content detail

Membantu Anak Mengatasi Mimpi Buruk

Post by: 15/06/2015 0 comments 834 views

Kualitas tidur adalah hal yang sangat penting bagi anak-anak untuk dapat bersemangat dalam beraktivitas. Oleh sebab itu, orang tua perlu memperhatikannya. Misalnya dengan menjaga waktu tidur anak agar tidak terlalu larut dan tercukupi, serta menghindarkan gangguan-gangguan yang terjadi ketika anak tertidur.

Salah satu hal yang mengganggu tidur anak adalah hadirnya mimpi buruk (Baca: Mimpi Buruk, Mengapa Anak Bangun dan Ketakutan?). Orang tua dan figur lekat lainnya dapat berusaha mencegah terjadinya mimpi buruk dengan menciptakan suasana yang baik (Baca: Menciptakan Mimpi Indah Untuk Anak ). Namun terkadang, hal tersebut belum cukup. Anak tetap mengalami mimpi buruk, lalu terbangun dengan terkejut dan ketakutan. Hal ini akan sangat mengganggu bagi anak, terutama jika terjadi berulang-ulang. Untuk itu, orang tua pun perlu mengetahui bagaimana cara menenangkan anak yang mengalami mimpi buruk. Berikut beberapa hal yang dapat orang tua lakukan untuk membantu anak mengatasi mimpi buruk.

sumber: www.buzzfeed.com
sumber: www.buzzfeed.com
  • Yakinkan anak bahwa orang tua ada di sana untuk dia. Keberadaan figur lekat dapat membantu anak merasa nyaman dan aman setelah terbangun dalam keadaan ketakutan. Mengetahui ia tidak sendirian dapat membantu memperkuat rasa aman anak.
  • Katakan pada anak bahwa mimpi buruk yang tadi sudah berakhir. Yakinkan bahwa di dunia nyata, kejadian dalam mimpi buruk yang ia alami tidak terjadi.
  • Tawarkan kenyamanan, berikan refleksi emosi. Tunjukan bahwa orang tua mengerti bahwa anak merasa takut dan itu hal yang wajar. Biarkan anak tahu, bahwa mimpi memang terkadang menakutkan, menyebalkan, dan terlihat begitu nyata, oleh sebab itu, wajar saja untuk merasa takut.
  • Gunakan imajinasi, terutama bagi anak yang masih di PAUD atau TK. Misalnya menunjukkan bahwa keajaiban bisa menangkal moster yang ada di dalam mimpi. Orang tua mungkin bisa berpura-pura menyemprotkan spray anti monster untuk membuat monster menghilang. Lalu cek tempat-tempat yang dianggap sebagai sumber datangnya monster, seperti lemari, bawah ranjang, dan sebagainya. Yakinkan pada anak bahwa tidak ada yang akan mengganggunya dari sana.
  • Pencahayaan. Bila anak merasa takut dan tidak aman untuk tidur dalam gelap, lampu ruangan bisa dinyalakan. Bisa juga menggunakan lampu tidur, agar tidak terlalu silau, namun tetap bercahaya.
  • Bantu anak untuk kembali tidur. Tawarkan sesuatu yang menghibur dan mampu memperbaiki suasana hati anak. Misalnya dengan mendekatkannya pada benda-benda kesayangan, melakukan dongeng sebelum tidur dengan cerita yang menyenangkan, memutarkan musik yang lembut, atau mencium anak.
  • Jadilah pendengar yang baik. Tidak perlu banyak membicarakan soal mimpi buruk yang sudah dialami, bantulah anak merasa nyaman dan aman untuk kembali tidur. Tetapi mungkin esoknya, anak akan bercerita soal mimpi buruk yang ia alami di malam hari, bahkan menggambarkan apa yang dilihatnya di dalam mimpi.

Pada umumnya, mimpi buruk pada anak-anak tidak terlalu mengkhawatirkan, hanya membutuhkan perhatian dari orang tua agar anak merasa lebih nyaman dan aman. Namun demikian, orang tua mungkin perlu mulai berkonsultasi pada ahli, seperti dokter atau psikolog, jika mimpi buruk terjadi terlalu sering dan membuatnya tidak memiliki waktu tidur yang cukup, atau jika mimpi buruk terjadi bersamaan dengan masalah emosional dan perilaku anak.

 

sumber: kidshealth.org

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...