kota besar Indonesia seperti Jakarta, anak memulai harinya dari setelah subuh dan pulang sampai rumah menjelang maghrib. Dapat dibayangkan jika kita atau sekolah tidak mampu menghadirkan suasana gembira dan bahagia bagi anak-anak saat mereka belajar. Bukan tidak mungkin anak-anak akan mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan tentang belajar di sekolah. Kelelahan, kebosanan, stress, bahkan gangguan perilaku dapat saja muncul di usia muda mereka.

Ada satu pengalaman sederhana dari sekolah dasar di Australia dalam usaha mereka membuat anak-anak bergembira dan bersemangat memulai harinya dengan ide yang sangat sederhana. Musik. Ya, musik membuat suasana pagi mereka ceria dan bahagia.

Sekolah dasar di Australia memulai jam belajarnya pada pukul 9 pagi. Anak-anak dianjurkan untuk tiba di sekolah tidak kurang dari jam 8.30. Bagi yang datang lebih awal dari jam 8.30 maka sekolah bekerja sama dengan komunitas tertentu seperti produsen makanan untuk menyediakan sarapan pagi secara gratis. Bagi anak-anak yang datang pada pukul 8.30, akan diberi kesempatan bermain-main dahulu di halaman sekolah.

Anyway, saya lanjutkan cerita tentang musik di pagi hari itu. Tepat saat pukul 8.55, ada satu lagu ceria yang dikumandangkan. Saya saja yang mendengarkan lagu itu saat mengantar anak-anak ke sekolah ikut bersemangat rasanya. Saya yakin selain sebagai penanda bahwa kegiatan belajar akan dimulai sebentar lagi, musik itu bertujuan untuk menciptakan suasana gembira di awal proses belajar mereka. Seolah sekolah ingin mengabarkan dan mengucapkan ‘selamat datang di tempat kegembiraan’. Pada saat lagu dikumandangkan itu, anak-anak yang telah hadir sibuk mempersiapkan bahan-bahan belajarnya, sedangkan anak-anak yang masih berjalan menuju sekolah bertambah semangat untuk mempercepat langkahnya.

Saya jadi membayangkan jika sekolah Indonesia memulai harinya dengan keceriaan dan mengganti bel dengan lagu maka rasanya kita lebih memiliki banyak pilihan lagu anak untuk diputar. Seperti lagu ini misalnya: lagu pagi cerah, atau lagu tentang persahabatan, atau tentang terima kasih kepada guru.

Di waktu istirahat dapat juga kita hadirkan musik musik tradisional dari daerah masing masing. Misal jika dari Jawa maka ada musik jamuran atau kodhok ngorek untuk mengenalkan musik musik tradisional. Sementara itu, sebagai penutup proses belajar dapat saja anak-anak diputarkan satu lagu perjuangan nasional, Yang terakhir ini justru saya terinspirasi oleh salah atu sekolah dasar di suatu desa di Yogyakarta, yang memutar lagu bagimu negeri menjelang pulang sekolah.

Dalam studi tentang musik dan perilaku, musik memiliki kekuatan untuk menggerakkan hati.  Nada/irama dari sebuah musik/lagu mampu mempengaruhi suasana hati. Bayangkan jika kita mendengarkan lagu yang syahdu, maka kita akan larut menjadi haru, jika kita mendengar irama yang ceria maka kita pun akan turut bersemangat.  Di samping irama, kata-kata dalam lagu sangat mudah masuk di alam bawah sadar anak-anak dan menjadi pesan atau pengetahuan tersendiri yang diingat sampai dewasa. Nah, tentunya dengan pengetahuan ini, maka akan sangat bijaksana jika kita memilih lagu lagu pagi hari yang ceria dan mengandung pesan moral yang baik.

Rasanya sangat penting bagi anak-anak Indonesia pada khususnya untuk mendengar hal-hal positif yang tertanam di bawah sadarnya mengingat banyak sekali hal negatif yang mereka lihat, merek dengar baik melalui media atau secara langsung mereka lihat dalam kehidupan. Pesan-pesan yang disampaikan dalam lantunan lagu biasanya akan tersimpan dalam memori lebih lama daripada dalam bentuk nasehat atau kata-kata.

Sungguh, mimpi saya untuk anak-anak Indonesia agar mereka menerima haknya merasa gembira dan bahagia untuk memulai belajar mereka di sekolah. Alih alih mereka merasa deg-degan karena mendengar bel, mendengarkan musik membuat mereka dan seluruh suasana sekolah bergembira. Mimpi saya juga, agar anak-anak Indonesia menerima haknya untuk tetap merasa gembira, positif dan bersemangat di tengah kompleknya kehidupan mereka.

Sudah saatnya sekolah sekolah di Indonesia menghadirkan kebahagiaan bagi mereka walaupun dengan cara sederhana. Mereka telah lelah dengan tugas semalaman, dengan pembelajaran kehidupan, maka 5 menit menghadirkan musik mampu menjadi harmoni bagi hati mereka, menyejukkan jiwa mereka, menjernihkan pikiran,  dan menghaluskan budinya. Saatnya menghadirkan sekolah  yang membangun karakter anak anak Indonesia dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

 

Tulisan dan gambar merupakan rangkuman dari tulisan Novi Poespita Candra (PhD student ,Center for International Mental Health, School of Population and Global Health, The University of Melbourne) yang dimuat dalam buku Sekolah itu Asik (2014). Tulisan lengkap dapat dibaca dalam buku tersebut.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...