content detail

Membiasakan Anak dengan Tiga “Kata Sakti”

Post by: 17/04/2015 0 comments 1050 views
sumber: http://www.mumssurvivalguide.net/
sumber: http://www.mumssurvivalguide.net/

Pendidikan moral seharusnya diberikan sedini mungkin pada anak. Sebab, moral inilah yang nantinya akan membentuk perilaku dan karakter anak. Saat anak memasuki tahun pertamanya, anak sudah mulai belajar bicara. Semakin bertambahnya usia, kosa kata sang anak semakin bervariasi. Kita mungkin sering mendengar istilah “anak-anak adalah peniru yang ulung”. Hal tersebut memang benar adanya. Anak-anak dengan sangat cepat meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang dewasa, termasuk gaya bicara. Orang dewasa yang dimaksud tentu saja orang tua mereka. Setiap pendidikan yang diterima oleh anak pasti berawal dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga.

Usia balita adalah usia emas. Pada usia tersebut, perkembangan otak anak sangat maksimal. Seusia mereka, anak saat aktif untuk mencoba dan mempelajari hal-hal baru. Anak akan dengan sangat cepat menyerap semua informasi.

Didorong oleh rasa penasaran yang tinggi, anak-anak pun berusaha meniru hal-hal yang dikerjakan oleh orang tua mereka. Trial dan error adalah dua hal yang tidak mungkin lepas dari masa anak-anak. Karena keaktifan anak tersebut, ibu yang bijak harus ekstra memperhatikan anak.

Perhatian ini tidak untuk mengekang atau membatasi anak. Tetapi justru mengarahkan anak saat anak berperilaku menyimpang. Misalnya saja, seorang anak memperhatikan ibunya yang sedang menyalakan kompor. Anak akan sangat tertarik saat kompor tersebut mengeluarkan api. Ibu harus memberi pengertian pada anak bahwa kompor adalah barang yang berbahaya. Dengan begitu, meskipun anak sangat penasaran ingin menyalakan kompor tetapi ia takut hal tersebut akan membahayakan dirinya.

Sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan untuk bermain. Waktu bermain adalah saat-saat anak berinteraksi dengan anak yang lain. Menurut Piaget, perkembangan kognitif balita ada di tahap operasional konkret. Artinya, anak hanya mampu memahami hal-hal yang terlihat secara kasat mata dan belum bisa memaknai setiap peristiwa.

Seperti halnya saat anak bermain kemudian mainannya direbut oleh temannya. Sontak saja anak akan menangis sejadinya karena pada saat itu anak belum mengerti mengenai konsep berbagi. Untuk anak yang merebut mainan, tentu perilaku ini juga tidak bisa dibenarkan meskipun ia belum paham dengan konsep meminjam.

Balita cenderung menyukai barang yang menurutnya menarik dan menganggap barang tersebut adalah miliknya. Hal ini oleh Piaget dijelaskan sebagai akibat dari karakter anak yang masih egosentris. Oleh karena itu, orang tua memegang peranan penting dalam mengarahkan karakter anak.

Anggapan bahwa kesalahan yang dilakukan anak kecil itu wajar adalah salah besar. Tidak seharusnya orang tua membenarkan setiap kesalahan yang dilakukan anaknya. Memarahi anak saat melakukan kesalahan juga merupakan dosa yang tidak terampuni. Marah bukanlah solusi dan bukan cara yang tepat untuk mendidik anak. Anak seharusnya dididik dengan penuh kasih sayang serta bimbingan. Ingin anak berperilaku baik, orang tua harus lebih dahulu mencontohkan bagaimana perilaku yang baik tersebut.

Banyak orang tua yang bangga saat anaknya mengucapkan kata-kata dalam bahasa asing. Padahal, ada kata-kata yang jauh lebih penting untuk diajarkan pada anak untuk membentuk moral dan akhlaknya. Kata-kata itu adalah “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”.

Ketiga kata tersebut memang terkesan sederhana tetapi sungguh bermakna. Jika Anda adalah orang tua yang ingin anaknya tumbuh dengan memiliki sifat empati, kata-kata tersebut wajib Anda ajarkan.

“Maaf”

Mengucapkan kata “maaf” ditujukan agar anak memahami jika ia baru saja melakukan kesalahan. Selain itu, meminta maaf juga merupakan cara termudah untuk menyelesaikan masalah. Jika anak diajarkan untuk mengatakan kata “maaf” sama halnya dengan anak belajar tanggung jawab. Dengan begitu, anak tidak mudah bersifat ‘lepas tangan’ yang kemudian akan membuatnya lebih berhati-hati dalam bertindak.

“Tolong”

“Tolong” merupakan sebuah kata yang sangat jarang diucapkan ketika meminta bantuan orang lain. Kata “tolong” diajarkan agar anak tahu cara menghargai orang lain. Kita harus menekankan pada anak kalau ia dan teman-temannya memiliki posisi yang setara. Tidak ada yang diistimewakan ataupun dianggap tidak spesial. Anak tidak boleh memperlakukan temannya semena-mena. Dengan mengucapkan “tolong” saat meminta bantuan berarti membuat anak belajar bahwa ia memerlukan orang lain untuk membantunya. Oleh karena itu, anak harus menghargai temannya jika ingin dibantu.

“Terima kasih”

Kata terakhir yang wajib diajarkan yaitu “terima kasih”. Setelah meminta bantuan kepada orang lain, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Kata tersebut diucapkan sebagai bentuk penghargaan karena sudah membantu. Kita tidak mungkin membalas semua kebaikan orang lain tetapi kita tidak mungkin tidak bisa mengucapkan terima kasih. Begitu juga dengan anak-anak. Mengucapkan terima kasih memberi efek yang luar biasa. Orang lain yang menerima ucapan tersebut akan merasa senang dan tidak keberatan jika besok-besok dimintai bantuan lagi.

Meskipun anak-anak belum mengetahui makna dari ketiga kata tersebut, tetapi biasakanlah anak Anda untuk mengucapkannya. Efeknya memang tidak bisa dirasakan secara langsung. Saat anak anda beranjak dewasa, Anda akan bangga melihat sang anak tumbuh dengan memiliki sifat empati dan bertanggung jawab. Sebuah kebahagiaan yang luar biasa bagi orang tua ketika anaknya tumbuh menjadi anak yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Membiasakan anak mengucapkan ketiga kata tersebut juga bukanlah hal yang sulit. Cukup memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, anak adalah peniru yang ulung, sedangkan orang tua adalah role model abadi bagi anak.

Ingin menjadi seperti apa anak Anda, semuanya tergantung bagaimana perilaku Anda. Artikel ini semoga bisa menjadi sedikit pembelajaran bagi orang tua atau yang akan menjadi orang tua. Sebagai penutup, orang tua yang bijak adalah pahlawan bagi anaknya!

 

Amanda Rachmaniar, sebelumnya pernah dimuat di isigood.com.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...