content detail

Ciptakan Hubungan Berkualitas Bersama Anak

Post by: 13/04/2016 0 comments 1047 views
Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) tidak hanya selalu membahas tentang pendidikan di sekolah. Karena pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi pendidikan juga dapat terjadi di masyarakat dan terutama adalah pendidikan di keluarga. Berikut merupakan cara bagaimana menciptakan hubungan yang berkualitas bersama anak di rumah.

 

Sesungguhnya setiap orang sangat menyadari bahwa sehari semalam tersebut ada 24 jam lamanya. Namun hanya sedikit orang yang betul-betul bisa memanfaatkan waktu dengan baik, bahkan terkadang banyak waktu terlewat begitu saja. Terutama waktu buat keluarga dan khususnya buat anak-anak.

24 jam jika kita bagi 3 maka masing-masing terdapat 8 jam. Pada umumnya keluarga, 8 jam pertama (jika dihitung dari malam) akan dimanfaatkan untuk istirahat malam atau tidur. 8 jam berikutnya (pagi-siang) orang tua bekerja dan anak ke sekolah, dan 8 jam lainnya (sore-malam) adalah sisa di mana seharusnya setiap keluarga bisa bertemu.

muniranaylatama.wordpress.com
muniranaylatama.wordpress.com

Mari sejenak kita bayangkan, dalam 24 jam hanya 8 jam kita diberi kesempatan untuk berkumpul dalam rumah. Itu pun terkadang masih berlalu begitu saja, si Ayah masih sibuk melanjutkan pekerjaan kantornya, dan si Ibu tidak ingin diganggu dengan acara sinetron atau online. Sementara anak tidak ada yang menemani mereka larut bermain game.

Keluarga yang demikian dipastikan kering komunikasi. Kehadiran setiap anggota keluarga memang nyata namun semu karena masing-masing sibuk dengan aktivitasnya. Bagi orang dewasa mungkin tidak akan berdampak negatif, namun bagi anak, mereka butuh eksistensi dari kedua orangtuanya, butuh didengar ceritanya dan pendapatnya.

Keluarga yang tidak terbiasa berkomunikasi satu sama lain, menyebabkan anak akan tumbuh dalam kesendirian. Mereka menjadi orang-orang yang tertutup, mudah tersinggung dan pendiam (sulit bicara). Sebelum hal itu terjadi, disarankan agar orang tua bisa menyediakan waktunya sedikit untuk si buah hati.

Dalam waktu yang 8 jam, cukup 3 jam saja setiap hari, ciptakan hubungan yang berkualitas kepada anak. Cari kegiatan yang biasanya dilakukan bersama-sama anggota keluarga, bisa dimulai dari sholat Magrib berjemaah (sekitar pkl. 18.00 wib). Selanjutnya selama 3 jam apa yang akan dilakukan? Banyak sekali yang bisa dilakukan bersama anak.

Misalkan dilanjutkan dengan mengaji, lalu belajar bersama, membaca buku, bercerita, diskusi, bercanda, bermain tebakan, atau makan bersama. Hal utama yang harus dikondisikan adalah, beri perthatian secara total kepada anak. Tutup atau hindari dulu godaan gadget atau gawai online, televisi, radio tape, video, dll.

Cukup selama 3 jam saja (mulai dari 18.00 – 21.00 wib) orang tua harus fokus kepada anak. Siapakah yang disebut orang tua ini? Apa hanya si Ibu saja sementara si Ayah tetap diperbolehkan buka laptop atau bermain hp? Kedua-duanya, karena bila salah satu, maka si Anak dapat berargumen bahwa si Ayah tidak kompak.

Kewajiban mendampingi dan mendidik anak adalah kewajiban kedua orang tua, bukan hanya si Ibu atau pun si Ayah saja.

Kemajuan zaman di era teknologi ini tantangan orang tua dalam membimbing dan mengawasi anak lebih berat. Akan banyak sekali pertanyaan anak yang mungkin sulit dan harus bijak menjawabnya, sehingga butuh kerjasama kedua orang tua.

Kondisi lainnya yang harus dipenuhi dalam menjalin hubungan berkuaitas dengan anak adalah, hindari tekanan dan pemaksaan kepada anak. Tidak ada perintah, tidak ada bentakan apa lagi kata-kata keras dan kasar. Beri mereka “kebebasan” berpendapat dan berekspresi. Ajaklah anak bicara berkomunikasi dari hati ke hati. Eksplorasi akan pendapat-pendapatnya.

Ajaklah agar si Anak mau bercerita hal sederhana, seperti keadaan di sekolah, soal teman-teman dan gurunya, juga mungkin tentang apa yang sudah dipelajari di sekolah (materi). Bila si Anak bisa mengulang bercerita tentang pelajaran di sekolah, bukankah itu sudah dinamakan belajar? Konsep belajar di rumah tidak harus membaca dan menulis.

www.boyschool.info
Ciptakan hubungan yang berkualitas bersama anak

Belajar juga bisa menggunakan metode bercerita. Apabila anak tidak mampu mengungkapkan materi yang ia pelajari di sekolah, maka sesungguhnya ia masih belum paham. Mungkin saja ia hafal tapi belum menguasai (pemahaman), mengapa harus begini, mengapa harus begitu, dsb. Bila ia bisa mengulang materi dengan kata-katanya sendiri, maka ia lebih menguasai.

Kondisi terakhir, dan ini tidak hanya di saat 3 jam tersebut, perluas wawasan orang tua akan segala hal yang mungkin akan berkait dengan pertanyaan anak. Apa yang dilakukan orang tua jika ia tidak tahu jawaban dari pertanyaan anak? Orang tua adalah panutan anak, bila tidak bisa menjawab atau malah marah-marah, si Anak akan kecewa.

Sebisa mungkin orang tua harus bisa menjawabnya (untuk itu perluas wawasan). Jangan sampai mengatakan, “Kamu baca sendiri saja di buku pelajaran,” atau “Tauk ahhh….!” Jika terpaksanya tidak tahu, tanyakan dulu pendapatnya atas jawaban versi si Anak. Atau, sampaikan padanya, “Baiklah, kita akan cari tahu besok ya…”

Kedekatan anak kepada orang tuanya sangat dibutuhkan, selain guna menjalin komunikasi atau keterbukaan juga untuk tetap menjaga rasa hormat anak kepada orang tuanya. Bila orang tua tidak mampu memberi contoh maka si Anak akan melawan dan tidak respek. Hal lainnya, seharian si Anak sudah dijejali pelajaran dan saat di rumah ia juga masih diwajibkan belajar, maka tidak heran anak merasa jenuh atau bosan.

Canggihnya teknologi juga tidak lepas dari perhatian anak, bahkan terkadang anak lebih pintar menguasai teknologi dibanding orangtuanya. Pada saat seperti itulah kemudian ia akan mencari segala sesuatu kepada teknologi dan bukan lagi kepada orangtuanya. Ia akan menjadi anak teknologi.

Ia tidak membutuhkan kehadiran dan kasih sayang orangtuanya lagi. Kondisi seperti ini tentu sangat menyedihkan dan tidak ingin menimpa anak-anak kita. Mari berkomitmen untuk menciptakan hubungan yang berkualitas kepada anak sedikitnya 3 jam saja setiap hari. Jika diterapkan maka dengan sendirinya jam belajar masyarakat akan tercipta.

 

Oleh:

Ailis Safitri, SHi

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Macanan Kecamatan Ngemplak Sleman

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...