content detail

Mempersiapkan Anak Menjadi Seorang Kakak (Sebelum Kelahiran Adik)

Post by: 15/05/2015 1 comments 1232 views
sumber: http://papasgotabrandnewblog.blogspot.com/2011/08/bristol-todler-exchanges-new-sister-for.html
sumber: http://papasgotabrandnewblog.blogspot.com/2011/08/bristol-todler-exchanges-new-sister-for.html

Kehadiran anggota baru dalam keluarga dapat membawa perubahan yang besar untuk keluarga. Untuk menyambut kelahiran orang tua perlu mempersiapkan banyak hal, dan setelah bayi lahir, seluruh anggota keluarga pun perlu terlibat memberikan perhatian dan merawatnya. Hal tersebut mungkin hanya akan menjadi sesuatu yang baru bagi orang tua jika itu adalah kelahiran anak pertama. Tetapi, akan lain jika kelahiran itu adalah anak kedua, ketiga, dan seterusnya.

Perubahan drastis tidak hanya akan dirasakan oleh orang tua, tetapi juga oleh anak pertama yang posisinya bergeser menjadi seorang kakak. Bayi yang baru lahir akan membutuhkan lebih banyak bantuan dibandingkan dengan si kakak yang sudah lebih mandiri. Si kakak mungkin akan merasa cemburu kepada adiknya dan berusaha mencari perhatian dengan bertingkah.

Masa Kehamilan

Orang tua sebenarnya dapat mempersiapkan kakak menerima anggota baru dalam keluarga sejak masa kehamilan. Misalnya dengan memberi tahu anak soal akan adanya adik dengan bahasa sederhana yang dimengerti anak, membuat beberapa kesepakatan dengan kakak, ataupun melibatkan kakak dalam merawat adiknya.

Ketika akan memberi tahu anak tentang akan adanya adik di rumah, perlu mempertimbangkan kenyamanan dan kematangan anak. Misalnya jika anak masih masa pra sekolah, mungkin ia belum akan memahami konsep waktu, sehingga jika orang tua memberi tahu bahwa adik akan hadir dalam waktu beberapa bulan, si anak tidak akan paham. Penjelasan mungkin dapat diganti dengan waktu tertentu, misalnya musim di sekitar rumah.

Seberapa detail informasi yang perlu diberikan pada anak? Biarkan pertanyaan anak lah yang membatasi informasi tersebut. Misalnya, anak usia 4 tahun mungkin akan bertanya, “Dari mana adik berasal?”. Untuk anak usia itu, mungkin akan cukup dengan menjaelaskan bahwa bayi akan berasal dari perut ibunya.

Jika anak terlihat tertarik dengan adik barunya yang akan lahir, orang tua dapat melakukan beberapa hal untuk menjelaskan padanya lebih jauh, misalnya dengan menunjukkan foto si anak ketika masih bayi, membacakan buku tentang kelahiran (disesuaikan dengan usia anak), serta mengajak anak mengunjungi teman yang memiliki bayi. Hal ini mungkin dapat membuat anak memiliki gambaran tentang adik yang akan dimilikinya. Selain itu, anak juga dapat dilibatkan dalam mempersiapkan tas yang akan dibawa untuk ke rumah sakit saat melahirkan, memikirkan nama adik baru, serta ikut ke dokter kandungan untuk mendengarkan detak jantung bayi dalam kandungan.

Merencanakan Kelahiran

Jika tanggal kelahiran semakin dekat, buatlah kesepakatan dengan anak tentang durasi ibu kira-kira akan berada di rumah sakit berapa lama. Diskusikan rencana ini, sehingga anak mengerti apa yang akan dia hadapi ketika harinya tiba. Petimbangkan untuk mengijinkan anak mengunjungi rumah sakit segera setelah bayi lahir. Idealnya, hal ini dapat membantu memperkuat keintiman keluarga.

Cobalah sebisa mungkin untuk menjaga rutinitas beberapa minggu sebelum kedatangan bayi. Jika memang orang tua berencana untuk mengubah susunan kamar untuk memberi ruang bayi, lakukanlah sebelum kelahiran. Jika kakak berada di masa-masa yang penting seperti potty training atau belajar berjalan, maka maksimalkan waktu sebelum kelahiran bayi.

Bagaimana jika bayi sudah hadir di rumah? Apa yang orang tua perlu lakukan agar anak dapat menerima saudara kandungnya yang baru? Baca selengkapnya di Mempersiapkan Anak Menjadi Seorang Kakak II.

 

Sumber: kidshealth.org

Comments (1)

“Thanks for sharing your info. I really appreciate your efforts and I will_ be waiting for your further write ups thank you once again.”

Balas

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...