content detail

Moratorium UN

Post by: 10/12/2016 0 comments 400 views

_Tanggapan Muhammad Nur Rizal, PhD (Dosen UGM & Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan) tentang Moratorium Ujian Nasional_

Banyak yang kecewa atas penolakan moratorium UN baik karena esensi ataupun berbagai problemnya.

Di sisi lain saya memahami bahwa sebagai sebuah negara membutuhkan alat evaluasi nasional pendidikan sama seperti di negara2 US, eropa, australia bahkan asia lainnya.

Namun di negara negara itu, evaluasi ditujukan mengukur kualitas proses belajarnya. Jika buruk yang diperbaiki program pengembangan sekolahnya sehingga siswa tidak terbebani, stres atau frustasi.

Di Indonesia, UN lebih berperan untuk menentukan nasib atau masa depan anak. Walau sekarang bukan penentu kelulusan lagi, namun masih untuk alat seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi mengakibatkan peran (sekolah, pengawas, dinas, kementrian) menjadi “alat penekan kesuksesan” bukan “pelayan atau pengayom”.

Akses ke sekolah khususnya sekolah negeri sangat ditentukan oleh nilai UN.

UN tidak memeratakan mutu justru melahirkan ketimpangan antara sekolah favorit & non favorit.

Kapitalisme pendidikan menggurita (bimbingan tes) dan menghasilkan budaya pragmatisme.

Di titik inilah peran UN sebagai evaluasi nasional gagal atau miskonsepsi.

Tapi bukan berarti kita harus menghilangkan UN. Yang diperbaiki paradigma fungsinya.
1) Kembalikan fungsi UN utk pemetaan saja, bukan syarat seleksi masuk.
2) Rombak UN menjadi sistem pengujian yang lebih fundamental yang mendorong perubahan ‘revolusi belajar’ untuk menghasilkan ‘revolusi cara berpikir’

Tujuannya untuk membangun karakter & kompetensi siswa lebih holistik, dan tidak tercerabut dari esensi kemanusiaannya.

Tentu saja dua fungsi ini punya dampak luas dan memerlukan kajian yang lebih holistik.

Semoga usulan sederhana ini didengar oleh pemangku negeri.

Itulah yang sedang diperjuangkan oleh guru guru di jejaring Gerakan Sekolah Menyenangkan.

 

*Tulisan ini merupakan pendapat pribadi Muhammad Nur Rizal, phD (Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan dan Dosen Teknik UGM)

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...