content detail

Mendikbud Kunjungi Sekolah Model Gerakan Sekolah Menyenangkan

Post by: 28/04/2015 0 comments 1148 views

10659309_10153256113267258_6338713169436423994_n

“Pemerintah memiliki cita-cita yang sejalur dengan Perhimpunan Indonesia Belajar (PIB) soal membangun sekolah menyenangkan,” ujar Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI. Hal tersebut ia sampaikan di sela kunjungannya ke sekolah model sekolah menyenangkan (Baca: Sekolah Yogyakarta Tanamkan Pendidikan Karakter Pada Siswa), SD Muhammadiyah Condong Catur Yogyakarta pada Sabtu (25/4/15) lalu. Dalam kunjungannya tersebut, Mendikbud melihat secara langsung bagaimana sekolah model menerapkan metode-metode yang menyenangkan dalam pembelajaran dan mendesain kelas yang lebih hidup.

Mendikbud, Anies Baswedan melihat langsung proses pembelajaran.
Mendikbud, Anies Baswedan melihat langsung proses pembelajaran.

Sebelumnya, PIB yang dimotori mahasiswa Indonesia di Australia bekerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta untuk mengadakan program sekolah menyenangkan, yaitu berupa pendampingan kepada beberapa sekolah. Tujuannya adalah membangun sekolah yang memiliki lingkungan kondusif untuk belajar. Menciptakan rasa nyaman bagi anak untuk memproduksi ide, menanamkan karakter yang kuat, dan mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pendidikan. Kegiatan yang telah dilakukan salah satunya adalah pertukaran praktik baik pendidikan, yaitu mendatangkan guru dari sekolah di Australia untuk berbagi soal membangun kelas yang menyenangkan , sampai dengan memberikan kesempatan kepada guru sekolah Yogyakarta untuk melakukan observasi langsung di sekolah Australia (Baca: Guru Sekolah Yogyakarta Belajar ‘Praktik Baik’ Pendidikan di Melbourne)

Ketua PIB, Muhammad Nur Rizal menerangkan bahwa konsep sekolah menyenangkan adalah bagaimana membangun komunitas lingkungan belajar yang positif. Hal tersebut dilakukan dengan menanamkan karakter yang kuat, meningkatkan ketrampilan guru, mendesain ruang belajar yang asik, dan adanya ikatan dengan komunitas sekitar sekolah. Penanaman karakter dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan di sekolah, misalnya dengan diadakannya school captain, yang melatih kepemimpinan anak. “Menanamkan karakter itu tidak diajarkan, tetapi dipraktekkan dan lingkungan berusaha menghargai itu, misalnya dengan memberikan penghargaan pada karakter-karakter positif,” terangnya.

Selain itu, ruang belajar yang asik adalah bagaimana kelas menjadi ajang kolaborasi, bukan sekedar kompetisi. “Portofolio anak itu ditempel di dinding kelas, misalnya. Jadi mereka bisa tahu apa kelemahan dan kelebihan karyanya dan merasa dihargai,” ujar Rizal. Ia menambahkan, hal yang sangat penting dalam pendidikan yang menyenangkan adalah community engagement, yaitu bagaimana siswa terlibat dalam komunitas, baik di dalam dan luar sekolah. Melibatkan orang tua, serta meminta anak untuk terjun ke masyarakat untuk membantu. Melibatkan orang tua misalnya dengan adanya komunikasi rutin antara guru dan orang tua tentang perkembangan anak di sekolah, serta melibatkan orang tua pada acara tertentu di sekolah. Sementara itu, terjun ke masyarakat, salah satu kegiatan yang dilakukan sekolah Australia adalah dengan mengajak anak-anak membantu di panti jompo atau taman kanak-kanak setempat. “Jadi apa yang didapat di sekolah itu tidak hanya mengasah kognitif, tetapi juga dipakai memecahkan masalah di kehidupan nyata,” jelasnya.

Ketua Perhimpunan Indonesia Belajar dan Rektor Universitas Ahmad Dahlan menyambut kunjungan Mendikbud
Ketua Perhimpunan Indonesia Belajar dan Rektor Universitas Ahmad Dahlan menyambut kunjungan Mendikbud

Menyambut hal tersebut, Mendikbud Anies Baswedan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PIB dan UAD dalam mengembangkan sekolah yang menyenangkan. “Saya pun sudah sampaikan kepada para kepala dinas, hal penting yang menjadi prioritas adalah membuat sekolah dan kelas menjadi menyenangkan,” ujarnya. Mendikbud setuju dengan apa yang diungkapkan Rizal soal konsep sekolah menyenangkan, yaitu bagaimana sekolah menjadi tempat interaksi yang membahagiakan dan menjadi platform masyarakat terlibat dalam proses pendidikan. “Tugas kita adalah menfasilitasi pelibatan publik dalam pendidikan,” tambahnya. Ia mengatakan bahwa juga akan turut membantu memperluas semangat PIB dan UAD. “Gerakan ini tentu akan saya promosikan, kita butuh stok contoh keberhasilan seperti ini,” imbuhnya.

Selain itu, PIB dan UAD terus menyebarkan praktik baik pendidikan tersebut dengan mengadakan workshop untuk kepala sekolah bertajuk “Mendesain Sekolah yang Inovatif dan Menyenangkan” di SD Muhammadiyah Condongcatur. Workshop yang diikuti oleh 49 kepala sekolah di Yogyakarta ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana sekolah di Australia mampu membuat anak belajar dengan sukarela karena merasa tertantang. “Bukannya kita mencontoh semua dari Australia. Yang kita ambil adalah idenya, nilai-nilai karakter yang ditanamkan,” ujar Dr. Kasiyarno, M. Hum, Rektor UAD.

Menanggapi kunjungan Mendikbud dan workshop yang diadakan, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Condong Catur, Yudi Wardana, mengatakan, hal tersebut sangat menginspirasi dan membuat guru lebih bersemangat, terlebih apa yang dilakukan didukung langsung oleh Mendikbud. Ia dan para guru merasa senang dapat diberi kesempatan untuk melihat model pembelajaran yang baru. “Teman teman kepala sekolah memiliki semangat baru untuk membangun sekolahnya masing masing sehingga mudah mudahan bisa memberi warna perubahan terhadap dunia pendidikan kita,” tuturnya.

 

Shiane Anita Syarif, kontributor.

 

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...