content detail

Anak Sulit Fokus di Sekolah, Apakah Anak Saya ADHD?

Post by: 20/05/2015 0 comments 2875 views
sumber: www.forkoffgluten.com
sumber: www.forkoffgluten.com

Gangguan konsentrasi pada anak, belakangan ini menjadi topik yang cukup popular. Pasalnya, gangguan konsentrasi pada anak intensitasnya meningkat dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Orang tua dan guru lebih sering mengeluhkan, mengapa anaknya tidak mampu fokus pada suatu tugas dalam waktu yang lama dan cenderung lebih aktif dibandingkan anak lainnya.

Gejala anak kurang fokus yang biasanya diamati guru adalah ketika anak tidak dapat mengikuti instruksi dengan baik karena cenderung tidak mau mendengarkan instruksi. Selain itu, anak juga kurang memiliki komitmen terhadap tugas. Ia cenderung mudah bosan sehingga tugasnya tidak selesai. Tetapi, perlu sangat berhati hati untuk memutuskan bahwa seorang anak memang mengalami gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau tidak. Sebab, ADHD dan gangguan lainnya dapat disebabkan oleh faktor medis dan berkaitan erat dengan zat yang ada di otak. Sementara pada beberapa anak, gangguan fokus masih biasa dan tergolong normal.

Menurut Anastasia J Wulansari, Psikolog Pendidikan, ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab anak tidak fokus dalam belajar di sekolah, tetapi tidak mesti ADHD. “Kurang baik kalau kita langsung memutuskan bahwa anak itu ADHD atau ADD,” ujarnya. Untuk itu, orang tua dan guru perlu memahami penyebab anak tidak dapat fokus dalam belajar terlebih dahulu agar dapat memberi penanganan yang tepat.

Kemungkinan pertama yang menyebabkan akan kurang fokus di sekolah adalah kurang tidur. Kurang tidur membuat anak kelelahan dan tidak dapat berkonsentrasi untuk menerima pelajaran. “Anak-anak normal itu normalnya tidur 10 jam, agar esok harinya di sekolah bisa mengikuti pelajaran,” terang Anastasia. Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah asupan gizi. Sarapan sebelum berangkat ke sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk anak, agar ia dapat lebih fokus dalam belajar dan mendapatkan hasil yang baik.

Lebih lanjut, Anastasia menerangkan, penyebab lain yang membuat anak tidak bisa fokus adalah karena anak ingin mencari perhatian dari guru. Dalam hal ini, anak memang sengaja lebih aktif agar berbeda dengan anak-anak lainnya dan menjadi perhatian guru. “Kalau di rumah anak kurang bisa mendapatkan perhatian, bisa jadi ia mencarinya di sekolah,” jelas Anastasia.

Potensi kognitif pun perlu dilihat ketika anak kurang fokus di sekolah. Anak yang memiliki potensi kognitif lebih tinggi dari anak-anak seusianya bisa jadi tidak mau mengerjakan tugas monoton yang diberikan gurunya karena merasa sudah bisa. “Kalau yang seperti itu, anak itu bosan, minta tantangan,” tutur Anastasia. Sebaliknya, jika potensinya kurang, anak bisa jadi tidak fokus karena memang kurang dapat memahami instruksi yang diberikan, sehingga mencari kesibukan lain.

Sebelum mendiagnosis anak dengan gangguan, ada baiknya orang tua dan guru memperhatikan terlebih dahulu beberapa hal di atas. Mengetahui penyebab anak tidak fokus adalah langkah awal untuk mengatasi masalah dan membantu anak lebih fokus dalam belajar di sekolah.

 

Shiane Anita Syarif, kontributor.

LEAVE A COMMENT

Make sure you enter the(*) required information where indicated. HTML code is not allowed

Loading...