content detail

Identifikasi Emosi Anak Melalui Warna

Post by: 08/07/2015 0 comments 1668 views

Usia 0-5 tahun, dikenal sebagai golden age, dimana perkembangan terjadi sangat pesat. Baik dari sisi kognitif, emosi, fisik, bahkan sampai dengan pembentukan kepribadian. Oleh sebab itu, pendidikan anak usia dini bukanlah hal yang sederhana, diperlukan adanya keseimbangan stimulasi untuk dapat mendampingi anak berkembang.

Meski demikian, dalam satu penelitian yang dilakukan oleh Martani (2012), didapatkan bahwa ada beberapa hal yang belum diperhatikan dalam pendidikan anak usia dini. Dari 30 guru TK Yogyakarta yang menjadi subjek penelitian, disimpulkan bahwa pemahaman guru terhadap cara memberikan stimulasi untuk perkembangan emosi anak masih belum memadai. Pada umumnya, guru menekankan pentingnya kemampuan kognisi anak karena terpengaruh nilai dan budaya yang sangat menentukan orientasi pendidikan kearah kognitif.

Kurangnya pendampingan dalam perkembangan emosi dapat menimbulkan masalah emosi di kemudian hari. Oleh sebab itu, anak perlu diajarkan untuk menyadari, serta mengelola emosi yang muncul pada dirinya sejak dini. Anak perlu belajar cara melepaskan emosinya dengan baik. Untuk itu, guru pendidikan usia dini perlu mampu memahami emosi anak, untuk membantunya mengelola emosi.

Pada umumnya, emosi terdiri dari dua jenis, yaitu emosi negatif dan emosi positif. Emosi negatif yang biasa dirasakan anak seperti marah, sedih, takut, dan jijik, sementara itu, emosi positif bisa berupa rasa bahagia, antusias, dan bangga. Ada banyak cara untuk mengenali emosi anak. Salah satunya adalah dengan melihat warna dominan yang dipilih anak dalam kegiatan.

Pratiwi dan Budisetyani (2013) melakukan penelitian tentang hubungan emosi dan warna, dengan melibatkan anak TK dengan usia 4-6 tahun dengan metode eksperimen. Anak-anak tersebut diberikan stimulus film yang membuat emosi mereka menjadi positif, lalu anak diminta mewarnai sebuah gambar. Selang beberapa hari, giliran film yang memberikan stimulus negatif yang ditayangkan, lalu anak diminta kembali mewarnai.

Secara keseluruhan ketika diberi perlakuan berupa film untuk menstimulasi emosi positif, sebesar 86,7% anak menggunakan warna cerah. Sebaliknya, ketika diberi stimulus negatif, sebagian besar anak menggunakan warna gelap untuk mewarnai. Analisis statistik kemudian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat atau sangat tinggi antara emosi negatif dengan penggunaan warna dominan gelap pada kegiatan mewarnai anak usia dini (Pratiwi & Budisetyani, 2013).

Warna dapat dijadikan salah satu metode untuk mengenali emosi anak ketika anak sendiri belum terlalu lancar dalam mengidentifikasi emosinya. Masalah pembelajaran pun terkadang sangat dipengaruhi emosi. Misalnya ketika anak sedang dalam keadaan sedih sehingga kurang siap menerima pembelajaran. Mungkin ia akan jadi sulit fokus (Baca: Anak Sulit Fokus di Sekolah) pada apa yang disampaikan guru. Saat itu, mungkin yang dibutuhkan anak adalah dinyamankan terlebih dahulu sebelum siap belajar. Kepekaan guru dalam mengenali emosi anak juga akan sangat membantu anak untuk belajar mengenali emosinya sendiri.

Dari hasil penelitian tersebut, Pratiwi & Budisetyani (2013) menyarankan pendidik dan orang tua untuk memperhatikan hasil-hasil seni seperti hasil lukis dan mewarnai pada anak sehingga dapat mengetahui emosi-emosi yang dirasakan anak. Pengetahuan yang tepat tentang emosi yang dirasakan anak didik akan membantu untuk lebih mengenal anak. Hal mengenai emosi dapat menjadi salah satu fokus sharing antara pendidik dan orangtua, bukan hanya mengenai kegiatan akademis namun juga secara sisi sosioemosional anak.

 

Referensi:

Martani, Wisjnu. 2012. Metode Stimulasi dan Perkembangan Emosi Anak Usia Dini. Jurnal Psikologi. Universitas Gadjah Mada. Vol39, no. 1, hal 112 – 120

Pratiwi, Putu Yudari & I.G.A.P. Wulan Budisetyani. 2012. Emosi dan Penggunaan Warna Dominan Pada Kegiatan Mewarnai Anak Usia Dini. Jurnal Psikologi Udayana. Vol. 1, No. 1, 160-170

Sumber gambar: www.learningexpress.com

About author

Shiane Anita Syarif

Kontributor Gerakan Sekolah Menyenangkan

Website:

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...