content detail

Dua Bocah Sleman Mengukir Prestasi Indah di Sekolah Australia

Post by: 24/04/2015 0 comments 1039 views

Ada dua malam yang  tidak akan pernah kami lupakan sebagai orang tua kedua bocah kakak beradik yang kami beri nama Syerihan dan Elkholy. Pertama ialah ketika mendapat undangan untuk menghadiri malam penghargaan untuk Syerihan yang bertempat di Drum Theatre Dandenong, pada 2013. Saat  itu yang terbersit di benak saya adalah si sulung akan mendapat sertifikat seperti yang sudah beberapa kali dia peroleh di sekolahnya, Carwatha College P-12. Namun, hanya suami saya yang menghadiri acara tersebut.

sumber: www.flinders.edu.au
sumber: www.flinders.edu.au

Dalam perjalanan pulang dari tempat bekerja, saya bertanya tentang penghargaan yang didapatkan. Suami saya menjelaskan bahwa Syerihan mendapat “Year 7 Dux Award”. Tapi kata “Dux” terus terbawa tidur. Pagi harinya rasa penasaran akan arti Dux saya temukan melalui mesin pencari google. Begitu terhenyak saat itu ketika mengetahui bahwa di Australia, Dux award ini diberikan kepada siswa dengan prestasi belajar paling bagus (top students) dari keseluruhan kelas atau level. Dan total  ada empat kelas di year 7.

Memang, sejak semester satu Syerihan sudah berhasil mengoleksi beberapa sertifikat dan penghargaan di bidang akademik seperti: Assistant Princpal’s Award, Year Level Coordinator Award, Encouragement Award, Art and Technology Show, dan yang terakhir Academic Honours Certificate. Dan yang begitu mencengangkan serta sangat mengharukan adalah ketika melihat nilai rapor kenaikan kelasnya. Betapa tidak, untuk mata pelajaran Matematika nilainya jauh di atas rata-rata kelas, yakni berada di Year 9. Sementara untuk mata pelajaran History, Science, Civic and Citizenship, Communication, Health and Physical Education, Personal Learning, dan Thinking Processes, nilainya berada di Year 8.

Kedua ialah saat malam kenaikan kelas bagi si kecil Elkholy. Suatu siang, pada 2013, anak kedua kami ini mendapatkan penghargaan dari Member of Victoria Parliament, Daniel Andrews, untuk prestasi akademiknya dan usahanya yang luar biasa selama 2 tahun di SD. Beberapa penghargaan yang pernah dia dapatkan sebelumnya adalah Numeracy Captain, Numeracy of The week, Mathletics dan empat penghargaan lainnya. Elkholy dipanggil terakhir kali dan mendapat penghargaan “Achieving Your Best 2013” dengan disertai pelukan erat dan hangat dari kepala sekolahnya.

Masih teringat ketika pertama kali dua bocah ini masuk di sekolah bahasa Springvale Language School sekitar dua minggu setibanya kami di negeri Kangguru ini, di Melbourne pada 2011. Hari demi hari mereka lewati dengan senang hati meski mereka sama sekali belum bisa berkomunikasi dengan teman-temannya. Guru di sekolah bahasa sangat membantu dalam menyemangati kedua bocah lugu ini dengan melibatkan mereka dalam berbagai aktifitas sekolah. Tak terasa setelah dua semester belajar di sekolah bahasa, meskipun belum maksimal bisa membuat kedua bocah ini lancar berbicara bahasa Inggris, mereka segera masuk primary school. Kesan indah diberikan oleh para guru karena kedua anak ini santun dan selalu aktif mengikuti kegiatan di sekolah.

Saat itu Syerihan masuk Year 6 dan Elkholy masuk Year 5. Syerihan dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan semua aktifitas sekolahnya, meski anak ini sangat pendiam. Guru di SD-nya selalu memberikan PR sekali untuk dikerjakan dalam waktu satu minggu kepada semua siswa dan setiap hari Jumat PR tersebut harus dikumpulkan dan selalu dikoreksi dengan disertai komentar. Hal ini ternyata memberikan motivasi yang luar biasa pada kedua anak ini.

Tidak setiap siswa di sini mampu rajin serajin kedua anak ini. Namun demikian, menurut guru kelasnya, Elkholy, masih belum bisa menyesuaikan diri. Dia selalu menyendiri dan jarang bermain ataupun berkomunikasi dengan teman-teman di kelasnya. Tetapi seiring berjalannya waktu, akhirnya Elkholy mulai merasa nyaman dan punya teman akrab. Dan dengan rajinnya Elkholy selalu menyelesaikan PR dengan hasil memuaskan walau tanpa meminta bantuan orang-orang di rumah. Dia pun dipilih oleh guru kelas dan teman-temannya sebagai numeracy captain.  Setiap hari oleh gurunya kedua anak ini diminta untuk membaca buku. Dan setiap hari pula sang guru memeriksa buku hariannya dan membubuhkan tanda tangan, tanda anak ini meyelesaikan tugas dan membaca buku.

Tibalah saatnya Syerihan masuk SMP (secondary school). Syerihan merasa nyaman dengan sekolah barunya dan menjalani hari-harinya  dengan riang gembira. Ketelitian, kecermatan, kesungguhan dan kerajinan Syerihan mengikuti semua kegiatan di sekolah berbuah manis. Satu demi satu sertifikat dan penghargaan dia persembahkan untuk kedua orangtuanya. Hasil lukisannya pun diikutkan dalam lomba art show dan di pajang di sekolahnya.

Harapan kami, apa yang telah dipersembahkan kedua anak ini untuk kami sebagai orangtua  khususnya, dan untuk semua teman di tanah air umumnya, bisa menjadikan inspirasi bagi putera puterinya yang sedang menempuh studi. Anak Indonesia terbukti tak kalah bersaing di negeri orang. Dengan kesungguhan Syerihan dan Elkholy, sedikit banyak mereka ikut mengharumkan nama Indonesia lewat prestasi akademik.

 

Tulisan merupakan rangkuman dari tulisan Yulianti Wahyuningsih (Guru Bahasa Inggris, tinggal di Australia) yang dimuat dalam buku Sekolah itu Asik (2014). Tulisan lengkap dapat dibaca dalam buku tersebut.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...