content detail

Kerjasama

Post by: 03/05/2016 0 comments 694 views

Sabtu, 30 April 2016. Kunjungan Agung Wibawato (Wartawan KR) ke SD Muhammadiyah Macanan (salah satu sekolah dalam jaringan GSM). Beliau menyampaikan bahwa di sekolah desa juga banyak siswa cerdas, sepanjang metode pembelajarannya juga tepat. Seperti saat mengajarkan tentang kerjasama berikut ini.

 

KERJASAMA

 

Ada sebuah kejadian yang menarik tadi siang (menurut saya, gak tau menurut pembaca, hehehe…). Saat memperhatikan setiap tingkah laku anak-anak siswa sekolah dasar, bermacam tingkah polahnya, ada yang lucu, mengharukan, bangga dan kadang memunculkan inspirasi.

Seperti saat beberapa orang anak kelas 2-3 mengerumuni sebuah mobil. Satu persatu bergantian berusaha mendorong mobil yang tampak tidak bergeming sedikitpun. Sepertinya mereka tengah “berlomba” siapa yang paling kuat mendorong mobil. Penasaran, saya pun mendekati dan bertanya, apa yang tengah mereka lakukan.

Setelah tahu permasalahannya, saya bertanya, “iapa yang tahu, mengapa mobil tidak bergerak dan terasa berat ketika didorong sendirian?” Mereka hanya tersenyum-senyum malu. Saya ajak mereka mengamati mobil dan bertanya kembali, “Kira-kira mana yang lebih berat, mobil ini dengan tubuhmu?”–“Ya, jelas mobil to, Pak,” balas mereka cepat. “Lantas, mungkin gak sebuah benda kecil menggeser benda yang lebih besar dan lebih berat?”

Foto : Agung Wibawanto bersama Siswa SD muhammadiyah Macanan
Foto : Agung Wibawanto bersama Siswa SD Muhammadiyah Macanan

Mereka berpikir sebentar, lalu menjawab, “Bisa jika Allah mengijinkan,”–“Bisa kalau aku jadi Hulk,”–“Ya, gak bisa dong,” bermacam jawabannya, namanya juga anak-anak yang kadang berimajinasi. Saya minta untuk mencoba lagi mendorong mobil sendiri-sendiri, “Tenan toooo…, ora iso,” (bener kan, gak bisa), jawab yang satu.

“Sekarang kita coba yuk 5 orang mendorong bersama…” Mereka pun dengan senang mencoba dan ban mobil mulai bergerak maju perlahan…. “Hiyaaaaa…. berhasil!!” Pertanyaannya, dan coba dipikirkan, kenapa kalau sendiri tidak bisa mendorong mobil tapi kalau berlima bisa? Tanya saya memacu mereka untuk berpikir…. “Karena banyak… tenaganya bertambah,” jawab mereka cerdas.

“Artinya, kalau kita bekerja bersama-sama, maka apa yang kita lakukan akan terasa lebih ringan atau mudah. Bandingkan jika dikerjakan sendiri?”–“Saya tahuuuu…, gotongroyong!” kata seseorang tanpa ditanya. “Bukan yoooo, tapi bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,” jawab yang lainnya. Lihatlah, mereka tengah mempelajari dan sekarang sudah memahami akan arti “gotongroyong” dan “bersatu”.

Siswa yang cerdas bukan hanya melulu soal calistung (baca, tulis dan hitung) dan juga tidak selalu berada di sekolah yang bergedung mewah dan lengkap fasilitasnya serta berada di perkotaan (sehingga dicap sebagai sekolah favorit). Di sekolah desa juga banyak siswa cerdas, sepanjang metode pembelajarannya juga tepat. Big thanks for Sekolah Dasar Muhammadiyah Macanan, terima kasih atas pembelajarannya.

 

*Tulisan ini adalah pendapat pribadi. Agung Wibawanto. Wartawan Kedaulatan rakyat (KR).

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...