content detail

Kunci Bagi Guru Untuk Memahami Siswa

Post by: 28/08/2015 0 comments 1518 views

Teori perilaku dan psikologi akan membantu guru mendapatkan banyak ide dan wawasan untuk memahami siswa. Namun, cara terbaik untuk menjangkau mereka adalah dengan menunjukkan pada siswa bahwa guru benar-benar peduli. Bagaimana cara melakukannya?

Ketika pertama kali mengajar pada tahun 1993, saya sudah mengambil beberapa kursus psikologi perilaku dan merasa berpengalaman untuk menerapkannya. Saya sangat pandai dalam hal ini, bahkan beberapa guru yang lebih tua merasa iri dengan kemampuan saya dalam menerapkan teori psikologis dengan berhasil. Mereka tidak dapat memahami bagaimana seorang guru pemula usia dua puluhan sudah menguasai hal tersebut.

Rahasianya adalah tujukan pada siswa bahwa Anda peduli. Pada tahun 1960, salah satu pengusaha terkenal bernama Earl Nightingale pernah mengatakan: “Tidak ada kualitas yang lebih penting di dunia ini lebih dari menghargai. Ketika seseorang merasa dihargai dan disukai, mereka akan memberikan memberikan usaha, cinta, dan kehidupan mereka untuk mempertahankannya.”.

Apa yang ia katakan masih sesuai untuk diterapkan sampai saat ini. Bahkan mungkin ha tersebut adalah elemen paling penting untuk mendapatkan hati anak-anak. Hal tersebut dinamakan: kepedulian yang sungguh-sungguh. Sesederhana itu.

sumber: sungardk12.com
sumber: sungardk12.com

Saya tahu bahwa ilmu psikologi yang saya pelajari ketika kuliah dapat membantu dalam memahami anak dengan kebutuhan khusus, seperti gangguan kepribadian, masalah perilaku, dan sebagainya. Tapi usaha dalam memahami, semangat empati, dan cinta untuk siswa adalah hal yang akan memenangkan hati mereka.

Saya dapat memberi banyak bukti bahwa hal tersebut benar. Ada seorang mantan siswa saya yang menjadikan saya guru favoritnya ketika ia belajar di kelas saya. Ia tidak menghormati guru lain selain saya. Ia mengatakan kepada kepala sekolah dan guru lainnya bahwa ia tidak akan menjawab siapapun kecuali saya. Ia bahkan mau berjuang untuk saya jika diperlukan, dan kami menjadi teman yang baik.

Ada banyak contoh lain seperti hal di atas selama lebih dari 15 tahun pengalaman mengajar yang saya miliki. Beberapa anak kelihatannya tidak memiliki kesempatan kecuali di kelas saya, di mana mungkin saya memberi mereka penghargaan positif, dan itu menjadi satu-satunya yang pernah mereka dapatkan. Terkadang, orang-orang disekitar mereka sudah menyerah untuk mengatasi mereka. Bahkan beberapa orang tua lah yang menyerah. Anak-anak tersebut pun terkadang telah menyerah terhadap diri mereka sendiri. Tetapi saya berusaha membuat ruang di mana mereka merasa aman: aman untuk menjadi diri mereka sendiri, aman untuk berbagi, dan aman untuk mengungkapkan rahasia terdalam mereka. Ini adalah karena saya mau menerima mereka, dan saya hanya memiliki satu syarat, yaitu mereka mau berkembang.

Jika guru mau memahami sudut pandang empati dari pelaku criminal dan memahami sudut pandang korban, kita akan menjadi lebih baik dalam memahami siswa. Tetapi hal ini memang sulit dilakukan. Wajar saya, guru tentu juga tidak ingin mengabaikan anak-anak baik yang juga memiliki perjuangan mereka sendiri. Tetapi kita juge perlu menyelamatkan anak yang terlihat menyimpang untuk menyelamatkan masyarakat dari kemunduran. Dan semua hal tersebut dimulai dari ruang kelas, dengan guru yang peduli, dan seorang anak yang butuh dimengerti.

Mari mulai dari kita.

 

Disadur dari tulisan Deb Killion. Artikel asli dapat dilihat di sini.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...