content detail

Makna Di Balik Denah Sekolah

Post by: 05/03/2015 3 comments 3013 views
Denah sekolah yang unik
Denah sekolah yang unik

Suatu hari, di atas meja tergeletak dua amplop besar berwarna coklat dan putih. Pengirimnya Try Coburg Kindergarten, salah satu sekolah di Australia. Ternyata isinya adalah hal-hal yang terkait dengan dimulainya sekolah anak saya di sekolah itu, seperti alokasi kelas dan waktu sekolah, filosofi dari program, metode komunikasi di sekolah, dan sebagainya.

Satu hal yang paling menarik dari isi amplop adalah tips untuk adaptasi anak ketika awal masuk sekolah. Beberapa tips yang dituliskan dalam buku panduan dari sekolah itu di antaranya adalah orang tua diminta untuk selalu bersikap positif dalam proses adaptasi. Orang tua diperbolehkan tinggal beberapa saat jika anak-anak cemas dan sedih di hari awal mereka sekolah. Orang tua diminta duduk, berinteraksi dengan anak dan mendorong mereka mengenal lingkungan baru serta bermain dengan teman-temannya. Orang tua juga diperbolehkan datang menjemput lebih awal dan menelepon menanyakan kondisi anak setelah 20 menit kelas dimulai.

Di awal masuk sekolah, orang tua juga diperbolehkan tinggal di sekolah dengan waktu yang lebih lama, misalnya hari ini, orang tua menemani selama 2 jam, hari berikutnya berkurang menjadi 1,5 jam, kemudian 1 jam, dan seterusnya sampai anak merasa terbiasa dan dapat ditinggal secara langsung. Yang terakhir, meskipun orang tua mungkin juga merasa sedih saat berpisah dengan anaknya, orang tua diminta untuk tetap bersikap ceria dengan harapan perasaan positif orang tua akan menular kepada anaknya.

Isi amplop lainnya yang tidak kalah menarik adalah selembar denah sekolah yang lucu sekali, khas anak-anak  dan ketika saya balik ternyata berisi pesan dari Vicroads, semacam Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan di Indonesia, terkait dengan perubahan arus jalan di sekitar sekolah dan  penambahan jalur bus di depan sekolah. Si anak diminta mewarnai gambar tersebut sesuai dengan kode yang diberikan. Gambar itu menunjukkan dimana letak sekolah, tempat parkir guru, tempat penyeberangan jalan, drop zone (tempat menurunkan anak-anak), serta jalur bis. Selain itu, di setiap jalan tertulis lengkap juga rambu-rambu parkir yang harus diperhatikan. Rambu-rambu ini sangat penting, karena setiap rambu itu unik dan harus dipahami.

Gambar denah sekolah itu, meskipun kelihatan sederhana, tapi mengajarkan beberapa hal pada orang tua dan anak-anak. Yang pertama, kita dikenalkan dengan lingkungan sekolah, bangunan apa saja yang ada disekitar sekolah, nama-nama jalan berikut rambu-rambunya. Denah berupa hasil gambar anak-anak juga upaya yang luar biasa. Coba bayangkan, jika saja denah itu hasil cetak komputer, dengan bentuk bangunan yang kotak, gambar jalan dan mobil yang monoton pasti akan kurang menarik bagi anak-anak. Tapi karena denah itu digambar oleh seorang anak, maka anak kecil lain melihatnya akan senang, bisa jadi mereka berpikir itu gambar teman sebaya yang harus mereka warnai. Dari rasa senang itu, perhatian anak-anak telah terpancing, sehingga mereka akan lebih mendengarkan ketika kita menceritakan tentang lingkungan sekolah.

Kedua, denah itu secara tidak langsung juga mengajarkan kedisiplinan kepada orang tua dan anak. Sebagai warga sekolah, kita diminta untuk disiplin dengan mematuhi peraturan yang sudah dibuat baik oleh sekolah maupun pemerintah, misalnya dengan disiplin menyeberang di tempat penyeberangan dan disiplin untuk memarkir mobil hanya di tempat yang diperbolehkan. Ketiga, denah itu menunjukkan adanya kepedulian pihak sekolah dan pemerintah kepada orang tua murid. Sungguh sebuah pelajaran yang sederhana, tapi amat berharga tentang bagaimana sekolah dan pemerintah peduli dan menghargai orang tua siswa. Sebuah cara sederhana yang sangat baik untuk ditiru.

 

Tulisan dan gambar merupakan rangkuman dari tulisan Inge Dhamanti (Mahasiswa Pendidikan Doktor La Trobe University Australia) yang dimuat dalam buku Sekolah itu Asik (2014). Tulisan lengkap dapat dibaca dalam buku tersebut.

Comments (3)

Kenapa sekolah Indonesia tdk bisa lbh baik dr australia ya, konon. Katanya australia negeri para pencuri, tempat pengasingan, apa yg salah. Australia mengakui lho kepintaran dan intelejensi anak2 indonesia, cuma Alloh maha adil, negara kita itu SDA dan SDM bagus, tp diberi pemimpin yg tdk amanah jdnya rusak, begitu kira2 diagnosisnya.

Balas

Silahkan, tetapi tolong tetap menuliskan sumber dan nama penulisnya, Ibu Inge Dhamanti.

Balas

Saya Guru SD Kelas 3 di Jakarta.
Apakah saya bisa mendapat informasi yang terkini tentang teknologi pendidikan yang di kembangkan di negara-negara maju ? Seperti Australia, Jerman, Jepang …

Balas

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...