content detail

Mengapa Anak-anak Menjadi Narsis? Inilah Jawabannya

Post by: 04/04/2015 0 comments 833 views
sumber: http://news.health.com/
sumber: http://news.health.com/

Narsis menjadi kosakata yang sangat populer belakangan. Banyak orang tergila-gila menunjukkan eksistensinya melalui berbagai media sosial yang amat mudah diakses. Sebenarnya, apakah narsis menjadi fenomena karena banyaknya media sosial dan kemudahan mengaksesnya?

Sebenarnya, psikolog sendiri belum terlalu yakin apa penyebab narsisme ini. Namun, mereka menduga narsisme berhubungan dengan pola asuh yang diterapkan kedua orang tuanya. Anak-anak yang tumbuh dengan limpahan pujian berlebihan, baik secara langsung maupun tidak, dari kedua orang tuanya memiliki kecenderungan narsis. Demikian juga sebaliknya, bila orang tua cenderung mengabaikan anak. Ibaratnya, anak akan mencari perhatian dari orang lain.

Dalam studi baru yang dilakukan oleh Psychological and Cognitive Sciences yang dipimpin oleh Eddie Brummelman dari University of Amsterdam menemukan fakta yang menarik di baliknya. Mereka meneliti 565 subyek yang berusia antara 7-12 tahun di Belanda bersama orang tuanya. Mereka mendapatkan sejumlah pertanyaan untuk mencapai beberapa kategori yang telah disiapkan oleh peneliti yaitu, anak yang narsis, anak yang menghargai dirinya sendiri, orang tua yang terlalu mengekang, serta orang tua hangat. Uji coba ini dilakukan selama 1,5 tahun dengan observasi interaksi anak dan orang tua di rumah.

Para peneliti mencoba melihat lebih jauh apa penyebab perilaku narsis pada anak ini supaya dapat menemukan jenis intervensi yang tepat. Hal ini amat diperlukan karena selama ini penanganan narsisme pada anak masih kurang. Melalui penelitian ini diketahui anak-anak dengan narsisme memiliki orang tua yang cenderung mengekang. Artinya, anak tidak cukup mendapatkan cinta dan afeksi ddari kedua orang tuanya sehingga mencari gantinya dari orang lain. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan intervensi dilakukan melalui pola asuh kedua orang tua. Caranya, orang tua bisa memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan putra-putrinya tanpa harus menunjukkan mereka lebih superior dari anak lain. Seperti pelukan dan ciuman hangat setelah anak-anak melakukan hal baik cukup sebagai apresiasi.

Penelitian ini mungkin bisa menjadi penelitian awal yang memerlukan studi lanjutan. Sebenarnya, mungkin ada banyak faktor lain di luar pola asuh yang turut mempengaruhi narsisme pada anak seperti lingkungan dan kemudahan akses sosial media. Penting bagi orang tua untuk selalu memberikan apresiasi dan kasih sayang pada anak-anak namun jangan sampai berlebihan juga.

 

Linggar Arum S, tulisan pernah dimuat di isigood.com.

Sumber: http://nymag.com/scienceofus/2015/03/how-children-become-narcissists.html

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...