content detail

Mengatasi Siswa Pemberontak

Post by: 31/08/2015 0 comments 1392 views

Ada pepatah mengatakan, “Bila Anda bukan bagian dari solusi, maka Anda adalah bagian dari masalah.” Saya percaya bahwa hal tersebut harus dikatakan dengan mengacu pada pendidikan. Siswa yang dianggap mengganggu akan tetap menjadi masalah di kelas jika guru bersikeras untuk berperang melawan mereka. Mari belajar bagaimana cara memutus perilaku tersebut.

Untuk berurusan dengan siswa yang dianggap pengganggu, guru harus berhenti berpikir bahwa ini pertarungan antara dia melawan kita, jika guru benar-benar ingin memahami masalah siswa. Ini merupakan salah satu jalan yang akan membuat kemenangan berada di sisi Anda. Bahkan untuk anak yang semaunya sendiri dan menolak berkembang, jika mereka merasa Anda berada di pihak mereka, mereka tidak akan bisa melawan Anda. Ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan, dalam dunia praktis dan sekolah pada umumnya:

sumber: www.parenthub.com.au
sumber: www.parenthub.com.au

1. Melonggarkan beberapa aturan

Mungkin hal ini terdengar seolah sang guru pun ikut menjadi pemberontak. Tetapi ini bukan tanpa sebab. Hal ini lebih dimaksudkan untuk belajar bagaimana untuk tidak terlalu memusingkan hal-hal yang kecil. Tetaplah berkomitmen dengan aturan yang penting, seperti menghormati orang lain, melakukan hal yang benar, tidak merugikan orang lain, dan sebagainya.

Tidak perlu terlalu mempermasalahkan hal yang kecil, misalnya menggunakan topi di dalam ruangan. Saya bukan menyarankan guru untuk melanggar setiap aturan yang ada di sekolah. Saya hanya ingin menyarankan guru untuk melihat bagaimana kemungkinan masa depan dan bagaimana guru berkomunikasi dengan siswa yang tergolong pemberontak. Selama guru selalu berada di sisi seberang anak, guru akan tetap dianggap sebagai musuh.

Misalnya saja ketika anak menggunakan topi di kelas dan itu melanggar aturan sekolah, guru dapat mengatakan, “Saya juga pernah menjadi anak-anak. Saya tahu bahwa beberapa aturan agak terlihat konyol. Selama pengawas tidak ada, kamu boleh menggunakannya di kelas. Tapi jika mereka datang, kamu harus melepaskannya.”. Hal ini memberikan siswa pemberontak fleksibilitas dalam aturan, dan lebih merasa bahwa Anda berada di sisi mereka.

2. Mendekat

Dalam sekolah, guru adalah jalur utama untuk berhubungan dengan siswa, sebab merekalah yang akan bertemu siswa setiap hari. Oleh sebab itu, mereka perlu mampu membaca tanda yang ditunjukkan siswa, serta bersedia untuk ikut terlibat.

Jika Anda adalah guru yang benar-benar peduli, dan membuat diri Anda tersedia untuk mereka, Anda mungkin dapat menghentikan beberapa tragedi. Misalnya mencegah siswa untuk berusaha menyakiti orang lain atau diri sendiri, serta membantu siswa berada di jalan yang benar. Alasan mengapa pendampingan perlu dilakukan diperoleh dari data statistik, bahwa anak yang memberontak seringkali disebabkan oleh perasaan bahwa dunia ini melawan dan tidak berada di pihak mereka. Terkadang mereka merasa sudah menyerah pada harapan, cinta, karir, bahkan hidup. Ada diantara mereka yang sebenarnya depresi, bahkan memiliki niat untuk bunuh diri. Sebelum ada siswa yang mencapai titik itu, kita harus ada untuk mereka. Jadilah orang yang bisa datang jika mereka membutuhkan bantuan, sehingga mereka tidak dikuasai oleh rasa putus asa.

3. Berkomunikasi dengan orang tua

Hal ini harus Anda lakukan dengan hati-hati, sebab tentu saja Anda tidak ingin bahwa siswa berpikir Anda sedang mencoba membuat mereka dalam masalah. Rasa percaya siswa pada Anda tentu akan rusak jika Anda melaporkan rahasia yang mereka percayakan pada orang tua mereka. Ikuti aturan konselor, bahwa hal-hal yang perlu dilaporkan pada orang tua hanya hal yang diperlukan untuk mencegah hal yang membahayakan bagi siswa atau orang lain. tetap jaga kepercayaan siswa, tapi katakan pada siswa sejak awal, bahwa jika apa yang diceritakan siswa adalah hal yang jelas-jelas berbahaya, Anda akan memberi tahu orang lain untuk mencari pertolongan. Hal tersebut juga harus dipahami siswa sejak awal.

Jangan memanggil orang tua hanya untuk melaporkan hal-hal yang buruk,beritahukan juga mengenai perkembangan positif. Hal ini dapat membuat mereka lebih senang untuk dimintai bantuan jika ada sesuatu yang buruk terjadi. Jadilah sumber daya untuk menemukan usaha koordinasi yang akan akan memainkan peran besar dalam membantu siswa menemukan jalan mereka.

4. Ajarkan cara menjauhi kekerasan dan teknik mengatasi masalah

Anda tentu tidak ingin menerima perilaku yang mengandung kekerasan di dalam kelas. Tetaplah berkomunikasi dengan anak yang melakukan pemberontakan, dan tunjukan bahwa Anda juga menghargai mereka meski mereka sempat melakukan kekerasan. Pada banyak masalah yang mendorong anak melakukan perilaku yang buruk, dan mereka akan merasa tidak memiliki orang yang bisa diajak bicara jika semua orang mengganggap mereka salah. Tetaplah menjadi pendengar dari sisi mereka, bahkan meski Anda tidak setuju dengan tindakan mereka. Lambat laun mereka akan paham bagaimana Anda bersikap Adil dan tidak menghakimi mereka, bahkan meski Anda terang-terangan tidak setuju dengan perilaku mereka.

5. Pisahkan pelaku criminal dengan kriminalitas

Untuk membantu seseorang, Anda harus memisahkan perilaku mereka dari diri mereka sebagai seorang pribadi. Kita perlu berkomunikasi dengan anak bahwa kita tidak menyetujui tindakan negatif mereka, tetapi tetap peduli pada mereka sebagai seorang manusia. Hal ini dapat menjadi jalan panjang untuk menurunkan kemarahan anak, jika mereka tahu paling tidak ada satu orang yang peduli tentang apa yang terjadi pada mereka.

Ketika misalnya ada seorang anak yang memukul wajah anak lain karena merasa diejek, tidak perlu langsung memberi penghakiman pada pelaku kekerasan. Tanyakan padanya, apa yang mereka pikirkan ketika merasa diejek, apakah ada kemungkinan reaksi lain yang dapat dilakukan selain memukul, dan sebagainya. Anda dapat membuat diskusi dengan anak tentang apa yang dapat dia lakukan untuk mengontrol perasaannya daripada menjadi hakim bagi kesalahan anak.

Memenangkan hati pemberontak memang tidak mudah. Mereka sangat menantang dan tergolong orang yang keras kepala untuk menentang. Mereka terkadang mengganggu dan selalu keras kepala. Tetapi jika Anda berkomunikasi bahwa Anda masih menghargai mereka dan percaya bahwa mereka memiliki kebaikan, Anda mungkin dapat mengubah penjahat potensial menjadi anggota masyarakat yang baik. Paling tidak, Anda memberi mereka kesempatan daripada menjadi bagian dari masalah.

 

Disadur dari tulisan Deb Killion. Artikel asli dapat dilihat di sini.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...