content detail

Mengapa Burger King Hapus Soft-drink dari Menu Anak?

Post by: 24/07/2015 0 comments 1055 views

Beberapa waktu lalu, sebuah perusahaan makanan cepat saji asal Amerika, Burger King, manyatakan menghapus minuman bersoda (soft drink) dari menu untuk anak. Kebijakan itu diambil karena desakan untuk mengurangi kadar pemanis dalam minuman soda yang diminum anak.

Tak mau ketinggalan dari pesaing beratnya, McDonald’s, pihak Burger King mengatakan menu anak-anak di gerainya akan terdiri dari jus apel, susu tanpa lemak, atau susu cokelat rendah lemak. “Kami sudah menghapus mesin minuman soda dari papan menu anak dan itu juga tak lagi jadi bagian dari hadiah untuk menu anak,” kata perusahaan tersebut dalam pernyataannya.

Kebijakan ini sangat didukung oleh salah satu kelompok advokasi pola makan sehat untuk anak, yaitu The Center for Science in the Public Interest. Mereka sangat pro pada keputusan Burger King, yang melayani sekitar 11 juta orang setiap harinya di 13.000 restoran dan outlet di seluruh dunia.

“Soda dan minuman manis memicu diabetes, kerusakan gigi, obesitas, bahkan penyakit jantung. Seharusnya minuman itu tak ada dalam menu untuk anak kecil. Kami memuji Burger King untuk mengambil langkah ini dan berharap cabang-cabagnya juga mengikuti,” katanya.

Selain McDonalds yang telah melakukan langkah serupa di tahun 2013, restoran cepat saji lainnya, Wendy’s juga melakukannya di bulan Januari tahun ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyerukan untuk pengurangan konsumsi gula tambahan dalam makanan, terutama dalam minuman. Menurut WHO, orang dewasa dan anak harus mengurangi asupan gula sekitar 10 persen dari asupan energi harian.

“Pengurangan gula di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) perhari akan memberi manfaat menyehatkan,” katanya.

Butuh Jalan Kaki 42 Menit Untuk Bakar Kalori Sebotol Soft-drink

Pernahkah Anda memperhatikan jumlah kalori yang tercantum dalam kemasan makanan maupun minuman? Informasi jumlah kalori ini bermanfaat untuk Anda yang ingin membakar kalori. Bahkan sebaiknya dalam kemasan tersebut juga dicantumkan berapa lama harus beraktivitas fisik untuk membakar kalori tersebut.

Kandungan kalori minuman bersoda

Dalam botol minuman bersoda 500 ml, misalnya, mengandung 210 kalori. Untuk membakar kalori dari asupan minuman bersoda itu, Anda bisa berlari sejauh 4,2 mil atau berjalan kaki selama 42 menit untuk membakar kalori.

Para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore menemukan bahwa para remaja yang diberikan informasi mengenai kalori dan cara membakar kalori akan memilih minuman sehat atau botol soda yang lebih kecil.

Para ilmuwan ini juga menyarankan pemberian informasi gizi tersebut kepada restoran cepat saji. Misalnya, restoran tersebut memberikan informasi bahwa jika memakan burger keju ukuran besar, Anda harus berjalan sejauh 5,6 mil untuk membakar kalori. Maka, konsumen akan memilih hamburger yang lebih kecil dan hanya membutuhkan berjalan 2,6 mil.

Hasil penelitian yang dipublikasikan American Journal of Public Health menunjukkan, informasi kalori selalu diabaikan banyak konsumen. Mereka pun tidak mengerti jika hanya terdapat informasi kalori yang terkandung di dalam makanan atau minuman tersebut.

“Penelitian yang kami temukan, jika dijelaskan mengenai kalori dan dengan cara yang mudah dimengerti seperti berapa mil harus berjalan untuk membakar kalori itu, maka dapat mendorong perubahan perilaku,” sebut penelitian itu.

Penelitian ini telah dilakukan terhadap enam toko di Baltimore yang menyajikan informasi lengkap dalam 590 ml minuman bersoda. Informasi itu berisi, jika ingin membakar 250 kalori dalam tubuh, dibutuhkan berjalan kaki selama 50 menit atau 5 mil.

Hasilnya, para konsumen yang umumnya kaum muda akhirnya membeli minuman yang lebih sehat dan dengan kalori yang lebih sedikit. Para peneliti mengatakan, mengurangi konsumsi minuman dengan kalori tinggi seperti minuman manis akan mencegah obesitas dan menurunkan berat badan.

Para ilmuwan di University of North Carolina menemukan bahwa informasi ini dapat membuat seseorang memilih makanan yang lebih sehat pada menu di restoran.

“Kami percaya bahwa dengan menampilkan label informasi tentang aktivitas fisik, memungkinkan seseorang untuk lebih memilih makanan dengan kalori yang lebih rendah,” ujar Profesor Anthony Viera dari University of North Carolina.

 

disadur dari isigood.com

Baca juga: Tips Menyiapkan Bekal Makanan Anak

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...