content detail

Inilah Alasan Mengapa Jam Masuk Sekolah Jangan Terlalu Pagi

Post by: 16/03/2015 0 comments 1771 views
sumber: rumahmentor.wordpress.com
sumber: rumahmentor.wordpress.com

Saat ini semakin gencar untuk merealisasikan ide masuk sekolah lebih awal dari biasanya. Banyak faktor yang mendorong pemerintah untuk berpikir menerapkan kebijakan tersebut. Di sisi lain, kebijakan jam masuk sekolah lebih awal atau terlalu pagi dikhawatirkan akan membuat waktu tidur anak berkurang. Padahal, kurang tidur berdampak negatif bagi kesehatan.Para dokter anak yang tergabung dalam American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemerintah AS untuk menerapkan aturan dimulainya jam sekolah pada pukul 8 pagi. Idealnya adalah pada jam 8.30 pagi. Perdebatan mengenai jam masuk sekolah anak yang ideal juga sejak lama terjadi di Amerika.

Di Indonesia sendiri, sebagian besar sekolah menerapkan jam masuk sekolah pada jam 7 pagi. Bahkan Pemprov DKI sejak awal tahun 2009 ini memajukan jam masuk sekolah menjadi jam 6.30 pagi untuk mengurangi kemacetan.

Dr.Marcel Deray, dokter spesialis tidur dari Florida mengatakan, kurang tidur akan berdampak pada kesehatan dan kemampuan belajar anak di sekolah.

“Saya melihat banyak remaja yang kelelahan dan bermasalah di sekolah karena mereka bangun terlalu pagi. Sebagian anak sudah bersia-siap ke sekolah pada jam 5 atau 6 pagi,” kata pimpinan Sleep Disorders Center di Miami Children’s Hospital ini.

Kebanyakan orangtua memang akan menyuruh anak mereka untuk tidur lebih awal sehingga jam tidur anak tidak berkurang. Tetapi, hal itu tak selalu mudah pada anak yang mulai remaja. Menurut Dr.Judith Owends, biologi memiliki jadwalnya sendiri.

Owens yang merupakan anggota AAP mengatakan, di masa pubertas, siklus tidur dan bangun anak berubah dan biasanya mereka sulit untuk tidur sebelum jam 11 malam.

“Tubuh remaja melepaskan melatonin lebih lama dibanding orang dewasa. Selain itu, remaja juga butuh waktu tidur lebih lama, yakni sekitar 9,5 jam,” katanya.

Kegiatan ekstrakulikuler atau aktivitas lain yang dilakukan anak sepulang sekolah juga dinilai Owen membuat jam istirahat anak semakin berkurang.

Deray menyebutkan, penelitian menunjukkan anak yang kurang tidur bisa membuat performa anak di sekolah buruk. Selain itu, mereka juga berpotensi mengalami kegemukan, depresi, bahkan kecelakaan lalu lintas.

“Jam masuk sekolah yang digeser agak siang merupakan salah satu cara untuk membantu anak-anak yang kurang tidur,” katanya.

Ia juga menyarankan pada orangtua agar mematikan semua perangkat elektronik atau gadget setidaknya 2 jam sebelum waktu tidur. “Cahaya biru dari perangkat tersebut mengurangi produksi melatonin,” katanya.

Kegiatan fisik atau olahraga juga sebaiknya tidak dilakukan berdekatan dengan waktu tidur. Mengerjakan tugas sekolah bisa dilakukan lebih awal atau di sore hari sehingga kualitas tidur anak lebih baik.

“Salah satu masalah yang dihadapi anak sekarang adalah jadwal yang padat,” katanya.

Kualitas Tidur Anak Akan Mempengaruhi Kecerdasannya

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang pandai. Namun, jika secara spesifik Anda menginginkan si kecil pandai matematika dan membaca, jangan biarkan jadwal tidurnya berantakan.

Para peneliti asal University College London melakukan studi pada 11.000 anak. Mereka melaporkan, jadwal tidur anak yang tidak teratur dan sering begadang berdampak buruk pada kemampuan matematika dan membaca mereka.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Epidemiology and Community Health tersebut menganalisis prestasi akademik anak usia 3, 5, dan 7 tahun yang dikaitkan dengan jam tidur mereka. Studi menemukan, anak yang tidak memiliki jadwal tidur tetap dan lebih dari pukul 21.00 cenderung memiliki nilai membaca dan matematika yang lebih rendah.

Menurut studi, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang kurang stabil cenderung mendapatkan tanggapan sosial yang kurang sehingga bisa menonton TV hingga larut malam. Hal itu berbeda dengan keluarga yang stabil yang cenderung memiliki peraturan anak untuk tidur tepat waktu. Di sinilah terlihat hubungan tipe keluarga dengan jadwal tidur anak.

Para peneliti mengatakan, masa anak-anak merupakan masa emas perkembangan otak. Tidur merupakan hal penting demi perkembangan otak yang optimal. Ketika anak tidak mendapatkan tidur yang baik pada malam hari dengan periode yang konsisten, kemampuan otaknya untuk menyimpan informasi baru bisa terganggu.

Studi menemukan, jam tidur tidak teratur paling umum dijumpai pada anak usia tiga tahun. Satu dari lima anak usia tiga tahun tidur dalam waktu yang bervariasi. Sementara menginjak usia 7 tahun, lebih dari setengah anak memiliki awal waktu tidur teratur, yaitu antara pukul 19.30 dan 20.30.

Namun, para peneliti mengatakan, waktu tidur lebih dini dari jam 19.30 tidak menjadikan perkembangan otak anak lebih baik. Secara umum, beberapa ahli tidak terlalu memperhatikan konsistensi jam tidur, tetapi lebih pada kualitas tidur.

Robert Scott-Jupp, dokter anak dari Royal College of Pediatrics and Child Health, mengatakan, sepintas studi ini memberikan kesan kurang tidur pada anak dapat berdampak pada kurangnya kecerdasan anak, tetapi jelas hubungannya lebih rumit dari itu.

“Faktor sosial dan biologi sama-sama mempengaruhi perkembangan otak dengan cara yang rumit. Untuk mendapatkan perkembangan otak yang terbaik, anak perlu tidur malam yang baik,” tuturnya.

 

Disadur dan dikembangkan dari www.kompas.com. Tulisan ini sebelumnya dimuat oleh isigood.com.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...