content detail

Cara Mengatasi Bullying di Australia

Post by: 09/02/2016 0 comments 871 views

Hasil diskusi GSM dengan Volunteer di Melbourne

IMG_6547

Menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan disiplin sangatlah penting agar siswa dapat mencapai prestasi yang terbaik dan guru dapat menampilkan kinerja yang terbaik. Namun di tahun-tahun terakhir ini, banyak sekali hal-hal yang tidak nyaman yang sering terjadi di sekolah, seperti tindakan kekerasan terhadap siswa yang lebih lemah (bullying). Bullying adalah suatu situasi dimana seorang siswa atau lebih secara terus menerus melakukan tindakan yang menyebabkan siswa lain menderita. Agar kekerasan terhadap siswa yang lebih lemah ini tidak terjadi maka perlu dibuat aturan sekolah untuk melindungi siswa korban kekerasan.

Berdasar dari kejadian yang membuat sekolah tidak nyaman tersebut, GSM yang sangat peduli terhadap pendidikan di Indonesia, terutama dalam menciptakan sekolah yang aman dan menyenangkan. Banyak project yang akan digarap GSM untuk menciptakan sekolah aman dan menyenangkan di tahun 2016 ini. Berikut merupakan salah satu action dari GSM yang telah berdiskusi dengan volunteer di Melbourne mengenai cara mengatasi bullying di Australia, yang nantinya dapat dipraktikkan di sekolah-sekolah di Indonesia.

IMG_6548

Pak Anton Alimin merupakan volunteer GSM yang sudah tinggal selama kurang lebih 20 tahun & bekerja sebagai pengajar TAFE di Melbourne. Sekitar awal bulan januari lalu, di SD Muhammadiyah Macanan Yogyakarta, Pak Anton Alimin dan keluarga berdiskusi dengan Bu Dian Fikriani Operational Manager dari GSM. Dalam diskusi tersebut membahas mengenai praktik baik mengatasi bullying di Australia. Ada beberapa cara yang dilakukan sekolah di Aussie untuk mengatasi bullying, diantaranya:

images buddy

  1. Ada kontrak di awal semester tentang apa yg boleh & tdk boleh dilakukan, ditandatangani oleh wali kelas, Kepsek, & murid. Kontrak tersebut diperbarui setiap tahun.
  2. Adanya sistem buddy, anak prep/usia TK di sekolah kita dipasangkan dengan anak kelas 5 SD utk jadi buddy selama 1 tahun.
  3. Ada guru piket di halaman sekolah selama break/istirahat. Guru piket dikasih tanda & piket waktu masuk sekolah, waktu main, & pulang sekolah.
  4. Misal ada guru yg ditunjuk untuk jadi konselor. Guru tersebut bisa dihubungi anak untuk konsultasi jika ada masalah.
  5. Trust license. Setiap Siswa diberikan 10 poin. Jika anak melanggar peraturan maka akan dikurangi poinnya & diberi ‘hukuman’ misal tdk boleh ikut field trip, tinggal dalam kelas selama break/istirahat, mengerjakan tugas tambahan, dll.

IMG_6549

Itulah cara dalam mengatasi dan mencegah terjadinya bullying di sekolah Aussie. GSM berharap cara-cara tersebut nantinya dapat dipraktikkan di sekolah-sekolah di Indonesia, terutama di sekolah-sekolah yang telah dipilih untuk menjadi sekolah model di Yogyakarta.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...