content detail

Belajar di Sekolah itu Menyenangkan

Post by: 11/03/2015 0 comments 991 views
sumber: http://www.patrickandcarolkelly.com/
sumber: http://www.patrickandcarolkelly.com/

Pada tahun 2002 kami mendapat kesempatan untuk tinggal di Melbourne. Tentu saja kami sangat gembira, karena yang ada dalam bayangan, anak-anak akan dapat bersekolah di tempat yang baru, dunia yang baru. Dari cerita teman dan bacaan di internet, sekolah di Australia sangat menyenangkan. Ketika anak pertama kami, Akmal akan memulai masuk sekolah dasar (primary school), ia diberi kebebasan untuk mengeksplorasi dirinya terlebih dahulu dengan cara pendekatan secara personal. Sebelum pelajaran dimulai, semua  anak dikumpulkan di suatu ruangan. Kemudian diputarkan musik yang diikuti gerakan badan guru-gurunya. Anak-anak pun mengikuti gerakan itu. Ini permulaan belajar yang membantu suasana hati untuk bergembira. Dengan cara ini, diharapkan dapat menghadirkan aura positif selama mereka belajar sampai saat pulang tiba.

Di hari pertama sekolah mereka mengajarkan konsep saling mengasihi dan menghormati hak orang lain. Hal itu memberikan pengaruh positif untuk Akmal, bagaimana dia dapat menikmati dan senang di sekolahnya. Hari-hari selanjutnya saya bertanya tentang apa yang dilakukan di kelasnya. Saya memperhatikan ceritanya yang penuh semangat, bagaimana ia bermain game yang lucu-lucu, dibacakan buku cerita yang seru dan banyak hal lainnya.

Di setiap negara bagian Australia, pendidikan sekolah dasar dan menengah ditangani oleh departemen pendidikan pemerintah negara bagian masing-masing. Karena itu, terdapat beberapa perbedaan. Meskipun demikian, ada standar mutu yang menjamin mutu pendidikan di seluruh Australia kurang lebih sama baiknya. Sistem evaluasi sekolah berbeda-beda di setiap negara bagian. Sistem tersebut dibuat oleh masing-masing departemen pendidikan di bagian negaranya, tetapi hanya merupakan acuan saja.

Ada juga Laporan Tahunan Sekolah, yaitu catatan proses penilaian diri oleh sekolah. Setiap tahunnya sekolah mengeluarkan annual report yang berisi strategic planning, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dalam kurun satu tahun, prestasi yang diraih, data statistik sebagai indikasi performa sekolah, dan laporan keuangan. Laporan ini selalu dimasukkan dalam website masing-masing sekolah agar semua laporan terlihat transparan untuk orang tua murid  dan masyarakat setempat. Dengan informasi di atas, mutu pendidikan sekolah-sekolah di Australia dapat terjaga. Hal itu tentu saja ditunjang oleh dedikasi guru-gurunya yang sangat luar biasa.

Hal itu terlihat bukan saja terlihat pada hasil mengajar, akan tetapi juga prosesnya dalam memperkenalkan huruf dan angka.Lalu anak-anak itu belajar menyusun abjad-abjad menjadi sebuah kata dimulai dari yang paling mudah, nama sendiri, nama ayah dan ibu, kakak dan adik, baru kemudian saudara-saudara, dan teman-teman mereka. Sebutan-sebutan yang sering terdengar itu akan memudahkan mereka mengingat. Dalam memperkenalkan matematika, para guru memulai dari jumlah keluarga yang tinggal di rumah, kemudian teman-teman di kelas. Semua sangat memudahkan anak mempelajari hal baru dengan pengenalan tema sehari-hari.

Pada tahun 2012 kami dapat kembali tinggal di Australia. Yang paling bahagia mendengar kabar ini adalah anak kami nomor dua, Maykal, yang saat ini duduk di kelas 9 (3 SMP). Maykal senang karena di Australia anak diperlakukan dan diterima sebagai pribadi yang berbeda dengan anak yang lainnya. Guru-guru memahami bahwa semua anak mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula, maka dalam memberikan pelajaran, mereka tidak memukul rata kemampuan siswa pada setiap mata pelajaran. Pada setiap kekurangan mereka memberikan perhatian yang lebih dan selalu memuji setiap kemujuan yang dicapai setiap anak sehingga semakin terpacu untuk terus berusaha lebih baik. Sementara bagi anak yang kepandaiannya di atas rata-rata, guru memberikan tantangan, dengan latihan-latihan yang lebih sulit sehinggga kepandaiannya lebih terasah.

Sikap kritis para siswa dipupuk secara baik, setiap anak tidak takut untuk mengeluarkan pendapat, sebaliknya setiap guru jadi terpacu untuk memberikan yang performa terbaik dalam mengajar. Pujian dan apresiasi juga disampaikan antar siswa ketika ada yang berprestasi atau mendapat kemenangan dalam sebuah pertandingan. Mereka belajar saling betul menghargai kemampuan orang lain dan berani mengakui kekakalahan ketika kalah dalam bertanding. Konsep sportif ini tertanam sejak dini.

Saya mengamati konsep-konsep kemanusian, saling menghargai dan menghormati yang ditanamkan sejak anak-itu anak sangat berpengaruh pada cara mereka berinteraksi di sekolah. Mungkin hal itulah yang membuat mereka nyaman dan penuh gairah dalam menghadapi hari-hari di sekolah. Rasa aman dan tenteram dalam hati membuat setiap waktu yang mereka jalani dalam menuntut ilmu terasa begitu menyenangkan. Hal itu dapat, mengurangi tindakan kekerasan seperti perkelahian ataupun keadaan lain yang membuat mereka tidak nyaman.

Pembentukan karakter pribadi yang dilakukan ketika mereka duduk disekolah dasar, benar-benar membuat kesadaran diri mereka terpola sejak dini. Di sekolah dasar mereka tidak langsung direcoki dengan keharusan pandai berhitung ataupun membaca, semua itu seiring berjalan dengan pelajaran konsep-konsep karakter dan pribadi yang lebih penting ditanamkan. Mereka menekankan pentingnya pintar pelajaran pada saat menginjak SMP dan SMA (high school), di SD mereka hanya diajarkan bagaimana konsep belajar yang baik, bukan pada isi atau penguasaan mata pelajaran. Hal itu memudahkan ketika mereka memasuki tingkat SMP dan SMA, karena sudah memiliki  konsep belajar yang baik dan benar. Pada intinya, mereka diajarkan untuk bertanggungjawab sejak dini menyangkut masa depan masing-masing.

 

Tulisan merupakan rangkuman dari tulisan Surya Maya (S2 Bidang Antropologi-Sosiologi Agama UIN Jakarta) yang dimuat dalam buku Sekolah itu Asik (2014). Tulisan lengkap dapat dibaca dalam buku tersebut.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...