content detail

Mengapa Anak Pemalu dan Tidak Banyak Teman?

Post by: 02/07/2015 0 comments 1198 views

Sikap pemalu biasanya muncul terutama ketika anak harus menghadapi orang dan lingkungan yang baru. Sifat pemalu pada anak-anak sebenarnya adalah hal biasa, karena mereka membutuhkan waktu untuk adaptasi. Kebanyakan anak-anak sebenarnya pemalu, tetapi pada akhirnya mereka dapat membangun hubungan dalam lingkungan sosial ketika melewati masa penyesuaian diri. Tapi bagi beberapa anak, situasi sosial dan interaksi bisa jadi sangat menakutkan. Ketika mereka bertemu dengan lingkungan sekolah yang baru, anak yang pemalu biasanya tidak aktif untuk mencari teman. Lingkungan baru terkadang justru dapat membuatnya merasa stress dan menarik diri karena lambat dalam menyesuaikan diri dalam situasi yang baru.

sumber: www.huffingtonpost.com
sumber: www.huffingtonpost.com

Dalam beberapa kasus rasa malu anak yang ekstrim, anak sampai tidak dapat beraktifitas. Rasa malu yang parah dapat membuat anak tidak dapat beradaptasi untuk bermain dengan anak sebayanya dan sulit diubah. Jika sudah sampai dalam tahap yang parah, misalnya anak tidak mau berbicara sama sekali, hal itu mungkin saja karena adanya gangguan kecemasan atau watak. Jika iya, maka diperlukan evaluasi psikologis anak dari pakar kesehatan mental yang profesional.

Ada berbagai macam hal yang menyebabkan seorang anak menjadi pemalu:

  1. Karakter bawaan

Ada yang berpendapat bahwa sifat pemalu adalah karakter bawaan sejak lahir. Hal ini terlihat misalnya saja seorang bayi yang ramah banyak tersenyum ketika berinteraksi dengan orang lain yang baru dikenal.

  1. Kurang Sosialisasi

Sifat pemalu akan terjadi bila anak hidup dengan latar belakang dimana diabaikan oleh orang tuanya atau dibesarkan oleh keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang, sehingga mereka tak terbiasa menjalin hubungan sosial dengan orang lain.

  1. Pernah Memiliki Pengalaman Buruk

Ketika anak mengalami banyak peristiwa yang menyebabkannya merasa malu atau dipermalukan, dapat berpengaruh pada pola pikirnya dan perilakunya. Misalnya pernah menjadi korban bullying dan ditertawakan teman-temannya. Anak pemalu terkadang merasa dirinya diperhatikan banyak orang atau ia akan merasa malu bila dirinya menjadi bahan perbincangan banyak orang. Hal seperti inilah yang menyebabkan anak takut dan cemas untuk bertindak atau berpendapat karena khawatir apa yang dilakukannya salah dan menjadi bahan tertawaan orang-orang.

  1. Tidak Diberikan Kesempatan Berinteraksi

Salah satu faktor yang memicu anak menjadi pemalu bisa jadi dipicu karena ia tak punya teman sebaya sebagai teman bermainnya. Sehingga ia menjadi jarang melakukan interaksi dengan orang lain dan ketika ia bertemu dengan orang baru di lingkungan baru, mereka tidak tahu bagaimana cara berinteraksi atau memperkenalkan dirinya dengan orang lain karena tak pernah diajak keluar main, pergi ke taman atau tidak bersekolah. Anak yang tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan anak seusianya karena ruang geraknya hanya terbatas dengan keluarga di rumah akan membuat anak memiliki anggapan bahwa orang lain selain keluarganya adalah sebuah ancaman. Dan hal inilah yang membuatnya menarik diri dari keramaian dan tempat umum.

  1. Orang tua yang juga pemalu dan tidak menunjukkan wajah bahagia

Faktor lain bisa saja karena orang tua yang pemalu, jarang tersenyum, banyak menutup diri dan jarang bergaul dengan tetangga karena pola atau gaya hidup yang tidak cocok dengan lingkungan rumah tinggal. Mungkin tanpa disadari dapat turut mengembangkan rasa murung yang dapat berpengaruh pada sifat pemalu pada diri anak.

Lantas, apa yang yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak pemalu? Baca: Cara Mengatasai Anak Pemalu

 

Disadur dari bidanku.com. Selengkapnya, dapat dibaca di sini.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...