content detail

Mainan Yang Tepat Untuk Anak Usia Sekolah

Post by: 27/07/2015 0 comments 1026 views

Berbeda dengan bayi, balita, dan pra sekolah, anak yang akan memasuki masa sekolah biasanya telah lebih mahir melakukan permainan masa sebelumnya. Mereka telah memahami dunia di sekitar mereka secara sederhana, dan mulai bergerak untuk menguasai suatu ketrampilan yang menantang. Misalnya mulai bermain bola atau mengepang rambut. Di masa ini juga lah minat dan bakat berkembang. Anak usia 4 tahun yang suka mendengar cerita, mungkin akan berminat untuk membaca cerita sendiri. Anak usia 5 tahun yang suka mendengarkan musik mungkin akan mulai ingin belajar bermain piano.

Kemampuan fisik seperti pertumbuhan tubuh dan kemampuan motorik sedang dalam masa penyempurnaan. Anak dapat mulai belajar untuk mengendarai sepeda roda dua atau meluncur dengan skateboard. Seni dan kerajinan yang mereka lakukan juga akan menjadi lebih rumit, dan anak mungkin akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk meronce gelang atau menggambar komik. Saat inilah anak akan mencoba permainan yang mengandung petualangan baru, misalnya bersepeda off road. Tentu saja permainan yang mengandung resiko tersebut harus dalam pengawasan demi menjga keamanan anak.

Hubungan dengan teman sebaya juga mengambil peran penting pada masa ini.  Mungkin anak akan lebih tertarik bermain dengan teman sekelasnya daripada orang tua. Namun ingatlah bahwa meski demikian, orang tua adalah figure lekat yang penting baginya. Jadi, sekali-sekali, cobalah untuk membuat waktu bermain bersama sekeluarga. Berikut adalah beberapa mainan yang tepat untuk anak usia sekolah:

Lompat tali

sumber: www.invitehealthblog.com
sumber: www.invitehealthblog.com

Bermain lompat tali dengan teman-teman sebenarnya membuat anak belajar bergaul dengan teman sebaya dan belajar bergiliran dalam melompat. Selain itu, melompat membutuhkan koordinasi, sehingga mendorong perkembangan motorik kasar dan penyelesaian masalah.

Kartu dan permainan papan

sumber: www.wvnh.com
sumber: www.wvnh.com

Permainan meja seperti kartu bridge, uno, atau yang berbentuk papan seperti catu atau monopoli, mengajarkan tentang strategi, bergiliran, aturan, dan permainan yang adil. Hal ini juga mendorong kerjasama dan membantu anak belajar untuk mengelola emosi yang datang ketika menghadapi kemenangan atau kekalahan.

Alat Musik

sumber: kidsmusicplay.com
sumber: kidsmusicplay.com

Belajar bermain piano, gitar, atau instrument lain meningkatkan kemampuan mendengar, koordinasi motorik, serta membantu membentu kemampuan untuk memperhatikan.

Permainan sains

sumber: mommypoppins.com
sumber: mommypoppins.com

Misalnya adalah set permainan kimia, teropong, teleskop, atau permainan lain yang mendorong anak untuk menemukan dan memecahkan masalah, serta membantu meningkatkan kemampuan matematika, ilmu pengetahuan, dan membantu mengembangkan imajinasi.

Orang tua

sumber: uhaweb.hartford.edu
sumber: uhaweb.hartford.edu

Beberapa permainan anak memang dilakukan sendiri, namun jangan remehkan peran orang tua dalam semua permainan anak, mulai dari bayi hingga usia sekolah. Apa yang anda lakukan akan ditiru oleh anak. Ketika orang tua duduk di sebelah anak dan cat air untul mewarnai bersama atau membacakan cerita untuk anak, orang tua akan memberi anak perhatian yang dibutuhkan agar anak membangun percaya diri, serta merasa aman dan dicintai.

Mainan adalah alat untuk membantu anak berkembang, tapi orang tualah yang merawat perkembangan anak.

 

Baca juga, tips memilih mainan sesuai usia anak: Bayi, Balita, Prasekolah

disadur dari kidshealth.org

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...