content detail

Memilih Mainan Untuk Bayi yang Tepat

Post by: 10/07/2015 1 comments 1065 views

Jika kita mengamati seorang anak yang sedang berkonsentrasi untuk memasukkan benda berbentuk lingkaran ke dalam lubang berbentuk lingkaran, atau berusaha menangkap bola, mungkin kita akan menyadari bahwa waktu bermain bukanlah hanya soal permainan dang senang-senang. Waktu bermain bagi anak adalah hal yang serius, dan mainan adalah media yang digunakan.

Meski demikian, permainan yang menghibur sekaligus mendidik tidak sama untuk semua usia. Jenis permainan harus disesuaikan dengan usia anak, sehingga mainan tidak hanya sebagai hal yang menyenangkan, tetapi juga membantu anak memahami dunia, belajar ketrampilan sosial dan emosional, serta merangsang otak berkembang.

Bagaimana Bayi Seharusnya Bermain?

Bermain bagi tahun-tahun awal seorang anak adalah tentang bereksplorasi. Bayi menggunakan panca indra mereka untuk belajar mengenai dunia baru yang menarik di sekitar mereka. Bayi akan mulai merasakan benda-benda, apakah keras atau lembut, lengket atau kasar. Kebanyakan permainan berupa “mencicipi” atau memasukkan benda ke dalam mulut, mengocok, memukul, atau menjatuhkannya.

Ketika bayi memulai perkembangan motorik, bermain menjadi lebih terkoordinasi dan kompleks. Misalnya, bayi yang berusa 4 bulan, akan mulai meraih dan menggenggam benda, seperti rattle (mainan anak yang digenggam, jika digoyangkan akan berbunyi). Sementara itu, untuk anak usia 6 atau 7 bulan, rattle akan mulai dipindahkan antar tangannya. Ketika bayi mulai berusia 9 bulan, perkembangan motoriknya dalam menggenggam membuat bayi lebih mudah dalam menggenggam benda yang lebih kecil, misalnya balok, atau permainan kecil lainnya yang sesuai dengan usia bayi. Pada masa ini, biasanya bayi akan bermain sendiri. Tetapi bermain bersebelahan dengan bayi lainnya, serta mulai meniru aktivitas orang lain juga merupakan hal yang umum pada bayi tahun-pertama.

Pertumbuhan bayi selanjutnya membuat relasi dengan orang lain menjadi lebih penting. Tapi sebenarnya, orang tua atau pengasuhlah yang menjadi teman main favorit bayi pada usia ini. Misalnya saja dengan menggerakkan boneka di depan wajahnya, hanya agar bayi berusaha menangkapnya.

Interaksi lain seperti mengajaknya bicara dengan suara yang ceria, disertai sentuhan akan membuat bayi belajar tentang bahasa, hubungan sosial, serta hubungan sebab akibat. Saat inilah bayi mulai belajar dan memahami bagaimana lingkungan berhubungan satu sama lain. Bagaimana bayi menangkap berbagai macam rasa dari indera pengecap, bau, suara, dan merasakan keadaan. Jika sudah sampai di sana, bayi akan siap untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mencari tahu apa yang dia tangkap dari inderanya.

Mainan untuk bayi disesuaikan dengan kebutuhan bermain mereka selama usia tersebut. Berikut adalah beberapa mainan yang cocok untuk bayi:

Nursery Mobile

sumber: blogs.babycenter.com
sumber: blogs.babycenter.com

 

Mainan ini berupa objek yang bergerak di atas kepala bayi yang berbaring di box bayi dapat menstimulasi visi dan mengembangkan rentang perhatian bayi.

Kaca

sumber: www.janetchanson.com
sumber: www.janetchanson.com

Pada awalnya, bayi akan terpesona dengan perubahan wajah dan ekspresi mereka di kaca. Seiring berjalannya waktu, bayi akan menyadari bahwa air liur, serta bayi yang menatapnya sambil tersenyum adalah bayangan dirinya sendiri. Jika itu terjadi, bayi mulai dapat menyadari diri mereka dan mulai mengenali bagian-bagian tubuh yang mereka miliki.

Ring Stack

sumber: www.toysrus.com
sumber: www.toysrus.com

Mainan ini adalah mainan klasik yang memiliki kerucut dengan cincin yang memiliki warna dan ukuran berbeda. Pada awalnya, bayi hanya akan memegang dan memasukkan cincinnya ke dalam mulut. Kemudian, mereka akan melatih ketrampilan motorik halus dengan memasukkan cincin ke dalam kerucutnya. Balita juga akan belajar tentang warna dan angka ketika ia menghitung dan menumpuk cincin warna warni di kerucutnya.

Push Pull Toy

sumber: thelittlewoodpecker.com
sumber: thelittlewoodpecker.com

Mainan ini membantu keseimbangan bayi dan membantu otot bayi berkembang. Semakin bayi mendorong dan menarik, semakin mereka melatih otot-otot mereka untuk lebih kuat dan lihai dalam aktivitas motorik. Di tahun-tahun berikutnya, bayi akan mulai menarik dan mendorongnya dengan kecepatan yang lebih cepat.

 

Dikembangkan dari kidshealth.com

Comments (1)

Bagus artikelnya.. padat dan berisi, semoga selau sehat, rejekinya tambah banyak dan sehat selalu.. salam sukses buat teman-teman semua..amiin

Balas

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...