content detail

Elegi Pagi Tentang Ujian Nasional Di Sekolah

Post by: 13/05/2016 0 comments 655 views
Berikut merupakan tulisan dari Novi Candra, salah satu penggagas Gerakan sekolah Menyenangkan (GSM) yang juga sebagai kandidat doktor Melbourne University. Beliau menyampaikan bahwa Ujian Nasional dapat membuat Guru kehilangan kreativitas, kadang juga kehilangan rasa kemanusiaan karena ujian nasional membuat semua insan pendidikan menjadirobot tak berjiwa.

Elegi Pagi Tentang Ujian Nasional di Sekolah

oleh Novi Candra, M.Si., Psi

Ketika saya menonton beberapa anak yang sakit di rumah sakit harus mengikuti UAN, tertatihtatih, dibopong untuk mengerjakan soal2,dan dalam keterbatasan itu mereka harus bertarung dengan anak anak lain yang sehat, saya mulai berpikir…apa yang bangsa ini lakukan pada mereka? Untuk apa mereka harus seperti itu?
Tanpa mengindahkan jika mereka sakit dan tertatih, yang penting mereka ikut ujian agar mereka punya nilai akhir atas nama standarisasi.

Saya tiba tiba ingat ini ketika pagi kemarin saya dengar sendiri salah satu perkataan guru pada anak SD yang sakit, ‘bisa ya, sakitnya nggak lama lama biar ulangannya nggak banyak nyusul. Kalau banyak nyusul nanti saya yang repot atur jadwal ulangannya.”

Lihat, poinnya bukan lagi pada kesehatan anak anak, tapi pada repotnya guru.
Guru seolah olah hanya tahu bahwa tanggung jawab sekolah adalah mengetes anak setiap waktu.

Anak anak seolah bukan manusia yang punya rasa lelah, butuh istirahat karena sakit, punya rasa cemas untuk selalu dites.
Guru kehilangan kreativitas, kadang juga kehilangan rasa kemanusiaan karena ujian nasional membuat semua insan pendidikan menjadi robot tak berjiwa.

Lihat betapa Ujian Nasional membuat kita berpikir untuk apa menumbuhkan daya nalar,budi pekerti, potensi dan keunikan jika akhirnya mereka harus distandarkan seperti produk barang.

Sudah berapa lama orangtua Indonesia lupa bertanya, belajar apa saja nak hari ini? Apa yang membuat kamu gelisah dan ingin kamu bantu mengubah?
Sudah lama anak anak kita dihujani pertanyaan dapat berapa ulangan hari ini, hari kemarin dan akan masuk sekolah favorit mana?

Sudah lama guru guru tidak punya waktu bertanya, “ingin belajar apa hari ini?, apa yang kamu temukan hari ini, dan ingin kamu ciptakan.

Tidakkah kita rindu akan hal itu?

Saya selalu gelisah dan marah pada Ujian Nasional dan setiap bentuk tes, ulangan, ulangan ulangan yang menghantui hidup anak anak kita. Kita takperlu lagi itu agar anak anak kita hidup di abad 21. Tak perlu. Banyak jalan, banyak cara kalau kita mau untuk benar benar mengubah desain pendidikan kita, agar lebih manusiawi.

Kalaupun belum sanggup mengubah, gerakan sekolah menyenangkan adalah sebuah ihtiar agar kita masih selalu punya harapan bahwa pendidikan adalah tentang memanusiakan manusia.

Cukup..sudahi Ujian Nasional! apapun bentuknya, maka kita akan lebih mudah berubah.

 

By: Novi candra, M.Si, Psi (kandidat doktor Melbourne University)

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...