content detail

Mendikbud Undang Sekolah Menyenangkan PIB Presentasi di Kementerian

Post by: 06/05/2015 0 comments 1399 views

11167706_10153278585792258_4711236042077551535_n

Selasa (5/5/15), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengundang Ketua Perhimpunan Indonesia Belajar (PIB), Muhammad Nur Rizal ke Jakarta. Hal ini guna mempresentasikan konsep Gerakan Sekolah Menyenangkan di depan beberapa pejabat kementerian. Selain Mendikbud, beberapa pejabat kementerian yang hadir antara lain, Direktur Pembinaan SD, Ibrahim Bafadal, Direktur Pembinaan SMP, Didik Suhardi, Direktur Pembinaan SMA, Harris Iskandar, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Ramon Mohandas, Staf Khusus Tata Kelola Birokrasi, Hikmat Hardono, dan Staf Ahli Komunikasi Publik, Abdul Rahman.

Undangan ini merupakan tindak lanjut dari keinginan Mendikbud untuk menggandeng Gerakan Sekolah Menyenangkan PIB sebagai motor perubahan suasana pendidikan. Sebelumnya, akhir April lalu, Mendikbud telah mengunjungi salah satu model sekolah menyenangkan Yogyakarta, yaitu SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta. Mendikbud melihat secara langsung bagaimana sekolah model berusaha menggunakan metode yang menyenangkan dalam pembelajaran, serta membuat suasana kelas lebih menyenangkan dan tidak kaku. Ia berharap, kerjasama untuk membuat perubahan pada sekolah-sekolah yang lebih luas dapat dimulai secepatnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung beberapa jam tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana untuk mengusulkan revisi kurikulum berdasarkan model sekolah menyenangkan PIB. Selain itu, Kemendikbud ingin mengembangkan model dan strategi yang telah digunakan PIB mengembangkan sekolah menyenangkan, untuk diadopsi pada pengembangan kurikulum nasional.

Sebagai langkah awal, Kemendikbud akan mengajak Gerakan Sekolah Menyenangkan PIB untuk melakukan training pada 6000 lebih sekolah yang sebelumnya menjadi perintis kurikulum 2013. Selain itu, model sekolah menyenangkan yang saat ini baru berada di Yogyakarta pun perlu dikembangkan ke minimal 10 kota di Indonesia. Kemendikbud pun berjanji akan mendukung penuh capaian gerakan untuk melanjutkan kegiatan yang sudah tumbuh sejauh ini.

Mendikbud Anies Baswedan mengimbau jajarannya untuk mensosialisasikan model sekolah menyenangkan kepada kepala dinas dan guru-guru, serta menegaskan bahwa model ini tidak bertentangan dengan kurikulum nasional. “Kita perlu membuka diri agar dapat melibatkan inovasi pendidikan yang berasal dari masyarakat,” ujarnya.

Para Direktur Kemendikbud yang hadir menyambut positif hal tersebut. Mereka meminta Ketua PIB, Rizal, untuk melakukan komunikasi intensif dengan Kemendikbud guna mempersiapkan konsep dan strategi penyebaran gerakan sekolah menyenangkan. Mereka menilai, gerakan ini sangat baik, karena tumbuh dari bawah, yaitu kebutuhan guru. Bukan bersifat proyek yang kegiatannya akan berhenti ketika dana program selesai. Kemendikbud merasa perlu mendukung dan memfasilitasi gerakan ini, serta secara aktif mendukung baik dari sisi kebijakan maupun finansial.

Untuk memulai kerjasama ini, Rizal berencana untuk segera mengajak sebanyak mungkin relawan terlibat. “Kita perlu mengumpulkan best practices sebagai referensi kurikulum nasional,” pungkasnya.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...