content detail

Dampak Media Sosial Bagi Anak

Post by: 08/05/2015 0 comments 2292 views
sumber: http://www.huffingtonpost.com/
sumber: http://www.huffingtonpost.com/

Keberadaan teknologi semakin dekat dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah internet, yang beberapa tahun belakangan makin populer. Hal baru yang diciptakan oleh keberadaan internet adalah hubungan maya di media sosial. Beberapa orang menilai bahwa media sosial membuat seseorang tidak lagi terhubung dengan dunia nyatanya secara utuh. Sebab beberapa fungsi komunikasi banyak tergantikan oleh komunikasi maya baik itu via facebook, twitter, path, dan sebagainya. Di sisi lain, berkembangnya media sosial dapat mempermudah seseorang dalam bertukar informasi dengan orang yang jauh dari tempat tinggalnya.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun terlibat dalam perubahan sistem komunikasi dan hadirnya media sosial. Anak yang kini telah mahir menggunakan internet dapat dengan mudah membuat akun media sosial, bahkan memalsukan tanggal lahir agar dapat memenuhi kriteria usia minimal media sosial. Keterlibatan anak-anak ini membuat orang tua perlu memahami dampak positif dan negatif dalam penggunaan media sosial bagi anak-anak.

Di satu sisi, media sosial dapat membuat anak tetap terhubung dengan teman atau saudara yang jauh. Selain itu, anak juga dapat terlibat menjadi relawan dalam kampanye non profit (kampanye lingkungan, dst) dan kegiatan amal, sebab di media sosial banyak pula komunitas yang bergerak dalam bidang tersebut. Sosial media juga mempermudah anak berinteraksi dengan orang yang memiliki ketertarikan dan hobi yang sama, sehingga mereka bisa meningkatkan kreatifitas dengan bertukar ide, musik, atau seni.

Meski demikian, media sosial dapat menjadi sumber masalah bagi anak jika tidak digunakan dengan bijaksana. Misalnya saja keberadaan cyberbulling (kekerasan di dunia maya). Selain itu, terkadang anak menyebarkan informasi pribadi mereka lebih banyak dari yang seharusnya. Misalnya nama asli, alamat, dan sekolah. Hal tersebut terkadang dapat membuat anak menjadi target yang mudah untuk orang yang ingin mengganggu anak.

Menurut sebuah penelitian mengenai media sosial, menunjukkan bahwa 17% anak pernah dihubungi oleh orang yang tidak dikenal di sosial media. Hal itu terkadang membuatnya merasa terganggu, bahkan takut. Tiga puluh persen anak mengatakan bahwa mereka pernah menerima iklan yang tidak sesuai dengan usianya. Sementara itu, 39 % mengaku berbohong soal usia agar dapat mengakses web yang mereka inginkan. Selain masalah cyberbulling dan predator online, anak juga dapat menghadapi kemungkinan bertemu dengan orang yang salah. Beberapa aplikasi baru dapat secara otomatis mempublikasikan lokasi dimana mereka berada.

Lebih jauh, mengenai foto, video, atau komentar yang dipublikasikan di internet tidak dapat diambil kembali. Mungkin anak telah merasa menghapusnya, tetapi bisa saja hal tersebut tidak terhapus secara permanen dari internet. Mempublikasikan sesuatu yang tidak pantas juga dapat merusak reputasi anak, dan dapat menjadi masalah di masa depan. Selain itu, penggunaan bahasa tulisan di internet yang tidak mengandung intonasi, bisa jadi ditangkap berbeda orang orang lain. misalnya jika seorang anak mengirim lelucon, bisa saja itu menjadi sangat menyakitkan bagi orang lain, atau bahkan dianggap sebagai ancaman.

Menghabiskan waktu di media sosial pun dapat menjadi masalah. Para peneliti mengenal yang namanya “facebook depression”, dimana seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain dengan melihat banyaknya jumlah “teman” di media sosial dan melihat foto orang lain yang terlihat senang. Hal tersebut dapat membuat anak merasa dirinya buruk dan merasa tidak memiliki teman.

Dengan memahami dampak-dampat tersebut, bukan berarti anak perlu dijauhkan sejauh-jauhnya dari internet dan media sosial. Namun, orang tua lah yang perlu lebih banyak terlibat untuk mengawasi anak-anak. Mengajari mereka cara menggunakan media sosial dengan tepat dapat membantu anak terhindar dari akibat-akibat buruk yang mungkin dihasilkan media sosial.

 

Sumber dapat dilihat di healthkids.org.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...